Friday, November 28, 2008

Kodok Merah Diusulkan Menjadi Satwa Dilindungi


BOGOR, RABU(26/11/08) - Untuk mencegah dari kepunahan, kodok merah (Leptophyrne cruentata) diajukan sebagai satwa dilindungi. Kodok yang termasuk jenis endemik atau hanya hidup di Pulau Jawa itu sudah jarang sekali ditemui saat ini.
"Kodok merah akan diajukan untuk dilindungi, draft-nya sudah jadi," ujar Hellen Kurniati, peneliti kodok dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di sela-sela open house Museum Zoologicum Bogoriense, Cibinong, Bogor, Rabu (26/11).
Ia mengatakan kodok merah termasuk satwa yang terancam punah. Sejak tahun 2004, spesies tersebut telah masuh dalam Red List International Union for Conservation of Nature dengan status CR (critically endangered) namun belum masuk dalam daftar satwa yang dilindungi.
Populasinya diperkirakan hanya tersisa di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Kodok merah hidup pada dataran tinggi pada ketinggian antara 1200-1500 meter di lingkungan dekat air yang jernih dan mengalir seperti air terjun.
"Saya setahun meneliti di sana hanya menemukan di satu lokasi itu pun cuma 4 ekor," ujar Hellen. Ia menemukannya saat melakukan observasi pada Agustus 2005. Jumlah populasi yang tersisa belum diketahui namun Hellen memperkirakan sudah sangat sedikit mengingat terdesaknya habitat khas yang dibutuhkan kodok tersebut untuk bertahan hidup.
Kodok merah termasuk jenis yang sangat peka terhadap perubahan lingkungan dan sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Di kawasan hutan yang terbuka di mana kubangan air tidak ada, kodok merah tak dapat ditemukan lagi. Hilangnya populasi kodok merah menurut Hellen merupakan salah satu indikator terjadinya kerusakan lingkungan di kawasan tersebut.

Thursday, November 27, 2008

Kubunuh Rasa Takutku dengan Slooping



Pekan kemarin, khususnya hari Rabu tanggal 19 Nopember 2008 merupakan hari yang luar biasa bagi saya, betapa tidak, saya dapat membunuh rasa takut saya yang telah ada sejak saya lahir. Takut ketinggian. Saya ingat, waktu saya kecil diajak oleh bapak ke Monas, tapi saya tidak berani naik, karena begitu takutnya. Apalagi sejak saya mengalami kecelakaan dan harus dioperasi pada kepala, semakin bertambahlah trauma terhadap ketinggian, menyeberang jalan dengan naik jembatan penyeberangan merupakan hal yang sangat menyiksa.

Hal tersebut bukan datang dengan tiba-tiba begitu saja, karena malam sebelumnya saya secara tidak langsung menjalani terapi ketika sesi acara berjalan melintasi bara api. Sebelum kami melintas di bara api, kami diberikan arahan bagaimana cara kami dapat memotivasi diri denga jauh lebih kuat. Berbagai cara diajarkan dan langsung dipraktekkan saat itu juga pada sesi tersebut. Malam yang dingin justru membuat semangat semakin berkobar malam itu. Dan akhirnya kami diminta untuk melewati jalan yang telah diberi arang yang dibakar dengan membara. Saya akui, nyali sempat ciut melihatnya. Tetapi, pemateri memberi kami motivasi kembali sehingga berkobarlah rasa percaya diri, belum lagi melihat kenyataan teman-teman, baik muda maupun tua bisa berjalan diatas kobaran api tersebut. Akhirnya, saya juga bisa melaluinya. Alhamdulillah.

Esok paginya, saya memilih mengikuti outbond yang diadakan BaungCamp di TWA. G. Baung, yakni memilih high rope dibanding yang lain seperti air soft gun atau rafting (rafting mah bosen). Berawal dari wall climbing kemudian dilanjutkan sircuit high rope dan yang terakhir adalah slooping. Saya bersama seorang reporter dari Trans TV melakukan Slooping tersebut. Slooping dilakukan dari ketinggian 90 meter meluncur diagonal ke bawah sejauh 140 m melalui depan dari air terjun Baung.

