Tuesday, December 23, 2008

Ke Toraja

Tahun 2004 kami sekeluarga bedol deso ke Toraja. Ketika itu ada upacara penguburan buyut saya yang bernama nene' Kombong. Beliau sudah sangat tua sekali, seluruh rambutnya sudah berwarna putih perak. Saya, bapak, dan adik saya Rini, hanya seminggu saja disana, karena kami harus kembali bekerja, tetapi Ibu disana sebulan, mulai menyiapkan acara hingga acara jalan-jalannya. Sedangkan Rina dan Dodon (pacar dan sekarang suami dari adik saya Rina) berangkat bareng saya tapi pulang bareng Ibu. Curang pingin jalan-jalan di Toraja dulu.

Foto ini diambil ketika Upacara penguburan telah selesai, perlu diketahui upacara penguburan untuk hari H-nya itu ada 3-4 hari pelaksanaan. Banyak saudara-saudara yang hadir, saking banyaknya Lantang rumah panggung dari bambu untuk tempat tinggal selama upacara penuh semua. Seingat saya saat itu ada sekitar 30-an Lantang. Saking banyaknya saudara yang hadir saya tidak hafal atau kenal semua, yang kenal hanya yang satu buyut saja. Sedangkan saudara-saudara yang satu fam atau satu garis keturunan dari Nene' Buyut Kila, hanya satu dua yang kenal itupun karena mereka pernah berkunjung ke Malang atau dikenalkan oleh Ibu. Nene' Buyut Kila adalah
the founder istilah saya seh dari Fam / generasi Kila. Kila berarti Kilat atau Petir.


Contohnya orang yang disamping Rina yang berkaos merah, saya memanggil dia Om, walau umurnya jauh dibawah saya, bahkan masih dibawah Rina. Tapi karena Ibunya adalah adik kandung Nenek saya maka saya memanggilnya Om. Nenek saya adalah anak pertama dari Nene' Buyut Kombong, sedangkan adiknya nenek tadi adalah yang bungsu, mungkin yang nomor 7 atau 8 gitu. Wah ini belum ruwet, ada anak kecil masih kelas 2 SD, saya seharusnya memanggil dia "nenek". Karena dia adalah anak ke 11 dari seorang laki-laki yang masih ada talian saudara dari Nene' buyut Kombong. Wah... saya sering pusing kalau diceritain satu persatu saudara saya yang hadir oleh ibu, dengan pohon silsilah yang sudah demikian melebar dan telah mencapai generasi dari Kila yang kesekian. Tapi saya salut dengan ibu saya, beliau begitu hafal seluruh saudara-saudara yang hadir, dari cabang keturuan yang mana, anak dari nene' buyut yang mana, merupakan canggah-nya siapa, aduh pusing deh...


Jadi, saya sudah tidak heran lagi, kalau kami di Malang kedatangan saudara dan memanggilnya tante, padahal usianya masih jauh dibawah saya. Karena ibu menurut saya adalah garis generasi dari anak pertama dari kake' buyut Kila. Saya pakai istilah kake' buyut walau sebetulnya letaknya jauh diatas buyut, entah canggah entah apa, karena tidak tahu harus pakai istilah yang tepat yang mana. Sedangkan Kake' buyut Kila memiliki banyak anak, sehingga jumlah generasi lebih dulu banyak generasi ke jalur ibu dibanding yang lain. Misalnya jalur ibu sudah sampai canggah, jalur yang lain baru sampai cucu atau cicit. Tidak heran saya harus memanggilnya tante atau bahkan nenek.

Tapi, seminggu di Toraja sangat berkesan. Mengikuti detail upacara pemakaman hingga dimasukkannya jenazah ke dalam goa.
Di Toraja khususnya Rantepao yang bergunung-gunung dan bertebing-tebing, makam letaknya di dalam goa atau batu besar yang dipahat menjadi ruangan. Satu ruangan dapat dimakamkan beberapa jenazah dalam satu keluarga. Hingga berjalan-jalan ke beberapa tempat wisata, tapi tempat wisatanya berhubungan dangan makam, dan kerumah saudara. Ingin deh rasanya kembali ke sana, dengan membawa hari libur yang puanjang. Merasakan kembali dinginnya suhu disana, kabut paginya, udara yang masih sangat bersih, kopi toraja-nya, balo' hehehe minumannya lelaki ini, dan berburu souvenir yang cantik-cantik. Satu-satunya khas toraja yang masih saya bisa rasakan di Malang adalah makanan yang terbuat dari sagu yakni papeda itu juga kalau ibu saya pas masak papeda dan kopi toraja. 


Oh iya juga tarian pagelu, tarian untuk pernikahan. Dahulu sebelum menikah, Rina adik saya adalah salah satu penari Pagelu yang dimiliki komunitas orang Toraja di Malang Raya. Saya sering melihatnya latihan di rumah atau pentas ketika pernikahan. Tarian ini terlihat simple tapi juga eksotis, apalagi dengan pakaian adat toraja yang penuh dangan manik-manik. Pementasan terakhir Rina dilakukannya ketika pernikahannya sendiri, karena tarian Pagelu hanya boleh dilakukan oleh seorang gadis yang belum menikah.

Note : Tulisan miring dan berwarna hijau adalah keterangan atau sahutan dari saya.

Lebaran di Trenggalek

Saya lupa, tahun berapa tepatnya foto ini diambil. Yang jelas foto ini diambil ketika kami sekeluarga merayakan Idul Fitri di kampungnya kakek di Kranding - Trenggalek. Bapak saya asli Trenggalek, sehingga ketika Almarhum Kakek dan Nenek masih hidup, setiap tahunnya kami selalu merayakan Idul Fitri di Kampung itu. Setiap tahun selalu berkesan ketika kami menghabiskan waktu kami di kampung itu. Mulai bertemu dengan sepupu-sepupu kami, bulik, paklik, teman-teman kala kecil dulu, hingga bermain-main di sungai. Sepupu saya banyak, karena bapak saya merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara, bisa dibayangkan jika satu saudara dari bapak mempunyai anak 3 saja sudah berapa sepupu saya, padahal ada saudara bapak yang mempunyai anak sampai enam orang.
Jika dilihat dari pakaian, umur adik saya, kemungkinan ketika itu saya masih duduk di kelas 1 atau 2 SMP. Karena saat ini, Kakek dan Nenek sudah meninggal semua, kami merayakan Lebaran di rumah orang tua saya di Malang atau di rumah mertua di Depok.

Kila Bobo Dulu Ya Umi

Karena kelelahan dan ngantuk, Kila tidur deh. Maklum, Kila sudah bangun dari Subuh. Nemanin Abinya yang siap - siap mau Sholat Ied. Foto ini diambil ketika kami ber-Lebaran ke rumah Kakek dan Nenek Sardjono (Orang Tua saya) di Hamid Rusdi Malang. Di rumah kakek sudah ramai, ada adik - adik Kila seperti Neyna dan Nanda. Karena Ngantuk, ya Kila tidur deh. Setelah tidur dipelukan Uminya, Kila tidur di kamar aunty Rina disamping Nanda, "numpang tidur ya Nanda.."

Monday, December 22, 2008

Ulang Tahun Kila

Namanya Agsya Fahiem Manna Kila, tapi saya lebih suka me- manggil- nya Kaka, Key atau just Kila. Ini foto diambil ketika kami (saya, istri, dan kakek) merayakan ulang tahunnya yang pertama pada tanggal 14 Nopember 2008.
Kila, selalu ingin tahu tentang apa saja yang mungkin sangat menarik baginya, seperti halnya iklan di televisi. Setelah acara tiup lilin, seharusnya kan potong kue, tapi Kila sangat ingin sekali memegang kue tart didepannya. Lalu saya suruh uminya untuk membiarkannya, kami hendak tahu apa yang sebenarnya yang ingin ia lakukan. Dan benar saja, Kila langsung saja mengambil kue tersebut dengan tangan kanannya dan kemudian ia masukkan ke mulutnya. Hehehe tentu saja hal tersebut membuat geli seluruh orang yang hadir. Dan grrrr, seisi ruangan dipenuhi suara ketawa. Akibatnya, blepotanlah mulut dan hidungnya serta tangan - kakinya, karena selanjutnya Kila memegang ini itu. "Hmmmm... Key Key," ujar uminya sambil membersihkan mulut, hidung, tangan, dan kakinya. We Love You, Key.






Wednesday, December 17, 2008

Nge-Blog

Tahun 2007 saya baru memulai nge-blog yang sebelumnya pakai friendster, tapi karena merasa gak independen ceile ya akhirnya pake blogger aja, gratisan gitu. Bangga-bangga gimana gitu bisa buat blog walau awalnya si simple. Paling rubah-rubah warna. Ya akhirnya bisa juga nambahin pernak pernik macem-macemlah. Menurut saya sih keren hmmm gak tau deh menurut orang lain.
Eh belakangan aku juga nularin nih penyakit ke temen-temen sekantor, hihihi biar tambah seru dan saya jadi merasa guru mereka hehehehe. Tapi begitu lihat blog-blog yang dimiliki yang menurutku jago nge-blog, wuiiih serem. Maksudnya it's so cool man. Saya tambah malu, yah ABG - ABG sekarang blog-nya keren abis dengan template-template yang cantik abis. Sedangkan aku, hehehe pernah nyoba ganti template hasilnya malah amburadul jadinya beberapa kali ngulang dari awal untuk memperbaikinya. Akhirnya ya sudah lah saya putuskan dengan bergaya simple aja kapok nih.

Note : tulisan miring berwana hijau adalah sahutan dari hatiku saat nulis.

