Thursday, November 25, 2010

Rabu ini


22.00 wib

Awal hari ini, Rabu, seperti biasa saja. Bangun kala adzan Subuh menggema di masjid kampung depan perumahan tempat tinggalku. Mandi, pakaian, sholat, makan, lalu berangkat ke jalan raya depan gang kampung ini. Gak beda, bedanya paling seragam kerja hari ini, hijau-hijau, bukan krem seperti hari kemarin.

Waktu menunggu bis juga sama, 04.45 wib Restu Panda yang dikemudikan Pak Juhari akan lewat, dan berhenti di depan gang untuk mengangkut aku. Begitupun ketika tiba di Terminal Bungurasih Surabaya, vespa strada biruku parkir di parkiran yang sama dengan bayar parkir yang sama, seribu perak.

Tapi hari ini, hari Rabu, anakku Kila, demamnya sudah turun dan sembuh. Kabar dari uminya di pagi hari, 36,7 derajat celcius. "sedang main dengan 2 kelincinya", tambah istriku itu. Hatiku tenang, ucap syukurku menggema dalam ruang hatiku.

petang,

Walau tidak setiap hari, Porong macet, sudah menjadi hal yang lumrah bagi saya, bahkan bukan hanya saya, ratusan atau ribuan orang mungkin seperti saya yang menggunakan jasa bis setiap hari harus mondar-mandir melalui Porong untuk mencari nafkah di Surabaya. Semua sudah biasa.

Tapi kebiasaan hari Rabu berubah ketika bis yang kami tumpangi menaikkan seorang pengamen di Pandaan. Seorang pengamen dengan hem pink yang sedikit lusuh dan memudar warnanya, berkopiah bundar warna putih dengan motif garis-garis hitam menutupi kepalanya. Menenteng sebuah gitar berbentuk bass cello dengan 12 senar, bukannya 6 senar. Tetapi bukan itu yang membuat mata saya tidak beralih darinya. Ia seorang tuna netra. Saya dapat melihat raut wajahnya sangat jelas sekali, apalagi ia tidak memakai kacamata hitam yang jamak dipakai para penyandang tuna netra. Lagu demi lagu ia mainkan dengan baik, sangat menyentuh. Bahkan lagu keempatnya yang berbau religius sangat membangkitkan semangat pendengarnya. Tak ada sedikitpun terbersit kesusahan di raut wajahnya.

Tak habis-habisnya rasa syukur kupanjatkan pada-Nya Sang Khalik, atas semua yang telah diberikan kepadaku. Atas semua kelebihan yang dilimpahkan kepadaku. Dan tidak selayaknya saya mengeluh dalam menjalani kehidupan ini. Betapa malunya diri ini jika masih mengeluh, karena ada yang masih jauh dari kata beruntung dibandingkan saya.

Langkahku ringan sekali ketika membelah jalanan kampung menuju rumah. Rabu biasa ini kututup dengan yang tidak biasa. Karena malam ini aku menulis di meja makan, setelah kupindahkan Kila dari ruang tv ke tempat tidur, dan kuselimuti istriku yang telah tidur sejak ku datang dari kantor, ia flu dan pening.

Selamat bobo Kila, mimpi indah ya nak ...
Selamat tidur cintaku, cepat sembuh ya, semoga Alloh memberikan kesehatan kepadamu, amin.

Tuesday, November 16, 2010

Kila Ulang Tahun Yang Ke-3


Ulang tahun Kila, anakku, tahun ini rasanya spesial. Selain dihadiri oleh seluruh kakung dan mbah putrinya, juga dirayakan bersama sepupunya, Neyna, yang tanggal lahirnya sama, 14 Nopember. Dikatakan seluruh kakung dan mbah putrinya, karena kedua orang tua saya dan kedua orang tua istri saya juga datang dan hadir dari Jakarta.

Kila, tahun ini genap berusia 3 tahun dan Neyna berusia 5 tahun. Kila dianggap kepala suku, karena dia adalah satu-satunya cucu orang tua saya yang laki-laki, sepupu Kila yang lain cewek semua, sebut saja Neyna (5 tahun), Nanda (2 tahun) dan Enjel (1 tahun).

Malam itu, sepertinya yang paling semangat merayakan ulang tahun adalah Nanda, padahal dia tidak berulang tahun. Tapi dasar Nanda, yang bisa bertemu sepupunya paling cepat sebulan sekali * karena rumah Nanda di Sampang Madura *, melihat dua buah kue ulang tahun dengan lilin menyala sangat semangat untuk segera meniupnya. hahahahaha.


Alhamdulillah, Kila tumbuh besar dan sehat, saking besarnya dia seperti anak berusia 4-5 tahun untuk ukuran tubuhnya. Setelah acara tiup lilin dan potong kue selesai, tanpa diberi komando, Kila, Neyna dan Nanda langsung mencomot kue yang ada di depan mereka.