Satu kata, "dahsyat..!" Saya berani melakukannya, meluncur melalui air terjun dan berhenti ditengah-tengah, menikmati indahnya pemandangan dan gelora adrenalin di dada. Subhanalloh...!! Kubunuh rasa takutku terhadap ketinggian. Bisa..! Aku bisa.

Tidak ada kata yang lebih indah untuk mengungkapkan betapa indahnya pemandangan dari atas tali, merasakan gemuruh air terjun yang tepat ada di depan kita, merasakan hempasan angin yang ditamparkan air terjun ke tubuh kita. Fuuuh... sungguh pengalaman yang mempengaruhi jiwa saya. Terima kasih ya Alloh...

Terima kasih juga, buat pak Herman atas fasilitasnya dan mas Data Pela atas bantuannya. Thanks buat rekan-rekan Baungcamp semuanya.

Greenpeace: Minyak Sawit Ramah Lingkungan Hanya Isapan Jempol


JAKARTA, ANTARA - Greenpeace mengemukakan, minyak kelapa sawit yang kerap disebut ramah lingkungan dan diproduksi oleh sejumlah perusahaan yang termasuk anggota dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) itu sebagai isapan jempol. Menurut Juru Kampanye Greenpeace Asia Tenggara, Bustar Maitar, dalam keterangan tertulisnya yang Jumat (21/11), RSPO merupakan organisasi badan industri yang lemah dan tidak efektif.
Hal itu, ujar Bustar, karena berbagai perusahaan yang memproduksi minyak sawit dan juga menjadi anggota RSPO ternyata terus menghancurkan hutan dan lahan gambut di Indonesia.
Untuk itu, Greenpeace menyerukan kepada RSPO untuk mendukung moratorium atau jeda tebang secepatnya terhadap deforestasi dan pembukaan lahan gambut. Selain itu, Greenpeace juga menginginkan agar berbagai perusahaan yang gagal memenuhi komitmen moratorium tersebut agar dicabut keanggotaannya dari RSPO.
Sepanjang setahun terakhir, Greenpeace telah menerbitkan dua buah laporan, yaitu "Cooking The Climate" dan "Burning Up Borneo", yang menunjukkan bahwa sejumlah anggota RSPO secara aktif terlibat dalam pengrusakan hutan tropis. Bustar juga menyerukan kepada pemerintah untuk segera menerapkan moratorium terhadap semua konversi hutan termasuk perluasan perkebunan kelapa sawit.
Sebelumnya, LSM lingkungan tingkat global lainnya yaitu WWF (World Wildlife Fund) mendesak konsumen minyak sawit di berbagai negara agar beralih membeli minyak sawit lestari yang bersertifikat sesuai dengan prinsip dan kriteria RSPO. Berdasarkan siaran pers dari WWF-Indonesia, RSPO menetapkan sekumpulan standar untuk memastikan bahwa minyak sawit diproduksi dengan cara yang bertanggungjawab secara sosial dan lingkungan.
Sebagai salah satu pendiri RSPO, WWF sejak 2002 telah bekerjasama dengan berbagai pihak pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa standar RSPO memuat kriteria yang kuat seperti larangan mengkonversi hutan bernilai tinggi. Menurut keterangan WWF, RSPO mempertemukan pengusaha kebun sawit, pengolah minyak sawit, perusahaan makanan, peritel, LSM, dan para investor untuk memastikan bahwa tidak ada hutan hujan tropis yang dikorbankan untuk perkebunan kelapa sawit baru.