Tuesday, December 16, 2008

Jam Swiss Ditemukan di Makam Berusia 400 Tahun

TEMPO Interaktif, Jakarta:Beijing: Para arkeolog di Cina dikejutkan dengan penemuan sebuah jam tangan mini buatan Swiss di dalam sebuah makam yang diduga berusia 400 tahun. Jam tangan tersebut ditemukan arkeolog ketika mereka membuat film dokumenter bersama dua orang jurnalis dari kota Shangsi.
"Ketika kami mencoba menghapus tanah yang melapisi peti mati, sebuah batu tiba-tiba jatuh ke tanah dengan suara seperti logam," ujar Jiang Yanyu, mantan kurator dari Museum Kawasan Otonomi Guangxi. "Kami mengambil benda itu dan melihatnya seperti cincin. Setelah membersihkan tanah yang ada di sekelilingnya dan melihat secara saksama, kami terkejut ketika melihat itu ternyata sebuah jam tangan."
Menurut People's Daily, jam tersebut berhenti dengan menunjukkan pukul 10.06. Di belakang jam tersebut tertera kata 'Swiss'. Para arkeolog lokal mengaku bingung dengan penemuan tersebut. Sebab, mereka meyakini makam itu tidak pernah dijamah orang sejak diciptakan di era Dinasti Ming 400 tahun lalu. Para arkeolog itu menunda penggalian dan menunggu para ahli lain dari Beijing untuk membantu mereka menguak misteri tersebut.
Agus says : waduh ...jangan-jangan memang benar ada orang bisa pindah antara masa/waktu

Kebun Sawit di Hutan Lindung Dimusnahkan

RIAU - Kendati sempat mendapat perlawanan warga, puluhan hektar kebun kelapa sawit di kawasan hutan lindung Bukit Suligi, Rokan Hulu, Riau, akhirnya dimusnahkan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari program Pemerintah Daerah Rokan Hulu dan Departemen Kehutanan mengembalikan fungsi hutan lindung.
"Ini sebagai program pengembalian hutan. Sudah hampir 30 hektare kami musnahkan," ujar Kepala Dinas Kehutanan Rokan Hulu Asril Astaman kemarin. "Rencananya ini akan berlanjut hingga kawasan Bukit Suligi benar-benar bebas kebun kelapa sawit."
Asril menyebutkan saat ini di kawasan hutan lindung Bukit Suligi seluas 18 ribu hektare itu terdapat sedikitnya 300 hektare perkebunan sawit masyarakat. Sesuai dengan program pengembalian hutan, upaya pemusnahan akan dilakukan terhadap seluruh kebun kelapa sawit di kawasan hutan lindung itu.
"Tahun depan kami akan lanjutkan dengan melakukan penanaman hutan," ujar Asril. "Tidak ada toleransi dan tidak ada ganti rugi."
Aksi pemusnahan kebun kelapa sawit ini mendapat perlawanan dari sejumlah warga yang mengaku pemilik kebun. Para anggota Kelompok Tani Rokan Maju, misalnya, mengaku memiliki 29 anggota dengan luas kebun hampir 75 hektare. Mereka mengancam akan mengadukan pemusnahan ini ke Kepolisian Daerah Riau.
Ketua Kelompok Tani Rokan Maju Hasanuddin saat dihubungi Tempo melalui saluran telepon mengatakan pihaknya tidak dapat menerima pemusnahan yang dilakukan pemerintah daerah. "Kami punya surat dan dokumen yang dikeluarkan oleh aparat desa hingga camat," katanya.
Hasanuddin menyebutkan, tadinya warga tidak tahu-menahu mengenai status kawasan hutan lindung. Sejak 1987, kata dia, mereka sudah mengusahakan kawasan lahan yang kemudian disebut sebagai bagian dari hutan lindung Suligi itu. "Waktu kami urus surat-suratnya, aparat desa dan camat menyebut itu bukan hutan lindung dan mengeluarkan surat dan dokumen lahan," ia menjelaskan. "Jadi ini salah siapa?"
Para petani pemilik dan pengolah kebun menyatakan tekad mereka untuk melakukan perlawanan. "Walau sampai mati," kata Hasanuddin. "Hidup kami hanya di kebun ini. Kami mau makan apa?"
Sementara itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau mendukung langkah Pemerintah Daerah Rokan Hulu ini. Mereka berharap pemusnahan itu bisa mengembalikan fungsi hutan lindung Bukit Suligi. "Kami akan tetap bekerja sama dengan pemerintah daerah," ujar Kepala Balai Konservasi Rachman Siddik.
Cari catatan Balai Konservasi, saat ini tidak kurang dari 125 ribu hektare fungsi hutan lindung, hutan konservasi, dan hutan tanaman produksi di Riau telah beralih fungsi. Ada yang berubah menjadi perkebunan, perumahan, dan jalan umum. "Langkah Pemerintah Daerah Rokan Hulu itu hendaknya dijadikan program utama Riau ke depan," ujar Rachman. Koran Tempo

Minuman Panas Mengusir Batuk dan Flu

Minuman hangat terbukti dapat mengurangi gejala batuk dan flu. Riset terbaru yang dilakukan oleh Common Cold Centre di Cardiff University, Wales, Inggris, menunjukkan bahwa segelas tonik buah hangat dapat memulihkan kesehatan dan meredakan semua gejala flu seperti hidung berair, batuk, bersin, radang tenggorokan, demam, dan kelelahan.
Riset yang dipublikasikan dalam jurnal Rhinology edisi Desember 2008 itu membandingkan efek dari tonik apel dengan blackcurrant yang diminum hangat-hangat atau pada suhu kamar, terhadap 30 sukarelawan penderita gejala flu. Para sukarelawan direkrut dari staf dan pelajar di perguruan tinggi itu, dengan syarat telah mengalami gejala flu setidaknya seminggu, tidak minum obat apapun, atau mengonsumsi makanan dan minuman panas beberapa jam sebelumnya.
Sebagian dari sukarelawan diminta meminum tonik buah panas dan sebagian lagi meminum tonik dengan suhu kamar 10 menit sebelum menjalani tes rhinomanometry. Dalam tes itu, mereka harus bernapas menggunakan topeng dengan mulut tertutup di sekitar tabung pengukur bertekanan.
Meski minuman panas tidak terbukti memperbaiki aliran udara hidung dalam tes itu, namun para peserta melaporkan radang tenggorokan, demam, dan batuk mereda setelah minum tonik buah panas. Tonik buah bersuhu kamar juga tidak melegakan pernapasan para sukarelawan, namun meringankan gejala bersin, batuk dan hidung berair, tetapi tidak mempengaruhi radang tenggorokan dan demam.
Direktur pusat studi flu itu, Profesor Ron Eccles, menyarankan orang yang menderita batuk atau flu mengonsumsi minuman hangat untuk membantu mengurangi gejala penyakit itu. "Sungguh mengejutkan bahwa ini adalah riset ilmiah pertama tentang manfaat segelas minuman panas untuk mengobati gejala batuk dan flu," katanya.
Minuman panas juga cocok diminum ketika temperatur udara turun pada musim hujan atau musim dingin, seperti yang sekarang dialami penduduk yang mendiami belahan bumi bagian utara. Virus flu kerap menyerang pada saat-saat seperti ini. “Memiliki persediaan tonik buah dalam lemari dan meminum tonik hangat dapat membantu memerangi gejala flu dan batuk,” tutur Eccles. “Keuntungan besar dari jenis perawatan ini adalah murah, aman, dan efektif.” Koran Tempo

Monday, December 15, 2008

LORENA, The Snail Bus

Minggu kemarin, saya ada kegiatan di Cipayung Bogor. Karena letaknya tersebut untuk memudahkan saya memutuskan untuk naik bis Lorena, karena letak pool-nya di Tajur yang tidak terlalu jauh dari Cipayung. Bersama beberapa rekan saya, kami berangkat dari Terminal Arjosari - Malang. Sepanjang jalan, laju bis landai-landai saja, artinya tidak cepat seperti layaknya bis malam. Maka, sesuai perkiraan kami, jam 10 lebih esok harinya baru tiba kami di Tajur. Kami hitung 20 jam perjalanan. Fuuh lama juga pikir kami, karena jika saya bandingkan dengan bis malam lainnya lebih cepat 2 - 4 jam. Tapi ya sudahlah ...
Ketika kembali ke Malang, kami "terpaksa"lah naik bis Lorena kembali, karena kami kurang mengetahui letak agen bis lainnya. Dan, jadwal berangkat dikarcis yang 14.00 WIB ternyata berangkat pukul 15.00 WIB. Bis juga jalannya pelan, karena di jalan tol yang relatif sepi, kecepatan stabil, stabil pelan maksudnya. Sudah begitu, mampir-mampir pula ke Lebak Bulus dan beberapa agen Lorena yang cukup makan waktu. Dan sesuai perkiraan kami juga, kami menghabiskan waktu 24 jam untuk tiba di Malang dengan bis Lorena ini. bukan main lamanya, untuk ukuran jalan yg lancar dan tidak terjadi kemacetan parah atau jembatan putus. Kami sangat kecewa sekali, untuk itu kami bersumpah "gak bakal lagi" naik LORENA, selama dikota itu ada bis malam lainnya. Saya-pun memberinya nama The Snail Bus, karena lambatnya.

