Ada Cerita Dari Inventarisasi Kehati Di Probolinggo

by - March 06, 2021

tak dinyana seekor Sikep madu asia keluar dari persembunyian

“Elang.. elang.. !” pekik Roggi dari arah atas bukit. Sejurus kemudian kutengadahkan kepala ke atas, dan benar saja, ada 3 ekor elang sedang melintas dari arah timur. Beberapa kali kuarahkan kamera, namun belum menghasilkan gambar yang diharapkan.

“Opo iku ?” tanya Faris. “Moso Bido, tapi kok ra ono suara e”, kali ini ia bertanya sekaligus menjawabnya. Saya hanya mengamini sambil memeriksa hasil jepretan tadi. Belum bisa teridentifikasi, batinku.

“Iku, ono maneh pak”, kali ini Erin ikut bersuara. Seorang mahasiswi yang baru saja menyelesaikan sidang skripsinya, menunjuk ke arah balik sebuah pohon Pinus yang besar.

Dan benar saja, 3 ekor elang kembali melintas dari arah yang sama dengan arah tujuan yang sama pula, Barat. Sambil mengintai dari balik kamera saya berbisik sambil memohon, “ ayo soaring, soaring ..”. Karena saat elang bergerakan soaring atau gerak melingkar, akan banyak waktu untuk mengabadikan mereka, dan semakin banyak kesempatan untuk melakukan identifikasi jenis  apa mereka itu.

Akhirnya, pada rombongan yang ketiga, barulah ada seekor elang yang melakukan gerakan soaring. Dan.. saya bersama Faris seperti memiliki dunia sendiri sesaat, asyik menangkap gambarnya diiringi suara shutter kamera yang mirip tembakan, cepat dan banyak. Tretetet .. tretet .. tretet.

 * * *

kabut menjadi salah satu hambatan selain hujan

Pertemuan kami ini sebenarnya antara sudah dipersiapkan dan ketidaksengajaan. Karena kami berasal dari berbagai latar belakang dan stakeholder terkait, yang bersua dan bekerjasama untuk satu hal. Inventarisasi keanekaragaman hayati di luar kawasan konservasi.

Faris dan Erin dari Arupa, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang  mengkoordinir kegiatan ini. Adi, mahasiswa Kehutanan - UMM tingkat akhir, Roggi dari Cabang Dinas Kehutanan Ngawi, dan Pak Sodiq dari Kesatuan Pemangku Hutan Probolinggo. Serta .. (ehem) tentu saya sendiri.

Kami bukan satu-satunya tim, ada beberapa lainnya dengan komposisi yang hampir serupa, dengan lokasi berbeda. Tim kami bertugas pada 30 titik koordinat yang telah ditentukan, mayoritas berada pada hutan produksi milik Perum Perhutani Divre II. Dan menjadi salah satu bufferzone dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

* * *

Hari ketiga saat kami berada di sebelah Timur Desa Tanjang, inilah titik yang terjauh dari aktivitas manusia. Pemukiman terakhir hanya ada 3 KK saja. Mayoritas hutan produksi disini tidak digarap oleh pesanggem, karena letaknya yang sangat jauh. Namun di titik inilah menjadi puncak menjumpai berbagai jenis burung, hingga yang kami simpulkan bisa jadi jalur migrasi dari Sikep Madu Asia.

Namun di lokasi ini juga kami mengakhiri kegiatan penuh dengan drama. Hujan yang deras, kabut tebal, dan petir yang silih berganti bersautan. Demi menghemat waktu, tenaga, serta keselamatan tim, akhirnya diputuskan untuk memotong kontur 2 punggungan dibanding kembali turun ke titik awal yang letaknya jauh. Satu hal yang kami syukuri, kami memiliki 2 pemandu yang handal dari mandor dan penyadap getah pinus BKPH. Sukapura.

* * *


Setidaknya ada 63 jenis burung yang berhasil kami identifikasi, seperti Cekakak jawa, Bondol haji, Sikep-madu asia, Elang-ular bido, Serindit jawa, Cica-kopi melayu, Gemak loreng, Takur tohtor, Takur tulung-tumpuk, Opior jawa, Kadalan birah, Alap-alap kawah, Uncal lorengKapinis rumah, dan lain sebagainya. Selain itu kami juga menjumpai Lutung budeng, Monyet ekor-panjang,  Garangan jawa, Bajing kelapa, dan Tupai palla.

Ada cerita sukses dari kegiatan inventarisasi di lokasi ini, selain temuan 7 jenis burung dilindungi menurut P.106/KLHK/2018. Juga adanya  jenis primata (Lutung budeng) dalam jumlah yang cukup banyak. Lalu 3 jenis burung dengan status konservasi tinggi, yaitu Kacamata biasa (Vulnerable), Serindit jawa (Near threatened), dan Takur tulung-tumpuk (Near threatened). Serta 11 individu raptor migran Sikep-madu asia, yang  kemungkinan lokasi tersebut adalah jalur migrasinya.



You May Also Like

0 komentar