Tanpa Emisi CO2, Bumi Akan Menuju Jaman Es


Paris (ANTARA News/24-11-08) - Pergeseran terjadwal orbit Bumi akan membuat Bumi mengalami Jaman Es ribuan tahun dari sekarang, namun kejadian ini mungkin dapat dicegah akibat gas rumah kaca buatan manusia, para ilmuwan menyatakan.
Namun begitu, mereka memperingatkan bahwa berita ini bukan sebagai alasan mendukung pemanasan global, yang sudah terbayang di depan mata dengan dampaknya yang merusak terhadap sistem iklim.
Bumi telah mengalami periode panjang musim dingin ekstrem pada miliaran tahun silam dalam sejarahnya.
Musim dingin yang sangat menggigit diselang-selingi dengan periode "interglasial" yang relatif hangat, merupakan periode yang telah kita alami sejak berakhirnya Jaman Es, sekitar 11.000 tahun silam.
Perubahan iklim ini ada penyebab alamiahnya, yang diyakini terutama berakar dari perubahan orbit dan sumbu Bumi, sekalipun sebentar, memiliki dampak yang besar sekali atas bagaimana panas sinar Matahari jatuh pada permukaan planet Bumi.
Dua peneliti membangun sebuah model komputer berkuatan tinggi untuk melihat dengan seksama pada fase-fase dingin dan hangat ini.
Di samping perubahan keplanetan, mereka juga memperhatikan level karbon dioksida (CO2), yang ditemukan dalam gelembung kecil pada inti es, yang memberikan indikator suhu yang berlangsung ratusan ribu tahun.
Mereka menemukan perubahan dramatis dalam iklim, termasuk perubahan ketika Bumi berubah dari satu keadaan ke kondisi lainnya dalam waktu yang relatif singkat, kata salah satu pengarang, geosaintis Thomas Crowley dari Universitas Edinburgh, Skotlandia.
Pergeseran-pergeseran ini, yang disebut "pencabangan dua", tampaknya terjadi dalam rangkaian yang tiba-tiba, yang bertentangan persepsi bahwa planet Bumi mengalami masa dingin atau panas dengan perlahan.
Menurut model itu, yang disiarkan dalam jurnal Inggris Nature oleh Crowley dan fisikawan William Hyde dari Universitas Toronto, Kanada, "pencabangan" biasanya akan terjadi antara 10.000 hingga 100.000 tahun dari sekarang.
Iklim yang dingin akan memicu periode beku yang panjang dan stabil pada kawasan di garis lintang bagian tengah, melimpahi Eropa, Asia dan Amerika Utara hingga ke garis lintang 45-50 derajat dengan lapisan es tebal.

Imbangi pendinginan

Namun begitu, kini ada begitu banyak CO2 di udara, sebagai hasil pembakaran bahan bakar fosil dan penggundulan hutan, dan ini memperbesar dampak gas rumah kaca yang memerangkap panas yang akan mengimbangi pengaruh pendinginan daeri pergeseran orbit, tutur Crowley,seperti dikutip AFP.
"Bahkan level yang ada saat ini lebih dari cukup untuk mencapai kondisi yang menentukan yang tampak pada model itu," katanya. "Jika mengurangi sedikit CO2, itupun mungkin masih memadai."
Pada September lalu, sebuah konsorsium riset ilmiah bernama Proyek Karbon Global (GCP) menyatakan konsentrasi CO2 di atmosfir mencapai 383 ppm pada 2007, atau 37 persen di tas level pra-industri.
Konsentrasi saat ini "tertinggi dalam 650.000 tahun terakhir dan kemungkinan dalam 20 juta tahun belakangan ini," kata laporan itu.
Crowley memperingatkan mereka yang akan memanfaatkan pengkajian baru itu dengan menyatakan "karbon dioksida kini suatu hal yang baik karena mencegah kita menuju periode dingin membeku."
"Kami tak ingin memberi kesan kepada masyarakat," katanya. "Anda tidak bisa mengunakan pendapat ini sebagai pembenaran terhadap pemanasan global (buatan manusia).
Tahun lalu, Panel Antar-pemerintah mengenai Perubahan Iklim (IPCC) PBB yang meraih Nobel menyatakan bahwa emisi gas rumah kaca sudah menyebabkan perubahan yang tampak terhadap sistem iklim, terutama pada es dan salju.
Bila dibiarkan tanpa pengendalian, perubahan iklim akan memicu kekeringan yang meluas dan banjir pada akhir abad ini, sehingga menyebabkan kelaparan, kehilangan tempat berteduh dan tekanan lainnya atas jutaan orang. (*)