Thursday, December 4, 2008

Kawanan Harimau Resahkan Aceh Selatan

TAPAKTUAN, RABU (3 Desember 2008)- Sekawanan harimau (Panthera tigris sumatrae) masuk kampung, ribuan warga Sawang, Aceh Selatan, tak berani keluar rumah saat malam tiba.
"Warga Desa Trieng Muduro Tunong, Trieng Muduro Baro, Sawang Dua dan Desa Sikulat hingga saat ini sangat resah akibat gangguan harimau. Warga tidak berani beraktivitas pada malam hari," kata Camat Sawang, M Nazari Syam, di Tapaktuan, Rabu.
Disebutkannya, tiga ekor satwa dilindungi itu telah memangsa ternak kerbau, sapi, kambing, dan ayam milik masyarakat. Warga juga takut bepergian ke ladang yang berada di Pegunungan Treing Muduru.
Sejak dua hari terakhir, binatang buas tersebut semakin sering memasuki permukiman penduduk dan memangsa ternak ayam, bebek, dan kambing yang berada di dalam kandang.
"Kambing yang dimangsanya di dalam kandang itu milik Suardi, warga Desa Sawang Dua, dan puluhan ayam dan ternak milik Yazani, Syafi’i dan Zainun di Dusun Kampung Balai, Desa Trieng Muduro Baroh," katanya.
Nazari meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat untuk segera menanggulangi keganasan satwa langka dan dilindungi itu dengan cara mendatangkan pawang. "Kalau tidak segera ditanggulangi, saya khawatir harimau itu akan memangsa manusia seperti di Bakongan, Labuhan Haji, dan Meukek pada tahun lalu," demikian Camat Sawang, M Nazari Syam. (Kompas)

Tuesday, December 2, 2008

Tana Toraja, South Sulawesi-Land of The Heavenly Kings


The road from Makassar or Ujung Pandang to Toraja runs along the coast for about 130 km's and then hits the mountains. After the entrance to Tana Toraja you enter a majestic landscape with giant gray, granites and stones and blue mountains at a distance after passing the market village of Mebali. They form a sharp contrast with the lively green of the fertile, rain-fed terraces and the rusty read of the tropical laterite soil. This is Tana Toraja, one of the most splendid areas in Indonesia.
Tana Toraja has a specific and unique funeral ceremony which is called Rambu Solo. In Tana Toraja, dead body is not buried, but it is put in Tongkonan for several times, even can be more than ten years until the family have enough money to held the ceremony. After ceremony, the dead body is brought to the cave or to the wall of the mountain. The skulls show us that the dead body is not buried but just put on stone or ground, or put in the hole.The funeral festival season begins when the last rice has been harvested, usually in late June or July, and lasts through to September.
  • By Air
Directly from Hasanuddin airport, Makassar or Ujung Pandang, proceed to TANA TORAJA (twice a week on tuesday and friday) through the airport of Rantetayo, near Makle, 24 km south of Rantepao and there is a bus service to town.
  • By Land
Buses to Rantepao from Ujung Pandang leave daily from Ujung Pandang. The journey takes 8 hours and includes a meal stop. Tickets should be bought in town but coaches actually leave from DAYA bus terminal, 20 minutes out of town by bemo. Coaches typically leave in the morning ( 7 am ), noon ( 1 pm ) and at night ( 7 pm).

Several companies in Rantepao run buses back to Ujung Pandang with the departure time and prices. The number of buses each day depends on the number of passengers
Tourist who wants to stay in the heart of the city has many choices since there is lot of hotels available. Or if you had an adventurous soul, you can sleep in villages on the way.
Bemo is the best way to get to know the locals, besides chartered vehicles (minibuses and Jeeps) with or without driver. While you are in the village you can take a walk to move around.
*Exploring the market; You should not to be missed going to the traditional market. Here you can get the top end of Toraja coffee beans [like Robusta and Arabica]. And several local veggies, fruits Tamarella or Terong Belanda and gold fish [ikan mas].
*Visit Batu Tumonga Plateu; It means stone that facing to the sky. From here can be seen many volcanic stones comes up in between padi fields. And, several giant stones became cave graveyard. The views is pretty awesome. The huge of Tana Toraja [Toraja land] looks so lush and greenery. Like a patchwork in gradation hue of green color
*Palawa is an excellent village to visit a Tongkonan, or a burial place still swarming with celebrations and festivals.
*Take a side trip from Rantepao to Kete, a traditional village with excellent handicraft shops. Behind the village on a hillside is a grave site with lifesize statues guarding over old coffins
Most of the times, you can't eat at these locations; however more warung and restaurants appear along the road. You can also bring your own foods and drinks. (http://www.my-indonesia.info)

24 Pulau Hilang dan Laju Deforestasi Tetap Tinggi

JAKARTA-MI. Sebanyak 24 pulau di Indonesia hilang sepanjang 2005-2007 akibat perubahan iklim dan pemanasan global yang ditandai kenaikan permukaan air laut sehingga berdampak pada kondisi fisio-geografis Indonesia.
Hal itu diungkapkan pada buku laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia (SLHI) yang diluncurkan Menteri Lingkungan Hidup (Men-LH) Rachmat Witoelar di Jakarta, Jumat (28/11) sore.
Pada SLHI 2007, sebanyak 24 pulau yang hilang berada di wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatra Utara, Papua, Kepulauan Riau, Sumatra Barat, Sulawesi Selatan, dan kawasan Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.
Berdasarkan laporan Lembaga Antariksan Nasional (Lapan) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Indonesia memiliki luas 5.193.252 kilometer persegi yang terdiri dari daratan dan lautan dengan 18.110 pulau.
Pulau-pulau kecil yang dimiliki Indonesia, menurut laporan tersebut, memang sangat rentan tenggelam dengan naiknya permukaan laut yang disebabkan pemanasan global.
Laporan SLHI 2007 juga mengungkapkan sektor kehutanan. Ternyata laju deforestasi di Indonesia masih tergolong tinggi. Pada periode 2000-2006 diperkirakan laju deforestasi mencapai sekitar 1,09 juta hektare per tahun. Laju deforestasi tertinggi terjadi di wilayah Sumatra dan Kalimantan.
Dampak dari laju deforestasi yang tinggi itu menyebabkan timbulnya jutaan hektare lahan kritis. Lahan kritis diperkirakan telah mencapai 77 juta hektare. Lahan itu berada di dalam kawasan hutan dan luar kawasan hutan.
Lahan kritis terluas berada di Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Riau. Tingginya laju deforestasi dan kerusakan lahan disebabkan berbagai faktor. Alih fungsi lahan untuk pertanian dan perkebunan merupakan faktor terbesar terjadinya deforestasi.
Pengembangan perkebunan, khususnya sawit di Provinsi Riau, menjadi tingkat deforestasi tertinggi. Selain itu, kegiatan pertambangan dan transmigrasi, khususnya tambang batu bara telah mengakibatkan alih fungsi lahan dan hutan.
Penebangan liar dan perambahan hutan juga memberi dampak yang cukup berarti pada kerusakan lahan dan hutan. Tetapi terkait dengan kerusakan hutan dan lahan akibat kebakaran selama 2007 mengalami penurunan.
Jumlah hotspot atau titik panas pada 2007 yang terdeteksi menurun setengahnya. Jika pada 2006 tercatat 31.938 hotspot pada 2007 menjadi 16.045 hotspot.
Permasalahan lain yang masih mengkhawatirkan adalah terjadinya peningkatan penggunaan penggunaan atau pemanfaatan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Asosiasi Pengelola Limbah B3 Indonesia (APLI) menyebutkan bahwa pada 2007 produksi limbah B3 mencapai 3.023.385 ton.
Jenis limbah utama berupa limbah sludge minyak, abu batu bara, sludge IPAL, slag baja, copper slag, pelumas bekas, limbah rags, slugde scale, dan aki bekas.
Industri pertambangan merupakan salah satu industri yang menyumbang limbah B3 dalam jumlah besar. Pada 2007 industri pertambangan menghasilkan limbah B3 berupa lumpur minyak 329,13 ton, baterai bekas 183,6 ton, bahan terkontaminasi minyak 914,02 ton, dan oli bekas 19.471.604 liter.
Pada sambutannya, Plt Deputi Men-LH Bidang Pembinaan Sarana Teknis dan Peningkatan Kapasitas Sri Hudyastuti mengatakan laporan SLHI ditujukan untuk mendukung pengambilan keputusan yang memadai bagi terciptanya pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Sementara itu Men-LH Rachmat Witoelar menyatakan penyusunan SLHI dilakukan sebagai bagian dari akuntabilitas publik di bidang pengelolaan lingkungan hidup. "Ini juga merupakan pemenuhan amanat UU No 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup," ujarnya.(Deri Dahuri)

Friday, November 28, 2008

Kodok Merah Diusulkan Menjadi Satwa Dilindungi


BOGOR, RABU(26/11/08) - Untuk mencegah dari kepunahan, kodok merah (Leptophyrne cruentata) diajukan sebagai satwa dilindungi. Kodok yang termasuk jenis endemik atau hanya hidup di Pulau Jawa itu sudah jarang sekali ditemui saat ini.
"Kodok merah akan diajukan untuk dilindungi, draft-nya sudah jadi," ujar Hellen Kurniati, peneliti kodok dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di sela-sela open house Museum Zoologicum Bogoriense, Cibinong, Bogor, Rabu (26/11).
Ia mengatakan kodok merah termasuk satwa yang terancam punah. Sejak tahun 2004, spesies tersebut telah masuh dalam Red List International Union for Conservation of Nature dengan status CR (critically endangered) namun belum masuk dalam daftar satwa yang dilindungi.
Populasinya diperkirakan hanya tersisa di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Kodok merah hidup pada dataran tinggi pada ketinggian antara 1200-1500 meter di lingkungan dekat air yang jernih dan mengalir seperti air terjun.
"Saya setahun meneliti di sana hanya menemukan di satu lokasi itu pun cuma 4 ekor," ujar Hellen. Ia menemukannya saat melakukan observasi pada Agustus 2005. Jumlah populasi yang tersisa belum diketahui namun Hellen memperkirakan sudah sangat sedikit mengingat terdesaknya habitat khas yang dibutuhkan kodok tersebut untuk bertahan hidup.
Kodok merah termasuk jenis yang sangat peka terhadap perubahan lingkungan dan sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Di kawasan hutan yang terbuka di mana kubangan air tidak ada, kodok merah tak dapat ditemukan lagi. Hilangnya populasi kodok merah menurut Hellen merupakan salah satu indikator terjadinya kerusakan lingkungan di kawasan tersebut.

Thursday, November 27, 2008

Kubunuh Rasa Takutku dengan Slooping



Pekan kemarin, khususnya hari Rabu tanggal 19 Nopember 2008 merupakan hari yang luar biasa bagi saya, betapa tidak, saya dapat membunuh rasa takut saya yang telah ada sejak saya lahir. Takut ketinggian. Saya ingat, waktu saya kecil diajak oleh bapak ke Monas, tapi saya tidak berani naik, karena begitu takutnya. Apalagi sejak saya mengalami kecelakaan dan harus dioperasi pada kepala, semakin bertambahlah trauma terhadap ketinggian, menyeberang jalan dengan naik jembatan penyeberangan merupakan hal yang sangat menyiksa.

