Lebaran Bertiga

by - May 26, 2020


Bisa jadi, baru lebaran kali ini dirayakan di rumah Hamid Rusdi hanya bertiga saja, saya, ibu, dan Neyna, keponakan saya. Rina, adik bungsu saya, beserta keluarga yang tinggal di Sampang saja tidak dapat merapat ke Malang, apalagi Rini, adik saya yang di Cirebon.

Bagi mereka, adik-adik saya, tentu momen lebaran menjadi momen bisa pulang ke Malang dan berkumpul dengan ibu. Ya.. terutama bagi Rini yang tinggal paling jauh. Video call menjadi salah satu cara untuk melepas rindu, padahal Rina hampir setiap hari VC sama ibunya, tentu dengan membawa si Naura, anak ketiganya yang baru berusia beberapa bulan. Namun, tetap saja saat video call di hari Lebaran, Rina tetap saja menangis hingga matanya bengkak. Cengeng ah.

Bagi saya, lebaran tetap saja terasa sepi. Setiap tahunnya. Tidak berkumpul dengan anak-anak saya. Ya, mungkin dua tahun belakang agak beda sedikit, karena Kila sempat berlebaran di Malang. Tapi tetap saja terasa sepi. Gimana memandang mereka semua bisa berkumpul dengan anak-anaknya, ah .. sudahlah.

Kalau sudah terasa sepi begitu, saya biasanya beranjangsana ke rumah Cak Dalbo dan Mbak Linda di Kepuh. Sering saya menghabiskan waktu di rumah mereka sejak 2015, saat dimulainya saya berlebaran tanpa anak-anak. Alasannya simple, mereka punya 4 anak yang ramai, kopi selalu tersedia, dan bisa ngobrol-ngobrol lama dengan mereka semua.

Jadi, lebaran tahun ini meski hanya bertiga, sepinya tetap sama seperti yang saya lalui sejak lebaran 2015. Sama. Senyap dan sunyi.

Hamid Rusdi, Malang
3 Syawal 1441 H
26 Mei 2020

You May Also Like

1 komentar