Empati

By: Andy F Noya
Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji di kawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas. Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke hari. Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja, jika menemani anak-anak makan di restoran cepat saji seperti ini, saya tidak terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada. Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika sayaterlalu asyik menyantap makanan.
Namun malam itu saya bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang melihat, pemandangan tersebut menjadi istimewa.
Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang dibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang baru saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan yang berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yang menarik perhatian saya adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas makanan.
Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan di atas meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempat sampah. Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor oleh tumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak.Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan. Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa makanan yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang pelayan sekalipun.
Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya tidak mudah. Sebelum ini saya juga pernah melakukannya. Tetapi perbuatan saya itu justru menjadi bahan tertawaan teman-teman. Saya dibilang sok kebarat-baratan. Sok menunjukkan pernahke luar negeri. Sebab di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika, sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah. Pelayan terbatas karena tenaga kerja mahal.
Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita. Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh beberapa menit. Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orang melakukannya, artinya akan besar sekali bagi para pelayan restoran.
Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya arti besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk membersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka. Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya membersihkan sampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk membuang sampah di situ.
Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sang bapak itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan sehat. Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada slogan, umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya memberikan keteladanan. Keteladanan kecil yang berdampak besar.
Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika saja setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya. Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang. Padahal asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum.
Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku "Chiken Soup", saya kerap membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli siapa di belakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang saya pasti akan merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan. Jika hari itu dia bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia menyebarkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia temui hari itu. Saya berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang.
Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.
Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata "terima kasih" saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang kembalian. Menurut dia, kata "terima kasih" merupakan "magic words" yang akan membuat orang lain senang. Begitu juga kata "tolong" ketika kita meminta bantuan orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.
Dulu saya sering marah jika ada angkutan umum, misalnya bus, mikrolet, bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya. Sampai suatu hari istri saya mengingatkan bahwa saya harus berempati pada mereka. Para supir kendaraan umum itu harus berjuang untuk mengejar setoran. "Sementara kamu kan tidak mengejar setoran?'' Nasihat itu diperoleh istri saya dari sebuah tulisan almarhum Romo Mangunwijaya. Sejak saat itu, jika ada kendaraan umum yang menyerobot seenak udelnya, saya segera teringat nasihat istri tersebut.
Saya membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita dapat membuat orang lain bahagia. Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati pada perasaan orang lain. Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan membuang sisa makanan kita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan pekerjaan pelayan restoran.
Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu saja setelah membayar, kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan tidak membuang permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang dari perasaan kesal karena sepatu atau celananya lengket kena permen karet.
Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak di antara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika membuka pintu, menahannya sebentar dan menoleh kebelakang untuk berjaga-jaga apakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi sering melihat orang yang membuka pintu lalu melepaskannya begitu saja tanpa perduli orang di belakangnya terbentur oleh pintu tersebut.
Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak memberatkan kita tetapi besar artinya bagi orang lain. Mulailah dari hal-hal kecil-kecil. Mulailah dari diri Anda lebih dulu. Mulailah sekarang juga.

Wednesday, November 26, 2008

WASSER, Mesin Pompa Ngantuk

Sungguh, hari minggu (23/11) kemarin betul-betul membuat saya dibuat kesal dan stress oleh pompa air milik saya di rumah. Seingat saya saya beli belum ada setahun, tapi sudah mati. Lalu saya telpon Pak Gatot, "manusia serba bisa" dalam hal rumah, yang sudah kenal akrab dengan keluarga ayah saya. Bersamanya, saya membawa Wasser saya ke tukang pompa untuk dibetulkan (karena ketika saya beli, saya serahkan ke Developer perumahan untuk dipasang, sehingga Kartu Garansi-nya entah dimana).
Karena masalah yang tambah sedikit rumit, Pak Gatot-pun akhirnya membawa temannya yang memang pekerjaannya berhubungan dengan Pompa, sumur, bor. Pompa Wasser double jet yang sudah diperbaiki (ternyata konset dan kemasukkan air, sehingga ada 2 kabel yang putus) dipasang kembali, memang menyala, tetapi dilihat dari tekanannya, pompa ini sudah tidak mampu mengangkat air dari dalam sumur bor rumah saya yang hanya berkedalaman 10 meter saja. Jangankan sampai masuk tandon, keluar dari pompa saja tidak bisa. "Wes pak, ini pompa kalau dibetulkanpun habisnya banyak mending beli pompa yang baru, yang jauh lebih bagus, Wasser ngantukan, susah hidup, hehehe..", ujar tukang pompa terkekeh sambil menghisap rokok kreteknya. "dirumah saya banyak wasser, tapi ya gitu rusak semua, payah ..", tambahnya. Wah makin panas dan stres saja saya.
Akhirnya, karena hari sudah sore, kami sepakat akan dilanjutkan esok harinya dengan memasang pompa double jet yang baru, yang pasti saya beli yang bagus sekalian walaupun harganya 3 kali lipat harga pompa Wasser. Dan akhirnya, terpaksa keluarga saya ungsikan ke rumah orang tua yang masih satu kota, karena air dirumah sudah habis sedangkan di perumahan kami belum ada PDAM. Nasib... gara-gara beli pompa yang payah, gak kayak iklannya.