Hal tersebut bukan datang dengan tiba-tiba begitu saja, karena malam sebelumnya saya secara tidak langsung menjalani terapi ketika sesi acara berjalan melintasi bara api. Sebelum kami melintas di bara api, kami diberikan arahan bagaimana cara kami dapat memotivasi diri denga jauh lebih kuat. Berbagai cara diajarkan dan langsung dipraktekkan saat itu juga pada sesi tersebut. Malam yang dingin justru membuat semangat semakin berkobar malam itu. Dan akhirnya kami diminta untuk melewati jalan yang telah diberi arang yang dibakar dengan membara. Saya akui, nyali sempat ciut melihatnya. Tetapi, pemateri memberi kami motivasi kembali sehingga berkobarlah rasa percaya diri, belum lagi melihat kenyataan teman-teman, baik muda maupun tua bisa berjalan diatas kobaran api tersebut. Akhirnya, saya juga bisa melaluinya. Alhamdulillah.

Esok paginya, saya memilih mengikuti outbond yang diadakan BaungCamp di TWA. G. Baung, yakni memilih high rope dibanding yang lain seperti air soft gun atau rafting (rafting mah bosen). Berawal dari wall climbing kemudian dilanjutkan sircuit high rope dan yang terakhir adalah slooping. Saya bersama seorang reporter dari Trans TV melakukan Slooping tersebut. Slooping dilakukan dari ketinggian 90 meter meluncur diagonal ke bawah sejauh 140 m melalui depan dari air terjun Baung.

Satu kata, "dahsyat..!" Saya berani melakukannya, meluncur melalui air terjun dan berhenti ditengah-tengah, menikmati indahnya pemandangan dan gelora adrenalin di dada. Subhanalloh...!! Kubunuh rasa takutku terhadap ketinggian. Bisa..! Aku bisa.

Tidak ada kata yang lebih indah untuk mengungkapkan betapa indahnya pemandangan dari atas tali, merasakan gemuruh air terjun yang tepat ada di depan kita, merasakan hempasan angin yang ditamparkan air terjun ke tubuh kita. Fuuuh... sungguh pengalaman yang mempengaruhi jiwa saya. Terima kasih ya Alloh...

Terima kasih juga, buat pak Herman atas fasilitasnya dan mas Data Pela atas bantuannya. Thanks buat rekan-rekan Baungcamp semuanya.

Greenpeace: Minyak Sawit Ramah Lingkungan Hanya Isapan Jempol


JAKARTA, ANTARA - Greenpeace mengemukakan, minyak kelapa sawit yang kerap disebut ramah lingkungan dan diproduksi oleh sejumlah perusahaan yang termasuk anggota dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) itu sebagai isapan jempol. Menurut Juru Kampanye Greenpeace Asia Tenggara, Bustar Maitar, dalam keterangan tertulisnya yang Jumat (21/11), RSPO merupakan organisasi badan industri yang lemah dan tidak efektif.
Hal itu, ujar Bustar, karena berbagai perusahaan yang memproduksi minyak sawit dan juga menjadi anggota RSPO ternyata terus menghancurkan hutan dan lahan gambut di Indonesia.
Untuk itu, Greenpeace menyerukan kepada RSPO untuk mendukung moratorium atau jeda tebang secepatnya terhadap deforestasi dan pembukaan lahan gambut. Selain itu, Greenpeace juga menginginkan agar berbagai perusahaan yang gagal memenuhi komitmen moratorium tersebut agar dicabut keanggotaannya dari RSPO.
Sepanjang setahun terakhir, Greenpeace telah menerbitkan dua buah laporan, yaitu "Cooking The Climate" dan "Burning Up Borneo", yang menunjukkan bahwa sejumlah anggota RSPO secara aktif terlibat dalam pengrusakan hutan tropis. Bustar juga menyerukan kepada pemerintah untuk segera menerapkan moratorium terhadap semua konversi hutan termasuk perluasan perkebunan kelapa sawit.
Sebelumnya, LSM lingkungan tingkat global lainnya yaitu WWF (World Wildlife Fund) mendesak konsumen minyak sawit di berbagai negara agar beralih membeli minyak sawit lestari yang bersertifikat sesuai dengan prinsip dan kriteria RSPO. Berdasarkan siaran pers dari WWF-Indonesia, RSPO menetapkan sekumpulan standar untuk memastikan bahwa minyak sawit diproduksi dengan cara yang bertanggungjawab secara sosial dan lingkungan.
Sebagai salah satu pendiri RSPO, WWF sejak 2002 telah bekerjasama dengan berbagai pihak pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa standar RSPO memuat kriteria yang kuat seperti larangan mengkonversi hutan bernilai tinggi. Menurut keterangan WWF, RSPO mempertemukan pengusaha kebun sawit, pengolah minyak sawit, perusahaan makanan, peritel, LSM, dan para investor untuk memastikan bahwa tidak ada hutan hujan tropis yang dikorbankan untuk perkebunan kelapa sawit baru.

Tanpa Emisi CO2, Bumi Akan Menuju Jaman Es


Paris (ANTARA News/24-11-08) - Pergeseran terjadwal orbit Bumi akan membuat Bumi mengalami Jaman Es ribuan tahun dari sekarang, namun kejadian ini mungkin dapat dicegah akibat gas rumah kaca buatan manusia, para ilmuwan menyatakan.
Namun begitu, mereka memperingatkan bahwa berita ini bukan sebagai alasan mendukung pemanasan global, yang sudah terbayang di depan mata dengan dampaknya yang merusak terhadap sistem iklim.
Bumi telah mengalami periode panjang musim dingin ekstrem pada miliaran tahun silam dalam sejarahnya.
Musim dingin yang sangat menggigit diselang-selingi dengan periode "interglasial" yang relatif hangat, merupakan periode yang telah kita alami sejak berakhirnya Jaman Es, sekitar 11.000 tahun silam.
Perubahan iklim ini ada penyebab alamiahnya, yang diyakini terutama berakar dari perubahan orbit dan sumbu Bumi, sekalipun sebentar, memiliki dampak yang besar sekali atas bagaimana panas sinar Matahari jatuh pada permukaan planet Bumi.
Dua peneliti membangun sebuah model komputer berkuatan tinggi untuk melihat dengan seksama pada fase-fase dingin dan hangat ini.
Di samping perubahan keplanetan, mereka juga memperhatikan level karbon dioksida (CO2), yang ditemukan dalam gelembung kecil pada inti es, yang memberikan indikator suhu yang berlangsung ratusan ribu tahun.
Mereka menemukan perubahan dramatis dalam iklim, termasuk perubahan ketika Bumi berubah dari satu keadaan ke kondisi lainnya dalam waktu yang relatif singkat, kata salah satu pengarang, geosaintis Thomas Crowley dari Universitas Edinburgh, Skotlandia.
Pergeseran-pergeseran ini, yang disebut "pencabangan dua", tampaknya terjadi dalam rangkaian yang tiba-tiba, yang bertentangan persepsi bahwa planet Bumi mengalami masa dingin atau panas dengan perlahan.
Menurut model itu, yang disiarkan dalam jurnal Inggris Nature oleh Crowley dan fisikawan William Hyde dari Universitas Toronto, Kanada, "pencabangan" biasanya akan terjadi antara 10.000 hingga 100.000 tahun dari sekarang.
Iklim yang dingin akan memicu periode beku yang panjang dan stabil pada kawasan di garis lintang bagian tengah, melimpahi Eropa, Asia dan Amerika Utara hingga ke garis lintang 45-50 derajat dengan lapisan es tebal.

Imbangi pendinginan

Namun begitu, kini ada begitu banyak CO2 di udara, sebagai hasil pembakaran bahan bakar fosil dan penggundulan hutan, dan ini memperbesar dampak gas rumah kaca yang memerangkap panas yang akan mengimbangi pengaruh pendinginan daeri pergeseran orbit, tutur Crowley,seperti dikutip AFP.
"Bahkan level yang ada saat ini lebih dari cukup untuk mencapai kondisi yang menentukan yang tampak pada model itu," katanya. "Jika mengurangi sedikit CO2, itupun mungkin masih memadai."
Pada September lalu, sebuah konsorsium riset ilmiah bernama Proyek Karbon Global (GCP) menyatakan konsentrasi CO2 di atmosfir mencapai 383 ppm pada 2007, atau 37 persen di tas level pra-industri.
Konsentrasi saat ini "tertinggi dalam 650.000 tahun terakhir dan kemungkinan dalam 20 juta tahun belakangan ini," kata laporan itu.
Crowley memperingatkan mereka yang akan memanfaatkan pengkajian baru itu dengan menyatakan "karbon dioksida kini suatu hal yang baik karena mencegah kita menuju periode dingin membeku."
"Kami tak ingin memberi kesan kepada masyarakat," katanya. "Anda tidak bisa mengunakan pendapat ini sebagai pembenaran terhadap pemanasan global (buatan manusia).
Tahun lalu, Panel Antar-pemerintah mengenai Perubahan Iklim (IPCC) PBB yang meraih Nobel menyatakan bahwa emisi gas rumah kaca sudah menyebabkan perubahan yang tampak terhadap sistem iklim, terutama pada es dan salju.
Bila dibiarkan tanpa pengendalian, perubahan iklim akan memicu kekeringan yang meluas dan banjir pada akhir abad ini, sehingga menyebabkan kelaparan, kehilangan tempat berteduh dan tekanan lainnya atas jutaan orang. (*)