Terima kasih Yaa Alloh Yaa Rabb, Kau karuniakan dan titipkan kepada kami seorang anak yang sehat dan pintar, Semoga kami dapat menjaga amanah dari-Mu ini. Cepat besar ya Kila...

" Abi yuk ke sawah...", pinta Kila jika aku libur kerja.

Thursday, November 4, 2010

Mengapa Istirahat Penting ?

Apakah akhir-akhir ini anda sering mengeluh dan berkata: "aku sangat lelah". Namun, sebenarnya merasa baik secara fisik? Mungkin Anda menderita kondisi yang disebut Chronic Fatigue Syndrome. Saat mengalami hal ini, istirahat menjadi hal yang sangat penting.

"Saat ini semakin banyak orang yang menderita kelelahan. Jangan Anda sepelekan. Jika mengalami lelah, segeralah istirahat,” kata psikiater yang berbasis di Mumbai, Parul Agarwal seperti dikutip dari laman Idiva. "Kompetisi dalam karir seringkali membuat kita bekerja keras," jelasnya.

Sebagai hasilnya, banyak orang mulai merasa begitu lelah. Bahkan ada beberapa tanda bahwa rasa lelah bisa menjadi hal yang serius dan menjadi penyebab timbulnya beberapa penyakit. Dr Vimal Pahuja, dari Rumah Sakit LH Hiranandani di Mumbai menyatakan bahwa tanda-tanda kelelahan tak boleh disepelekan. Berikut tanda-tanda kelelahan yang harus diwaspadai dan membuat Anda harus segera istirahat:

* Anda merasa waktu yang dibutuhkan lebih lama untuk melakukan tugas-tugas sederhana karena biasanya Anda bisa selesai lebih cepat.

* Anda merasa mental makin drop

* Semuanya seperti pekerjaan rumah dan tidak ada yang tampak menyenangkan.

*Tiba-tiba sering menjadi pelupa

* Merasa lelah dan sering sedih

* Sering menderita sakit sendi konstan, nyeri tubuh dan insomnia.

* Anda sulit untuk bangun pagi dan tak bersemangat selesaikan pekerjaan

Semua ini bisa terjadi akibat gangguan Tiroid atau kekurangan vitamin B12 sehingga menyebabkan timbulnya rasa lelah yang berlebih. Namun, ada cara yang bisa Anda lakukan untuk menangani kelelahan.

"Pelajari strategi mengatasi dan melihat situasi secara realistis. Berpikir positif akan membantu Anda mengatasi masalah kelelahan dalam jangka panjang. Jangan abaikan kondisi tersebut dengan asumsi yang buruk," kata Dr Pahuja.

Dia menyarankan agar melakukan beberapa perubahan gaya hidup untuk memberi energi baru, antara lain melibatkan diri dengan aktivitas fisik yang menghibur seperti berenang atau jalan santai, melakukan hobi yang menyenangkan, serta dapatkan waktu istirahat yang cukup, termasuk tidur 7-8 jam permalam. Sumber : Vivanews

Wednesday, November 3, 2010

Burung Hantu Biak

Deskripsi Bentuk
25 cm. Burung hantu berwarna coklat dengan cuping telinga pendek dan tidak menarik perhatian. Mata kuning. Alis dan piringan wajah keputihan pucat agak terang. Bagian atas coklat berpalang penuh dengan sedikit putih pada skapular. Bagian bawah coklat atau lebih kemerahan, mungkin bentuk warna yang berbeda namun barangkali perbedaan jenis kelamin, dengan palang sangat halus.

Deskripsi Suara
Mungkin sebuah teriakan parau, serak-parau di akhir nada tapi bersuara seperti salakan seekor rusa saat nada panjang.

Kebiasaan
Jenis nokturnal, kurang toleran dengan habitat terdegradasi.

Nama Latin
Otus migicus beccarii

Nama Inggris
Biak Scops-owl

Nama Indonesia
Celepuk biak

Ketinggian : 0 - 300 m

Daerah Sebaran : Papua

Endemik : Papua; (endemik Indonesia)

Status IUCN : EN

Jenis Dilindungi : Dilindungi

Status CITES : appendix 2

Penyebaran Global : Endemik di Biak-Supiori

Penyebaran lokal
Survei pada tahun 1973 di Biak-Supiori hanya menemukan satu pasang. Tidak tercatat pada tiga kunjungan di Biak pada tahun 1990-an dan hanya satu terdengar di kawasan konservasi Biak Utara pada tahun 1997. Walaupun demikian, dua terdengar di suatu pagi pada tahun 1995. Diperkirakan tersebar agak luas dalam jumlah cukup pada tahun 1982, berdasarkan suara dan laporan lokal, walaupun bukan pengamatan langsung.

Habitat : Hutan, hutan bekas tebangan, hutan rawa

Sumber : Http://www.burung.org, PP. Nomor 7 Tahun 1999
 

Copyright 2010 halaman agus.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.