Bangkai Ikan Lemuru Penuhi Pantai Kuta


BADUNG - Seperti siklus tahunan, kemarin (25/11) ribuan bangkai ikan terdampar dan berserakan di Pantai Kuta. Bau busuk menyengat pun kembali tersebar hampir di sepanjang pantai.

Koordinator Satgas Pantai I Gusti Ngurah Tresna menjelaskan, bangkai-bangkai ikan itu berserakan sejak malam sebelumnya. ''Sehari ini kami sudah bolak-balik empat kali membersihkannya. Tapi, memang hampir setiap tahun ini terjadi. Jadi, kami sudah bisa mengantisipasi agar tidak mengganggu wisatawan,'' tutur pria murah senyum itu.

Berdasar pantauan Radar Bali (Jawa Pos Group), bangkai ikan jenis lemuru itu memang berserakan di sana-sini. Mulai perbatasan Pantai Legian hingga Kuta.

Bangkai ikan yang bercampur sejenis rumput laut itu pun tersebar sampai Pantai Pura Segara, Kuta. Aroma amis akibat bau dari bangkai tercium hingga radius sekitar lima ratus meter.

Uniknya, para wisatawan yang melihat tidak tinggal diam. Mereka ikut bahu-membahu membersihkan pantai dari bangkai ikan. ''Baunya sudah amis sejak malam hari,'' ujar Ngurah Tresna.

Di pihak lain, Kawan, salah seorang staf Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan (Disnakkanlut) Badung, yang datang ke lokasi mengatakan bahwa diduga telah terjadi blooming plankton. Istilah tersebut menggambarkan terjadinya pertumbuhan populasi plankton beracun di dasar laut. (fer/jpnn/ruk)

Hujan Terus Guyur Indonesia

JAKARTA, RABU - Hujan masih mendominasi prakiraan cuaca di sebagian besar kota provinsi Indonesia Selasa (25/11) hingga Rabu (26/11) pagi ini.
No
K o t a
Malam
18.00 – 00.00
Pagi
00.00 – 07.00
1
Banda Aceh
Hujan ringan – sedang
Hujan ringan – sedang
2
Medan
Berawan dan hujan ringan
Berawan dan hujan ringan
3
Pekanbaru
Berawan dan hujan ringan
Berawan
4
Batam
Berawan dan hujan ringan – sedang
Berawan dan hujan ringan
5
Padang
Berawan
Berawan
6
Jambi
Berawan
Berawan
7
Palembang
Berawan
Berawan
8
Pangkal Pinang
Hujan ringan kadang sedang
Berawan dan hujan ringan
9
Bengkulu
Berawan dan hujan ringan
Berawan
10
BandarLampung
Berawan
Berawan dan hujan ringan
11
Pontianak
Berawan
Berawan dan hujan ringan
12
Samarinda
Berawan dan hujan ringan
Berawan dan hujan ringan
13
Palangkaraya
Berawan dan hujan ringan kadang sedang
Berawan dan hujan ringan
14
Banjarmasin
Berawan dan hujan ringan – sedang
Berawan dan hujan ringan
15
Manado
Berawan dan hujan ringan kadang sedang
Berawan dan hujan ringan
16
Gorontalo
Berawan dan hujan ringan – sedang
Berawan dan hujan ringan
17
P a l u
Berawan dan hujan ringan
Berawan
18
Kendari
Berawan dan hujan ringan kadang sedang
Berawan dan hujan ringan
19
Makasar
Berawan dan hujan ringan kadang sedang
Berawan dan hujan ringan
20
Majene
Berawan dan hujan ringan
Berawan dan hujan ringan
21
Ternate
Hujan ringan – sedang kadang lebat
Berawan dan hujan ringan – sedang
22
Ambon
Berawan dan hujan ringan – sedang
Berawan dan hujan ringan
23
Jayapura
Berawan dan hujan ringan
Berawan
24
Sorong
Berawan dan hujan ringan
Berawan dan hujan ringan
25
B i a k
Berawan dan hujan ringan kadang sedang
Berawan dan hujan ringan
26
Manokwari
Berawan dan hujan ringan
Berawan
27
Merauke
Berawan dan hujan ringan
Berawan
28
Kupang
Hujan ringan – sedang kadang lebat
Hujan ringan – sedang
29
Sumbawa Besar
Berawan dan hujan ringan – sedang
Berawan dan hujan ringan
30
Mataram
Berawan dan hujan ringan – sedang
Berawan dan hujan ringan
31
Denpasar
Berawan dan Hujan ringan – sedang
Berawan dan Hujan ringan – sedang
32
Jakarta
Berawan dan hujan ringan – sedang
Berawan dan hujan ringan
33
Serang
Berawan
Berawan dan hujan ringan
34
Bandung
Hujan ringan – sedang
Berawan dan Hujan ringan kadang sedang
35
Semarang
Berawan dan hujan ringan – sedang
Berawan dan hujan ringan
36
Yogyakarta
Hujan ringan – sedang
Berawan dan hujan ringan
37
Surabaya
Hujan ringan – sedang
Berawan dan hujan ringan – sedang
Sumber : BMG (KOMPAS)