Empati

By: Andy F Noya
Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji di kawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas. Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke hari. Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja, jika menemani anak-anak makan di restoran cepat saji seperti ini, saya tidak terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada. Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika sayaterlalu asyik menyantap makanan.
Namun malam itu saya bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang melihat, pemandangan tersebut menjadi istimewa.
Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang dibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang baru saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan yang berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yang menarik perhatian saya adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas makanan.
Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan di atas meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempat sampah. Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor oleh tumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak.Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan. Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa makanan yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang pelayan sekalipun.
Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya tidak mudah. Sebelum ini saya juga pernah melakukannya. Tetapi perbuatan saya itu justru menjadi bahan tertawaan teman-teman. Saya dibilang sok kebarat-baratan. Sok menunjukkan pernahke luar negeri. Sebab di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika, sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah. Pelayan terbatas karena tenaga kerja mahal.
Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita. Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh beberapa menit. Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orang melakukannya, artinya akan besar sekali bagi para pelayan restoran.
Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya arti besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk membersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka. Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya membersihkan sampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk membuang sampah di situ.
Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sang bapak itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan sehat. Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada slogan, umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya memberikan keteladanan. Keteladanan kecil yang berdampak besar.
Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika saja setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya. Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang. Padahal asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum.
Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku "Chiken Soup", saya kerap membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli siapa di belakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang saya pasti akan merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan. Jika hari itu dia bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia menyebarkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia temui hari itu. Saya berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang.
Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.
Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata "terima kasih" saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang kembalian. Menurut dia, kata "terima kasih" merupakan "magic words" yang akan membuat orang lain senang. Begitu juga kata "tolong" ketika kita meminta bantuan orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.
Dulu saya sering marah jika ada angkutan umum, misalnya bus, mikrolet, bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya. Sampai suatu hari istri saya mengingatkan bahwa saya harus berempati pada mereka. Para supir kendaraan umum itu harus berjuang untuk mengejar setoran. "Sementara kamu kan tidak mengejar setoran?'' Nasihat itu diperoleh istri saya dari sebuah tulisan almarhum Romo Mangunwijaya. Sejak saat itu, jika ada kendaraan umum yang menyerobot seenak udelnya, saya segera teringat nasihat istri tersebut.
Saya membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita dapat membuat orang lain bahagia. Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati pada perasaan orang lain. Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan membuang sisa makanan kita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan pekerjaan pelayan restoran.
Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu saja setelah membayar, kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan tidak membuang permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang dari perasaan kesal karena sepatu atau celananya lengket kena permen karet.
Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak di antara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika membuka pintu, menahannya sebentar dan menoleh kebelakang untuk berjaga-jaga apakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi sering melihat orang yang membuka pintu lalu melepaskannya begitu saja tanpa perduli orang di belakangnya terbentur oleh pintu tersebut.
Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak memberatkan kita tetapi besar artinya bagi orang lain. Mulailah dari hal-hal kecil-kecil. Mulailah dari diri Anda lebih dulu. Mulailah sekarang juga.

Wednesday, November 26, 2008

WASSER, Mesin Pompa Ngantuk

Sungguh, hari minggu (23/11) kemarin betul-betul membuat saya dibuat kesal dan stress oleh pompa air milik saya di rumah. Seingat saya saya beli belum ada setahun, tapi sudah mati. Lalu saya telpon Pak Gatot, "manusia serba bisa" dalam hal rumah, yang sudah kenal akrab dengan keluarga ayah saya. Bersamanya, saya membawa Wasser saya ke tukang pompa untuk dibetulkan (karena ketika saya beli, saya serahkan ke Developer perumahan untuk dipasang, sehingga Kartu Garansi-nya entah dimana).
Karena masalah yang tambah sedikit rumit, Pak Gatot-pun akhirnya membawa temannya yang memang pekerjaannya berhubungan dengan Pompa, sumur, bor. Pompa Wasser double jet yang sudah diperbaiki (ternyata konset dan kemasukkan air, sehingga ada 2 kabel yang putus) dipasang kembali, memang menyala, tetapi dilihat dari tekanannya, pompa ini sudah tidak mampu mengangkat air dari dalam sumur bor rumah saya yang hanya berkedalaman 10 meter saja. Jangankan sampai masuk tandon, keluar dari pompa saja tidak bisa. "Wes pak, ini pompa kalau dibetulkanpun habisnya banyak mending beli pompa yang baru, yang jauh lebih bagus, Wasser ngantukan, susah hidup, hehehe..", ujar tukang pompa terkekeh sambil menghisap rokok kreteknya. "dirumah saya banyak wasser, tapi ya gitu rusak semua, payah ..", tambahnya. Wah makin panas dan stres saja saya.
Akhirnya, karena hari sudah sore, kami sepakat akan dilanjutkan esok harinya dengan memasang pompa double jet yang baru, yang pasti saya beli yang bagus sekalian walaupun harganya 3 kali lipat harga pompa Wasser. Dan akhirnya, terpaksa keluarga saya ungsikan ke rumah orang tua yang masih satu kota, karena air dirumah sudah habis sedangkan di perumahan kami belum ada PDAM. Nasib... gara-gara beli pompa yang payah, gak kayak iklannya.

Bangkai Ikan Lemuru Penuhi Pantai Kuta


BADUNG - Seperti siklus tahunan, kemarin (25/11) ribuan bangkai ikan terdampar dan berserakan di Pantai Kuta. Bau busuk menyengat pun kembali tersebar hampir di sepanjang pantai.

Koordinator Satgas Pantai I Gusti Ngurah Tresna menjelaskan, bangkai-bangkai ikan itu berserakan sejak malam sebelumnya. ''Sehari ini kami sudah bolak-balik empat kali membersihkannya. Tapi, memang hampir setiap tahun ini terjadi. Jadi, kami sudah bisa mengantisipasi agar tidak mengganggu wisatawan,'' tutur pria murah senyum itu.

Berdasar pantauan Radar Bali (Jawa Pos Group), bangkai ikan jenis lemuru itu memang berserakan di sana-sini. Mulai perbatasan Pantai Legian hingga Kuta.

Bangkai ikan yang bercampur sejenis rumput laut itu pun tersebar sampai Pantai Pura Segara, Kuta. Aroma amis akibat bau dari bangkai tercium hingga radius sekitar lima ratus meter.

Uniknya, para wisatawan yang melihat tidak tinggal diam. Mereka ikut bahu-membahu membersihkan pantai dari bangkai ikan. ''Baunya sudah amis sejak malam hari,'' ujar Ngurah Tresna.

Di pihak lain, Kawan, salah seorang staf Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan (Disnakkanlut) Badung, yang datang ke lokasi mengatakan bahwa diduga telah terjadi blooming plankton. Istilah tersebut menggambarkan terjadinya pertumbuhan populasi plankton beracun di dasar laut. (fer/jpnn/ruk)

Hujan Terus Guyur Indonesia

JAKARTA, RABU - Hujan masih mendominasi prakiraan cuaca di sebagian besar kota provinsi Indonesia Selasa (25/11) hingga Rabu (26/11) pagi ini.
No
K o t a
Malam
18.00 – 00.00
Pagi
00.00 – 07.00
1
Banda Aceh
Hujan ringan – sedang
Hujan ringan – sedang
2
Medan
Berawan dan hujan ringan
Berawan dan hujan ringan
3
Pekanbaru
Berawan dan hujan ringan
Berawan
4
Batam
Berawan dan hujan ringan – sedang
Berawan dan hujan ringan
5
Padang
Berawan
Berawan
6
Jambi
Berawan
Berawan
7
Palembang
Berawan
Berawan
8
Pangkal Pinang
Hujan ringan kadang sedang
Berawan dan hujan ringan
9
Bengkulu
Berawan dan hujan ringan
Berawan
10
BandarLampung
Berawan
Berawan dan hujan ringan
11
Pontianak
Berawan
Berawan dan hujan ringan
12
Samarinda
Berawan dan hujan ringan
Berawan dan hujan ringan
13
Palangkaraya
Berawan dan hujan ringan kadang sedang
Berawan dan hujan ringan
14
Banjarmasin
Berawan dan hujan ringan – sedang
Berawan dan hujan ringan
15
Manado
Berawan dan hujan ringan kadang sedang
Berawan dan hujan ringan
16
Gorontalo
Berawan dan hujan ringan – sedang
Berawan dan hujan ringan
17
P a l u
Berawan dan hujan ringan
Berawan
18
Kendari
Berawan dan hujan ringan kadang sedang
Berawan dan hujan ringan
19
Makasar
Berawan dan hujan ringan kadang sedang
Berawan dan hujan ringan
20
Majene
Berawan dan hujan ringan
Berawan dan hujan ringan
21
Ternate
Hujan ringan – sedang kadang lebat
Berawan dan hujan ringan – sedang
22
Ambon
Berawan dan hujan ringan – sedang
Berawan dan hujan ringan
23
Jayapura
Berawan dan hujan ringan
Berawan
24
Sorong
Berawan dan hujan ringan
Berawan dan hujan ringan
25
B i a k
Berawan dan hujan ringan kadang sedang
Berawan dan hujan ringan
26
Manokwari
Berawan dan hujan ringan
Berawan
27
Merauke
Berawan dan hujan ringan
Berawan
28
Kupang
Hujan ringan – sedang kadang lebat
Hujan ringan – sedang
29
Sumbawa Besar
Berawan dan hujan ringan – sedang
Berawan dan hujan ringan
30
Mataram
Berawan dan hujan ringan – sedang
Berawan dan hujan ringan
31
Denpasar
Berawan dan Hujan ringan – sedang
Berawan dan Hujan ringan – sedang
32
Jakarta
Berawan dan hujan ringan – sedang
Berawan dan hujan ringan
33
Serang
Berawan
Berawan dan hujan ringan
34
Bandung
Hujan ringan – sedang
Berawan dan Hujan ringan kadang sedang
35
Semarang
Berawan dan hujan ringan – sedang
Berawan dan hujan ringan
36
Yogyakarta
Hujan ringan – sedang
Berawan dan hujan ringan
37
Surabaya
Hujan ringan – sedang
Berawan dan hujan ringan – sedang
Sumber : BMG (KOMPAS)

Jangan Coba-coba Menggoda Cewek di Mesir

Lebih dari 400 remaja pria berusia 15 hingga 17 tahun di Kairo, Mesir, harus berurusan dengan polisi. Peristiwa pada pekan lalu ini terjadi karena para remaja itu "genit" alias menggoda remaja-remaja putri.


