Monday, October 22, 2012

Genre Baru


Bagi saya pribadi, sebuah pertunjukan teater, operet, pantomim dan sejenisnya bukanlah barang baru. Karena sejak SMA saya sudah berkecimpung di dalamnya. Begitupula ketika masa kuliah, saya senang melihat pertunjukan teater-teater yang jumlahnya banyak di kampus Unmuh. Bayangkan saja, hampir setiap fakultas memiliki teater sendiri-sendiri.


Tapi, jika anggota DIMPA yang notabene berbasik kepencintaalaman bermain teater, ini baru menarik. Beda. Lain. Different - lah. Apalagi dipertontonkan ketika acara family gathering yang merupakan rangkaian Dies Natalis ke 29 organisasi ini. Tentu Heboh. 
Anyi akhirnya bisa kencan

Dari sepanjang sejarah, saya rasa, belum pernah anggota DIMPA bermain teater. Paling getol adalah bermain musik. Bahkan di era 90 - an, anggota DIMPA sering bermain band dari panggung ke panggung di lingkungan kampus. Tentu saja Band Rock. Saya masih ingat, ada band bernama ERROR Band, yang punggawa-punggawa-nya merupakan anggota DIMPA. Seingat saya juga, berdirinya PSM (Paduan Suara Mahasiswa), anggota DIMPA juga ikut andil, karena saat itu juga ada anggota DIMPA yang serius ber-nyanyi-nyanyi ke arah paduan suara. Saking getolnya bermain musik, jadi gak heran kalau anggota DIMPA jago berakustik-an, di era pertengahan 90-an. lagu-lagu iwan Fals, Dalbo, Swami, Kantata Takwa seperti jadi lagu-lagu wajibnya.
perpaduan layar tancap dan srimulat

Tapi, ini teater. 
Sangat beda, meski saya sempat bertanya-tanya ketika membaca susunan acara malam itu. "hah.. pertunjukan teater? trus gw harus bilang WOW begitu?" Perlu saya akui, inilah genre baru dalam kesukaan anggota DIMPA saat ini. Dan ini juga bentuk ekspresi lain selain bernyanyi dalam tubuh organisasi ini. Dan, ini bukan pertunjukan mereka yang pertama, karena pada Hari Bumi kemarin mereka bermain teatrikal di hadapan mahasiswa umum lainnya.
cerita dan lokasi tak jauh dari lingkungan kampus

Tak ada gading yang tak retak. Keberanian mereka dalam ber-teater bisa diacungi jempol, meski tidak didukung pengalaman bermain teater yang cukup. Ini jelas terlihat dari tata suara yang kurang persiapan. Seharusnya, malam itu sudah disadari, bahwa penonton pertunjukan mereka bukanlah penonton teater yang akan tertib diam selama pertunjukan, sehingga meski tanpa dukungan perangkat sound, dialog antar pemain dapat terdengar jelas. Pertunjunkan tertolong dengan campur tangan tehnologi proyektor untuk pengisian alur cerita tempat dan beckground pertunjukan. 
romantis norak ala pencinta alam

Mayoritas penonton mereka adalah para anggota senior yang hobi nyletuk / komen dari setiap dialog dan adegan yang ada. Jelas, kadang cukup mengganggu jalannya pertunjukan, tetapi juga menambah pertunjukan semakin hidup karena adanya interaksi langsung dari penonton. Karena mayoritas anggota senior merupakan manusia-manusia muda di era akhir 80-an dan 90-an, tingkah menontonnya pun tak jauh dari menonton SRIMULAT, grup lawak era dulu. Saking lucunya, ada pula yang melakukan lemparan rokok bagi pemainnya (saweran rokok). Jelas ini ciri khas pertunjukan Srimulat. Hahahaha.
closing, menapilkan seluruh pemain dan sutradara

Oke deh, by the way, anyway, busway... saya cuman mau bilang pertunjukkan kalian (anggota-anggota DIMPA saat ini) sangat bagus dan keluar dari pakem. Menghibur. Berhasil membuat kami terpingkal-pingkal. Dan, tersalurkan hobi "nyletuk" kami. Good Job.

5 comments:

Anonymous said...

Hehehe,,,tok wes,baidewe,,aniwe,,baswe,,ga melok nonton,tapi lumayan ikut senam poco-poco,,,mas Wek petunjuk arah dari dikau membawa diriku kebablasan di tengah hutan ϑαϞ sawah,,di pagi buta,sepi sendiri,,,aaah naaasiiib,,,nasiiib,,laah daku mencari kuburan ga nemu-nemu,(ternyata kuburane cuma tiga makam)mau komplain ternyata dikau sudah kabur duluan,,,hekhekhekehek,,,nel

Anonymous said...

Dwi Ayu Satyani : hahaa..aseek, persiapan buat divisi baru mas, divisi teater,,,hihihi

Agus Irwanto said...

@ mbak nely, sorri, aku yo kesasar bengi iku. wkwkwkwk. tapi sek iso metuk i kuburan sing di maksud, gak popo wes, sing penting seru..

@ dwi ayu, lak seneng kamu, bisa romantisan terus...

EYSurbakti said...

justru gue mengapresiasi hal yang kaya gini sob, secara pribadi gua lumayan suka sih ama acara teater dan semacamnya, jaman sekarang udah ga terlalu populer.. sayang sekali

Agus Irwanto said...

@ EYSurbakti : akur sob.. thanks

 

Copyright 2010 halaman agus.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.