Jangan Coba-coba Menggoda Cewek di Mesir

Lebih dari 400 remaja pria berusia 15 hingga 17 tahun di Kairo, Mesir, harus berurusan dengan polisi. Peristiwa pada pekan lalu ini terjadi karena para remaja itu "genit" alias menggoda remaja-remaja putri.


Foto: Gadis Remaja Mesir (internet)
"Kami menahan ratusan remaja pria itu karena menggoda remaja putri," ujar Direktur Kepolisian Kairo Faruq Lashin seusai melakukan operasi pemberantasan pelecehan seksual. Semua remaja itu akan diajukan ke pengadilan dengan kemungkinan dikenai denda.
Remaja pria itu dirazia di depan sekolah, universitas, dan sepanjang pesisir Sungai Nil yang romantis. Aksi ini dilakukan setelah kelompok hak-hak perempuan di Mesir berkampanye soal terjadinya pelecehan seksual atas perempuan dan menuduh polisi membiarkan fenomena ini.
Senin lalu pengadilan Kairo menghukum setahun penjara seorang remaja pria karena serangan seksual terhadap dua perempuan. Sejauh ini 34 pria ditahan karena menggoda perempuan. Tuduhan menggoda atau genit terhadap perempuan rada sulit karena belum ada definisi hukum pelecehan seksual.
Perempuan, termasuk warga asing, di Mesir sering digoda. Sebuah survei menunjukkan, 83 persen perempuan Mesir dan 98 persen perempuan asing di Mesir mengaku pernah mengalami pelecehan. (kompas.com)

Friday, November 14, 2008

Selamat Ulang Tahun Kila ...


Selamat ulang tahun yang pertama putraku, Agsya Fahiem Manna Kila. Semoga Alloh SWT. selalu memberikan dirimu perlindungan, kesehatan, dan umur yang panjang. 

Semoga, tumbuh menjadi insan yang berahlak mulia, setia pada agamamu Islam, dan berguna bagi agamamu, bangsa, orang sekitarmu serta orang tuamu.
Selamat ulang tahun putraku ...
Kami sayang kamu.

Thursday, November 13, 2008

Indera Keenam

Indera yang satu ini tidak semua orang punya. Kemampuan keenam ini merupakan "kelebihan" yang dimiliki seseorang yang mungkin tanpa disadarinya telah ada padanya. Kelebihan yang disebut indera keenam ini kadang berupa insting yang kuat atau berupa penglihatan "lebih". Penglihatan ini maksudnya orang tersebut dapat melihat benda-benda yang tidak lazim dapat dilihat dengan mata biasa seperti orang awam umumnya. Dapat melihat benda / mahluk gaib, bukanlah hal yang menyenangkan (mungkin) bagi si empunya indera atau juga bagi orang disekitarnya.