Foto: Gadis Remaja Mesir (internet)
"Kami menahan ratusan remaja pria itu karena menggoda remaja putri," ujar Direktur Kepolisian Kairo Faruq Lashin seusai melakukan operasi pemberantasan pelecehan seksual. Semua remaja itu akan diajukan ke pengadilan dengan kemungkinan dikenai denda.
Remaja pria itu dirazia di depan sekolah, universitas, dan sepanjang pesisir Sungai Nil yang romantis. Aksi ini dilakukan setelah kelompok hak-hak perempuan di Mesir berkampanye soal terjadinya pelecehan seksual atas perempuan dan menuduh polisi membiarkan fenomena ini.
Senin lalu pengadilan Kairo menghukum setahun penjara seorang remaja pria karena serangan seksual terhadap dua perempuan. Sejauh ini 34 pria ditahan karena menggoda perempuan. Tuduhan menggoda atau genit terhadap perempuan rada sulit karena belum ada definisi hukum pelecehan seksual.
Perempuan, termasuk warga asing, di Mesir sering digoda. Sebuah survei menunjukkan, 83 persen perempuan Mesir dan 98 persen perempuan asing di Mesir mengaku pernah mengalami pelecehan. (kompas.com)

Friday, November 14, 2008

Selamat Ulang Tahun Kila ...


Selamat ulang tahun yang pertama putraku, Agsya Fahiem Manna Kila. Semoga Alloh SWT. selalu memberikan dirimu perlindungan, kesehatan, dan umur yang panjang. Semoga, tumbuh menjadi insan yang berahlak mulia, setia pada agamamu Islam, dan berguna bagi agamamu, bangsa, orang sekitarmu serta orang tuamu.
Selamat ulang tahun putraku ...
Kami sayang kamu.

Thursday, November 13, 2008

Indera Keenam

Indera yang satu ini tidak semua orang punya. Kemampuan keenam ini merupakan "kelebihan" yang dimiliki seseorang yang mungkin tanpa disadarinya telah ada padanya. Kelebihan yang disebut indera keenam ini kadang berupa insting yang kuat atau berupa penglihatan "lebih". Penglihatan ini maksudnya orang tersebut dapat melihat benda-benda yang tidak lazim dapat dilihat dengan mata biasa seperti orang awam umumnya. Dapat melihat benda / mahluk gaib, bukanlah hal yang menyenangkan (mungkin) bagi si empunya indera atau juga bagi orang disekitarnya.

Adik kandung saya, sejak kecil dia dapat melihat mahluk gaib. Saya ingat betul sejak ia sakit dan sering diganggu mahluk-mahluk gaib tersebut, hingga kini ia masih dapat melihatnya. Sering dia jengkel dengan "anugerah" tersebut, karena terpaksa ia melihat hal-hal serem yang ia tidak mau melihatnya.

Istri saya yang tercinta, sejak ia SMA juga dapat melihat mahluk-mahluk gaib. Dan kemampuannya lebih kuat dibanding adik saya. Semula saya terpengaruh dengan kemampuannya tersebut, karena kadang saya juga agak takur jika dia ketakutan karena yang ia lihat begitu banyak. Tapi lama kelamaan, saya mulai terbiasa dan dapat membaca gelagat jika ia melihat mahluk gaib yang ada disekitar kita. Bahkan istriku dapat mengetahui suatu tempat itu merupakan tempat berkumpulnya mahluk-mahluk gaib atau bukan. Banyak sudah pengalaman yang bikin spot jantung jika sedang jalan-jalan dengan istriku, hal yang yang menakutkan tentunya.

Anak saya, Kila, sepertinya ada gelagat ke sana juga. Tapi saya berdo'a semoga anakku tersebut tidak memiliki kemampuan seperti uminya tersebut. Tentu adalah hal yang seram baginya jika mempunyai kemampuan tersebut.

Tapi, saya sangat yakin, hanya ada satu kekuatan yang "Maha" di dunia ini, Alloh SWT. Rajin beribadah, dan selalu meminta perlindungan dari-Nya.

Thursday, November 6, 2008

Do'akan aku, istriku ...

Doa'kan aku istriku
do'akan agar aku tetap disaat ini
tetap mencintaimu sepenuh hati

do'akan agar aku tidak jadi pejabat
karena aku takut tidak mampu menahan godaan
yang membuat aku lupa akan dirimu dan key

do'akan agar karirku tidak menanjak
karena aku takut lupa daratan
sehingga aku lupa segala yang aku cintai saat ini

karena aku cinta diriku saat ini,
punya kamu dan key anak kita
yang aku cintai dengan seluruh jiwaku

Wednesday, November 5, 2008

Dhuhur Kurang Satu Rakaat

Saya kurang tahu penyebabnya apa, tapi yang jelas seisi mushola tadi siang sholat Dhuhur-nya kurang satu rakaat tetapi tidak ada yang mengingatkan Imam. Padahal caranya mudah, dengan melafalkan kata "Subhanalloh.." dengan cukup lantang agar Imam dapat mendengar atau dengan menepuk paha kita sekali hingga suara tepukan dapat terdengar oleh Imam. Tapi seisi mushola benar-benar larut dengan pikiran masing-masing, mungkin. Saya sendiri benar-benar jauh dari kata khusuk, sehingga saya ragu apa tadi sudah rakaat keempat apa masih ketiga. Kemudian Imam diberitahu bahwa sholat kami kurang satu rakaat, Imam langsung berdiri dengan diikuti ma'mum untuk melanjutkan rakaat yang kurang tadi.
Saya sangat terpengaruh dengan kejadian semalam, sehingga kejadian itu bergelayut terus di pikiran saya, sehingga sholatpun tidak khusuk. Dan saya sangat menyesal atas kejadian semalam, dimana saya bertengkar dengan seorang borjuis bermobil sirion hitam di jalan. Semalam saya berpikir, alangkah berbahayanya perbuatan saya semalam, bukan berbahaya untuk saya, tapi kedepan mungkin berbahaya bagi istri dan anak saya. Karena jika terjadi apa-apa dengan saya, tentu yang kesusahan adalah mereka berdua. Dan saya berjanji kepada istri saya tidak akan mengulangi hal tersebut dikemudian hari. Bukan karena saya pengecut, tapi hidup saya sekarang bukan lagi milik saya pribadi, tetapi juga ada istri dan anak yang juga menjadi tanggungjawab saya. God forgive me.
Ya, karena pikiran itu jugalah, saya kurang konsentrasi pada sholat dhuhur tadi. Sehingga seharusnya keraguan tadi tidak menghinggapiku untuk mengingatkan Imam bahwa sholat kami tadi kurang satu rakaat.

Friday, October 31, 2008

Mencari Mr Spock di Epsilon Eridani

KORAN TEMPO (30/10/2008) - Para kreator serial science fiction Star Trek tak tahu kalau bintang Epsilon Eridani yang mereka citrakan sebagai lokasi Vulkan, planet tempat kelahiran Mr Spock, ternyata benar-benar memiliki sejumlah planet. Paling tidak begitulah hasil observasi terbaru yang dilaporkan oleh sebuah tim astronomi dalam konferensi Spitzer kelima di Pasadena, California, Amerika Serikat.
Hasil observasi teleskop antariksa Spitzer milik Badan Antariksa Amerika, NASA, itu mengindikasikan bahwa sistem planet yang terdekat dengan tata surya kita ternyata memiliki dua sabuk asteroid, yang tersusun dari puing batu dan logam yang tersisa dari tahap awal pembentukan planet.
Lokasi sabuk asteroid pertama kira-kira menyamai posisi sabuk asteroid pada tata surya kita dan kaya akan debu silikat. Sabuk kedua, yang lebih padat dengan puing es dan batu, terletak di antara sabuk pertama dan cincin terluar. Cincin komet ini berjarak 35-90 unit astronomi (1 unit AU sama dengan jarak bumi-matahari) dari Epsilon Eridani, atau mirip dengan Sabuk Kuiper pada tata surya.
Terdeteksinya dua sabuk asteroid ditambah satu cincin komet es terluar di sekeliling Epsilon Eridani telah membuat para astronom curiga bahwa bintang itu memiliki sedikitnya tiga planet dengan massa yang cukup besar. Salah satu planet telah ditemukan pada 2000. Planet yang diberi nama Epsilon Eridani b itu diperkirakan merupakan obyek sekelas Jupiter yang mengorbit bintang terdekat pada jarak 3,4 AU, atau di luar sabuk asteroid terdalam.
Dua kandidat planet yang diperkirakan ada di antara sabuk asteroid luar dan sabuk komet dalam tata Epsilon Eridani diberi nama B dan C. Dengan adanya temuan ini, maka planet b menjadi planet A.
"Kami memang belum melihatnya. Tapi jika tata bintangnya mirip dengan tata surya kita, berarti di sana seharusnya ada planet seperti di sini," kata Massimo Marengo, astronom dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics di Cambridge, Massachusetts.
Astronom lain yang tergabung dalam tim itu, Dana Backman, menyatakan kemungkinan besar tata Epsilon Eridani itu mirip dengan tata surya ketika kehidupan pertama kali muncul di bumi. "Perbedaan utama yang kami ketahui sejauh ini adalah tata bintang itu memiliki satu tambahan cincin material pembentukan planet yang tersisa," kata astronom dari SETI Institute di Mountain View, California.
Temuan Backman dan timnya itu akan dipublikasikan dalam jurnal Astrophysical pada awal tahun depan. Menurut mereka, puing batu dan logam yang tersisa dari tahap awal pembentukan planet di sekitar Epsilon Eridani merupakan sinyal kuat bahwa planet batu seperti bumi bisa saja mengorbit di bagian dalam sistem itu, dengan planet gas raksasa berputar dekat pinggiran sabuk asteroid.
Dalam tata surya kita, misalnya, ada bukti bahwa Jupiter, yang terletak tepat di luar sabuk asteroid, menyebabkan terbentuknya sabuk asteroid jutaan tahun yang lalu dengan mengaduk material yang seharusnya bisa bergabung membentuk planet. Kini, Jupiter tetap memiliki peran penting, yakni menjaga sabuk asteroid agar tetap berbentuk cincin.
Penemuan sabuk material ganda sebetulnya bukanlah hal baru. Epsilon Eridani jaraknya amat dekat dekat bumi, bahkan dapat dilihat dengan mata telanjang. Bintang di konstelasi Eridanus itu juga amat mirip dengan matahari.
Bintang kerdil merah jingga ini adalah bintang yang relatif masih muda, dengan usia sekitar 600-800 juta tahun, atau seperlima matahari. Massanya diperkirakan hanya 83-85 persen dari massa matahari. Ukurannya pun sedikit lebih kecil, 84 persen dari diameter matahari. Cahaya yang dipancarkannya jauh lebih redup, cuma 27,8 persen.
Meski lebih dingin dibanding matahari, bintang ini masuk dalam target pertama yang dieksplorasi untuk mencari tanda adanya kehidupan lain di luar bumi dengan teleskop radio pada 1960.
Letak dan kemiripannya dengan matahari juga menjadikan Epsilon Eridani amat populer dalam science fiction. Tak hanya serial televisi Star Trek yang meminjamnya, tapi juga Babylon 5 serta sejumlah novel karangan Issac Asimov dan Frank Herbert.
"Tentu saja tak semua fans Star Trek setuju bila planet Mr Spock ada di Epsilon Eridani," kata Marengo. "Bintang itu masih muda, dan bangsa Vulcan seharusnya adalah masyarakat yang amat maju."

Geolog Dunia Nilai Semburan Lumpur Lapindo Akibat Pengeboran

KORAN TEMPO (30/10/2008) - Konferensi American Association of Petroleum Geologists di Cape Town, Afrika Selatan, menyimpulkan aktivitas pengeboran sebagai penyebab terjadinya semburan lumpur Lapindo Brantas Inc di sumur Banjar Panji 1, Sidoarjo, Jawa Timur. Kesimpulan ini diambil berdasarkan suara terbanyak dalam pemungutan suara pada 28 Oktober 2008.
Konferensi itu dilangsungkan pada 27-29 Oktober. Sebanyak 42 geolog petroleum meyakini aktivitas pengeboran sebagai penyebab tunggal. Sedangkan 13 geolog lainnya menilai pengeboran dan gempa di Yogyakarta sebagai penyebab. Yang berpendapat gempa Yogyakarta sebagai penyebab hanya tiga geolog. Sisanya, yakni enam geolog, belum bisa menyimpulkan penyebabnya.
"Ini merupakan kesimpulan tertinggi tingkat dunia yang tak bisa dibantah," kata Rudi Rubiandini, geolog petroleum dari Institut Teknologi Bandung, salah satu peserta konferensi, kemarin.
Rudi berpendapat, pemerintah Indonesia dapat menggunakan hasil konferensi itu sebagai bahan dalam menyelesaikan kasus lumpur Lapindo. Dia menegaskan, lembaga yang menyebabkan terjadinya semburan lumpur harus bertanggung jawab. Sejauh ini proses hukum kasus Lapindo menemui jalan buntu di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur karena tak cukup bukti.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Evita Legowo, mengatakan pemerintah terbuka untuk menerima hasil rekomendasi terbaru itu. "Kami selalu terbuka untuk itu," kata Evita kepada Tempo kemarin.
Jika data hasil telah diterima, kata Evita, barulah pemerintah bisa membahas lebih lanjut. "Nanti akan ada keputusannya.”
Senior Vice President PT Energi Mega Persada Lapindo, Bambang Istadi, menolak kesimpulan konferensi. Alasannya, pendapat tersebut tidak dikeluarkan seluruh geolog dunia. "Itu tidak mempresentasikan pendapat seluruh geolog di dunia," ujar Bambang melalui pesan pendeknya kepada Tempo kemarin.
Sementara itu, Rudi juga menanggapi siaran pers PT Lapindo Brantas pada 22 Oktober, yang menyebutkan bahwa para geolog dalam pertemuan The Geological Society di London menyimpulkan semburan lumpur Lapindo diakibatkan oleh mud volcano. Menurut Rudi, pertemuan itu tak menghasilkan kesimpulan apa-apa. “Ahli geologi umum itu hanya berdiskusi, tidak menghasilkan kesimpulan.”
Menanggapi hal ini, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menuding PT Lapindo telah berbohong kepada publik. "Ini proses pembohongan publik luar biasa," kata Kepala Departemen Advokasi dan Jaringan Walhi Muhammad Teguh Surya kemarin. Walhi berencana menggugat Lapindo ke pengadilan.

Wednesday, October 29, 2008

Hujan ...

Alhamdulillah, minggu ini Surabaya sudah diguyur hujan. Setelah melalui minggu berat, minggu kemarin, dimana suhu kota Surabaya mencapai 41 derajat Celcius di siang hari. iiihhh.... puanas sekaliii... setelah kepanasan disiang hari, saya merasakan kesejukan di malam hari, karena sore pulang ke Malang, yang sudah duluan diguyur hujan.
Dan pagi ini begitu scooter saya menerjang jalanan Juanda, genangan air dimana-mana, terutama jalan depan kantor pos yang berlubang-lubang. Udara seger, gak lupa deh mampir di warung samping kantor Dinas Kehutanan, ngopi dulu. Rasa kantuk mulai pudar. Maklum, jam 4 pagi saya sudah bangun, mandi, sholat, dan berangkat ke Surabaya. Sampai di Surabaya sekitar jam 6 pagi. Jadi, alangkah nikmatnya pagi-pagi begitu menikmati secangkir kopi didampingi pisang goreng yang masih hangat. mmmm ....
Terima kasih Alloh atas hujan yang Kau kirim kembali di kota panas ini.

Thursday, October 23, 2008

BUS

Suatu hari, istri saya menelpon ke hp. Ketika itu saya sedang berada di lobby atas kantor. Dengan suara sedikit lemas ia menanyakan keberadaanku. Tentu saja ini membuat saya sedikit cemas dan panik mulai menggerogoti pikiranku. Rupanya ia sangat khawatir, karena baru saja ia dapat kabar bahwa suami dari rekanan perusahaannya telah meninggal dunia kemarin karena kecelakaan. Belum jelas dimana, yang jelas ia bekerja di Surabaya seperti halnya saya, dan setiap hari kami pulang pergi Malang - Surabaya. Istriku khawatir dan mewanti-wanti saya untuk selalu berhati-hati dalam perjalanan.
Dengan pemindahan saya ke kantor Surabaya dan setelah kami menempati rumah kami sendiri, setiap hari saya pulang pergi Malang - Surabaya yang jauhnya 80 km. Dari terminal Bungurasih Surabaya saya lanjutkan perjalanan dengan menaiki scooter saya ke Juanda, letak kantor saya tersebut. Demikian setiap harinya. Jadi kalau dihitung-hitung, hampir 4 jam dalam sehari saya habiskan duduk dalam bis. 20 menit lainnya saya habiskan dengan naik scooter Juanda - Bungurasih.
Sebenarnya hal ini bukan barang baru, hampir 6 tahun saya lakoni juga begitu, hanya saja tidak tiap hari tetapi setiap minggu sekali, karena jaraknya cukup jauh. Waktu itu saya ditugaskan di Kantor Seksi di sebuah kota kecil dekat perbatasan Jawa Tengah, Bojonegoro. Pun, ketika kami masih pacaran jarak jauh dengan istri saya yang ketika itu masih tinggal di Kelapa Dua Depok. Pernah terjadi kecelakaan maut di sebuah daerah dekat Baureno - Bojonegoro antara bis dan truk. Kebetulan hari itu adalah senin pagi dimana biasanya saya berangkat ke Bojonegoro dari Malang yang membutuhkan waktu sekita 4 jam lebih. HP saya berdering, rupanya dari istri saya di jakarta yang menanyakan keadaan saya, karena kejadian kecelakaan itu diliput oleh Metro Tv. Dan benar saja, tidak begitu lama bis yang saya tumpangi melalui tempat kecelakaan tersebut. Wah mengerikan sekali.
Kadang serem juga naik bis, tapi saya tidak mempunyai pilihan yang lebih baik dibanding bis. Kereta, berangkat pagi sekali pukul 04.30 WIB dan baru tiba di Surabaya paling pagi pukul 07.00 WIB, sering juga molor. Memang murah tapi tidak tepat waktu. Naik sepeda motor? Wah boros di bensin dan di kesehatan. Bis, pilihan yang sangat masuk akal, cukup ekonomis, dan bisa tidur. Cukup ekonomis? ya, hanya anggota TNI dan POLRI yang menyebutnya SANGAT EKONOMIS. Tarip ekonomi Malang - Surabaya 8.000 perak, tapi jika anggota TNI - Polri, cukup bayar 3.000 perak saja. Tapi saya juga kadang menikmatinya, maklum seragam yang sama berwarna hijau mirip TNI, kadang membuat sang kondektur menganggap saya anggota TNI, sehingga sering di beri kembalian lebih. Tapi itu paling juga 1 -2 kali seminggu saja, gak sering banget. hehehe.
Untuk perjalanan jarak jauh, fuih bis is the best dah. Saya sangat menikmati sekali perjalanan jarak jauh dengan bis. Kadang saya dan istri terkangen-kangen jika sudah lama sekali tidak naik bis jarak jauh. Karena pacaran kami yang dibentangi jarak yang cukup jauh, maka kami cukup sering melakukan perjalanan Malang - Jakarta dengan bis, setidaknya sebulan sekali kala itu. Santai dan bisa menikmati pemandangan malam di setiap kota.
Dan saat ini, saya hampir terbiasa melakukan perjalanan pergi pulang bekerja. Senin hingga Jum'at. Ya ... nikmati saja deh ...