Adik kandung saya, sejak kecil dia dapat melihat mahluk gaib. Saya ingat betul sejak ia sakit dan sering diganggu mahluk-mahluk gaib tersebut, hingga kini ia masih dapat melihatnya. Sering dia jengkel dengan "anugerah" tersebut, karena terpaksa ia melihat hal-hal serem yang ia tidak mau melihatnya.

Istri saya yang tercinta, sejak ia SMA juga dapat melihat mahluk-mahluk gaib. Dan kemampuannya lebih kuat dibanding adik saya. Semula saya terpengaruh dengan kemampuannya tersebut, karena kadang saya juga agak takur jika dia ketakutan karena yang ia lihat begitu banyak. Tapi lama kelamaan, saya mulai terbiasa dan dapat membaca gelagat jika ia melihat mahluk gaib yang ada disekitar kita. Bahkan istriku dapat mengetahui suatu tempat itu merupakan tempat berkumpulnya mahluk-mahluk gaib atau bukan. Banyak sudah pengalaman yang bikin spot jantung jika sedang jalan-jalan dengan istriku, hal yang yang menakutkan tentunya.

Anak saya, Kila, sepertinya ada gelagat ke sana juga. Tapi saya berdo'a semoga anakku tersebut tidak memiliki kemampuan seperti uminya tersebut. Tentu adalah hal yang seram baginya jika mempunyai kemampuan tersebut.

Tapi, saya sangat yakin, hanya ada satu kekuatan yang "Maha" di dunia ini, Alloh SWT. Rajin beribadah, dan selalu meminta perlindungan dari-Nya.

Thursday, November 6, 2008

Do'akan aku, istriku ...

Doa'kan aku istriku
do'akan agar aku tetap disaat ini
tetap mencintaimu sepenuh hati

do'akan agar aku tidak jadi pejabat
karena aku takut tidak mampu menahan godaan
yang membuat aku lupa akan dirimu dan key

do'akan agar karirku tidak menanjak
karena aku takut lupa daratan
sehingga aku lupa segala yang aku cintai saat ini

karena aku cinta diriku saat ini,
punya kamu dan key anak kita
yang aku cintai dengan seluruh jiwaku

Wednesday, November 5, 2008

Dhuhur Kurang Satu Rakaat

Saya kurang tahu penyebabnya apa, tapi yang jelas seisi mushola tadi siang sholat Dhuhur-nya kurang satu rakaat tetapi tidak ada yang mengingatkan Imam. Padahal caranya mudah, dengan melafalkan kata "Subhanalloh.." dengan cukup lantang agar Imam dapat mendengar atau dengan menepuk paha kita sekali hingga suara tepukan dapat terdengar oleh Imam. Tapi seisi mushola benar-benar larut dengan pikiran masing-masing, mungkin. Saya sendiri benar-benar jauh dari kata khusuk, sehingga saya ragu apa tadi sudah rakaat keempat apa masih ketiga. Kemudian Imam diberitahu bahwa sholat kami kurang satu rakaat, Imam langsung berdiri dengan diikuti ma'mum untuk melanjutkan rakaat yang kurang tadi.
Saya sangat terpengaruh dengan kejadian semalam, sehingga kejadian itu bergelayut terus di pikiran saya, sehingga sholatpun tidak khusuk. Dan saya sangat menyesal atas kejadian semalam, dimana saya bertengkar dengan seorang borjuis bermobil sirion hitam di jalan. Semalam saya berpikir, alangkah berbahayanya perbuatan saya semalam, bukan berbahaya untuk saya, tapi kedepan mungkin berbahaya bagi istri dan anak saya. Karena jika terjadi apa-apa dengan saya, tentu yang kesusahan adalah mereka berdua. Dan saya berjanji kepada istri saya tidak akan mengulangi hal tersebut dikemudian hari. Bukan karena saya pengecut, tapi hidup saya sekarang bukan lagi milik saya pribadi, tetapi juga ada istri dan anak yang juga menjadi tanggungjawab saya. God forgive me.
Ya, karena pikiran itu jugalah, saya kurang konsentrasi pada sholat dhuhur tadi. Sehingga seharusnya keraguan tadi tidak menghinggapiku untuk mengingatkan Imam bahwa sholat kami tadi kurang satu rakaat.
 

Copyright 2010 halaman agus.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.