Monday, October 20, 2008

Protokoler

Akhir pekan kemarin di Kota Malang, saya beberapa kali bertemu dengan rombongan "orang sombong" yang kalau lewat, jalanan harus di stop sehingga mereka dapat melenggang kangkung dengan nyaman. Sementara kita tidak nyaman karena macet, panas, napas sesak kena asap knalpot yang terus menerus menderu. Saya hitung ada tiga kali bertemu dengan rombongan yang sama, sudah gitu rombongan tersebut pakai bis tanggung merk "Bagong" sebanyak dua buah. Kesal sekali, menganggu aktifitas masyarakat, dan sok penting.
Masih asyiknya nggrundel karena kemacetan yang diakibatkan rombongan tersebut di sebuah jalan protokol di kota Malang, saya berhenti di perempatan Masjid Sabilillah Blimbing, karena lampu merah. Saya tertegun melihat seorang anak jalanan, yang kali ini dia tidak ngamen. Dia hanya duduk di anak tangga penyeberangan sambil memainkan gitar kecilnya. Wajah kucel seperti belum mandi seminggu, usia tanggung mungkin hampir 17, cewek, rambut pendek, ada tindik di bibir bagian bawahnya, celana jins belel yang lusuh, kaos hitam, dan sikapnya yang cuek dan pandangan kosong tanpa arti. Apa benar dia jadi anak jalanan karena keadaan dan putus sekolah, apa karena terbawa gaya hidup "anti kemapanan", atau jadi malas karena cukup dengan ngamen di perempatan uang sudah mengalir. Belum sempat aku menjawab pertanyaan dalam hatiku tadi, lampu sudah hijau. Yang aku ingat, perempatan tersebut beberapa kali saya lewat, jumlah anjal yang cewek cukup banyak. Beda dengan pertigaan mitra - sarangan, laki-laki semua dan bergaya "punk".
Bisa tidak sih, kalau melihat realita seperti itu, orang yang merasa "sok penting" itu ya biasa saja gitu. Mau jalan-jalan ya tidak perlu bikin macet jalan. Apa masih kurang bersyukur atas apa yang didapat, apa tidak pernah berpikir dengan hati jika melihat kondisi yang kurang beruntung seperti anjal itu. Apa mereka itu yang punya kota dan negara ini. Semoga dibukakan pintu hati, manusia - manusia yang merasa dirinya "penting" itu tadi. Ah gak penting banget deh.

Monday, October 6, 2008

Lebaran Tahun ini ...

Mungkin tahun ini adalah lebaran yang paling haru biru bagiku. Pertama karena inilah lebaran bagiku dengan tidak tinggal serumah dengan kedua orang tuaku dan segala kemeriahan rumah beliau. Kedua, di Lebaran ini aku harus mengasuh anakku sendiri karena Pembantuku pulang kampung dan istriku masih harus bekerja untuk perusahaan "kolonial"nya. Bukan hal yang mudah untuk mengasuh anakku di hari terakhir berpuasa mulai pagi hingga petang hari, mulai istriku berangkat kerja hingga saat berbuka puasa di kala istriku pulang kerja. 

Bukan perkara mudah untuk mengasuh anakku yang berumur 10 bulan. Memang senang sekali berkumpul dengan anakku seharian, tapi tidak juga ringan, karena aku harus juga memandikannya, menyuapi ia makan, memberi minum susu pada waktunya, menidurkannya jika ia sudah mengantuk, dan bermain dengan dia. Disaat yang sama aku juga bersih-bersih rumah, memanasi sayur untuk berbuka, memasak air untuk susu anakku, sholat, dan lain sebagainya. Nyaris seharian itu aku tidak bisa tidur. Oleh sebab itu aku tidak meremehkan pekerjaan dan peran pembantu rumah tangga. Itu juga sebabnya setiap hari aku sempatkan untuk telepon ke rumah untuk menanyakan apakah semua baik-baik saja di rumah, terutama key anakku.

Begitu pula ketika lebaran hari pertama tiba, setelah kami (aku, istri, dan anakku) berkunjung ke rumah orang tuaku untuk berlebaran, saya kembali harus mengasuh anakku sejak tengah hari bolong hingga jam 9 malam. Ditambah kondisi perumahan tempat aku tinggal sudah sangat sepi, sepiiii banget. Rasanya didunia ini tinggal aku dan Key anakku. Sedih banget, lebaran begini tinggal berdua, tidak terasa air mataku meleleh juga, apalagi jika ditambah anakku rewel dan nangis terus. Sedih bercampur bingung harus apa dan bagaimana. Aku benar-benar merasa tahun ini merupakan lebaranku yang paling haru biru.

Friday, September 26, 2008

Selamat Hari Raya Idul Fitri


Saat tulisan ini saya buat, saya belum tahu, tanggal berapa hari raya akan dilaksanakan. Apakah tanggal 1 Oktober yang sesuai kalender? ataukah tanggal 30 September. Sebagai ummat, saya sangat ingin ada satu kata dalam hari pelaksanaan hari raya, sehingga tidak muncul keraguan dalam hati saya yang awam ini. Hanya saja, setahu saya jika sudah ada takbir berkumandang, hendaknya kita menghentikan puasa, karena berpuasa di hari raya haram hukumnya.
Ya semoga tahun ini tidak seperti tahun - tahun kemarin, sehingga kami semua dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan meriah dan bersamaan.
"Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1429 H, maafkan segala tindakan kami yang melukai hati, semoga kedepan kami dapat memperbaiki diri lebih baik lagi. Taqobbalallahu minna wa minkum Taqobbal yaa karim....

Thursday, September 18, 2008

Kegunaan Coca Cola dan Pepsi

Untuk membersihkan toilet :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam toilet. Tunggu sejam, kemudian siram sampai bersih. Asam sitric dalam Coca-Cola menghilangkan noda-noda dari keramik.

Untuk membersihkan karburator mobil :
Campur sekaleng Coca-Cola ke dalam karburator. Panaskan mesin 15-30 menit. Dinginkan mesin, setelah itu buang air karburator. Anda akan melihat karat yang rontok bersama air tersebut.

Untuk menghilangkan titik-titik karat dari bumper chrome mobil :
Gosok bumper dengan gumpalan alumunium foil yang direndam dalam Coca-Cola.

Untuk membersihkan korosi dari terminal aki mobil :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola di atas terminal aki untuk membersihkan korosi.

Untuk melonggarkan baut yang berkarat :
Gosokkan kain yang direndam dalam Coca-Cola pada baut yang berkarat.

Untuk menghilangkan noda-noda lemak pada pakaian :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam tumpukan cucian yang bernoda lemak, tambahkan detergent, dan putar dengan putaran normal. Coca-cola/Pepsi akan menolong menghilangkan noda lemak Coca-Cola juga membersihkan kabut pada kaca depan mobil Kita minum Coca-Cola/Pepsi!
Tentu saja juga untuk membersihkan sistem kita. Lagipula kita semua membayar untuk itu.

Sumber : http://desiran.blogspot.com

tanaman pengusir nyamuk

Meskipun bentuknya kecil, nyamuk adalah serangga yang juga mematikan. Penyebaran virus dan penyakit mudah sekali dibawa oleh nyamuk. Hanya dengan hinggap di bagian kulit kita ataupun menggigitnya, kita bisa terkena kuman yang dibawa nyamuk.

Demam berdarah contohnya. Penyakit ini penyebarannya dibawa oleh nyamuk yang bernama Aedes Aegypti. Beberapa jenis obat pengusir nyamuk telah dikeluarkan untuk mengurangi tumbuh dan berkembang biaknya serangga itu.

Kalau anda tak tahan dengan aroma obat nyamuk, ada cara lain untuk mengatasinya. Yaitu dengan meletakkan tanaman yang tidak disukai nyamuk di salah satu sudut rumah anda atau di pekarangan. Tanaman apa sajakan itu?

Lavender

Tumbuhan lavender kerap kali digunakan sebagai bahan dasar lotion anti nyamuk. Bunga lavender memiliki aroma yang sangat harum. Tak perlu diproses menjadi pelembab kulit, cukup gosokkan bunga ini ke tubuh, dijamin nyamuk tak ada yang mau nempel dengan kulitmu.

Akar Wangi

Tumbuhan akar wangi dapat mengendalikan populasi nyamuk deman berdarah. Nyamuk demam berdarah konon sangat takut menghadapi tumbuhan akar wangi. Bau ngengat yang keluar dari tumbuhan ini cukup mematikan untuk nyamuk jenis itu.

Suren

Jika anda memiliki lahan pekarangan luas dan dipenuhi dengan pepohonan, ada bagusnya anda menanam tumbuhan suren. Tanaman ini terbukti sangat ampuh mengusir nyamuk. Tumbuhan yang bentuknya pohon berukuran 20 m ini memiliki daun dan kulit kayu yang beraroma tajam. Para petani kerap menanam suren di ladang-ladang pesawahan mereka, suren dipercaya juga dapat mengusir hama serangga tanaman.

Zodia

Tanaman Zodia adalah tumbuhan yang paling favorit sebagai pengusir nyamuk. Tanaman ini memiliki kandungan evodiamine dan rutaecarpine yang tak disukai serangga. Zat tersebut menghasilkan aroma yang tajam, jika tertiup angin aroma itu mudah sekali tersebar ke seluruh ruangan. Ada baiknya anda menanam zodia dalam pot dan meletakkannya di salah satu sudut ruangan anda. Ruangan anda bebas nyamuk deh.

Geranium

Tanaman jenis perdu ini memiliki aroma yang cukup harum namun tidak disukai serangga. Pasalnya tanaman yang memiliki kandungan zat geraniol dan sitronelol ini bersifat antiseptik. Selain berkhasiat mengusir nyamuk, tanaman ini bisa menjadi penghijau ruangan anda. Bentuknya yang indah bisa menjadikan tanaman ini sebagai media relaksasi mata.

Selasih

Yang terakhir adalah tanaman selasih. Selasih dipercaya mengeluarkan aroma yang cukup tajam bagi serangga. Tanaman ini paling cocok berada di dalam rumah. Letakkan sedikit lama dalam ruangan akan lebih membantu pengusiran nyamuk di rumah anda.
 

Copyright 2010 halaman agus.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.