Friday, December 16, 2011

Kila Potong Rambut


Eh.. rambut Kila sudah panjang ya. Mumpung abi sedang ada kegiatan di Jakarta dan Bogor, yuk potong rambut. Kila pingin abi yang potong atau potong rambut ke Salon..?
"Ke salon abi.."
Ya, mumpung abi ada di rumah uti di Depok ini, abi dan umi yang sedang hamil besar adiknya Kila, mengajak Kila ke Depok Town Square. Setelah tengok sana sini, akhirnya kami dapatkan juga Salon yang menerima memangkas rambut anak-anak.
mulai deh dipotong rambutnya ...
Tapi sedari tadi Kila tampak kurang semangat, Kenapa ya?
O o O... abi baru ingat, pagi harinya Kila sempat bilang ke abi, "abi.. rambut Kila kan belum panjang, tidak jadi dipotong ya", pintanya. Tapi waktu itu Kila ngomongnya saat Kila abi bonceng motor keliling-keliling kampung areman. Pikir abi, rambutmu sudah panjang sayang, lihat donk poninya yang hampir menutupi mata.
sedari tadi cemberut terus... udah gitu difoto segala 
hihihihihi... abi dan umi senyum-senyum terus lihat Kila yang cemberut terus selama rambutnya di potong. Tidak seperti biasanya, Kila antusias kalau potong rambut, narsis pula, karena didepan Kila ada cermin besar, tapi tidak dengan hari ini. Biar tambah cakep loh Kila.
Ya sudah, nanti habis potong rambut kita main di tempat bermain anak-anak dan makan ayam di hoka-hoka bento ya.
Tuhkan, Kila tambah cakep kan...

Thursday, December 8, 2011

Pepsi Blue

"patah hatiku jadinya... kasih memutus cinta ...", kudendangkan lagu lama itu sambil menikmati udara malam yang masuk dari jendela kantor wawan ini. Cekikikan masih terdengar dari bibir fari dan wawan sambil sesekali memandang tyo yang mojok di pojok ruangan. Saya sendiri tidak habis pikir, bisa-bisanya malam ini terdampar di sini. Disebuah sudut areal pergudangan di Sepanjang Sidoarjo. Apalagi sepanjang siang hingga malam ini hujan seperti tak henti menghempas kota Surabaya dan Sidoarjo. Pandangan saya alihkan dari taman kecil diluar sana ke arah taman-teman saya yang masih asyik bercerita dengan melantai di bawah. Wawan, seorang pengusaha muda, disini sebagai tuan rumah, masih terus bercerita akan hidupnya. Fari, seorang wanita seumuran saya, sambil memeluk bantal panjang yang lusuh sesekali masih menimpali omongan wawan. Sedangkan seorang lagi, sang obyek penderita, tyo, 38 tahun, bujang hampir lapuk.

* * *

Pepsi blue botolan tampak bertebaran di atas meja dan lantai. Ruangan sesekali penuh dengan asap rokok. Empat bibir di ruangan ini tidak ada hentinya mengeluarkan asap. Sebuah exhaust yang menempel di dinding tampak tak berdaya mengurangi asap-asap ini, akhirnya dua buah jendela dan sebuah pintu dibuka lebar-lebar. Seteguk Pepsi Blue kualirkan kembali kedalam kerongkonganku. Pandanganku belum beralih dari wawan. Saya sempat tertegun... ternyata wawan berpoligami. Saking tertegunnya, saya mengalihkan pandangan ke dua bola mata milik Fari, ia seolah menangkap kekagetanku, dan saya terbelalak serta bertanya tanpa bersuara seolah tercekik, "dia beristri dua?!" Fari pun mengangguk.
It's ok, tapi saya tertarik dengan ceritanya.
Tetapi yang membikin saya lebih tertarik adalah prosesnya. Bagaimana ia dapat meyakinkan istri pertamanya bahwa tujuan poligaminya bukanlah seks yang menjadi utama. Karena justru istri keduanya lebih tua dari istri pertama dan seorang janda dengan membawa anak dari suaminya terdahulu.
Tyo tampak serius memperhatikan setiap detail cerita itu. Saya tidak dapat menangkap, dimana letak hikmah yang diambil bagi dirinya, diakan belum juga menikah. Apa wawan juga sedikit berlebihan menceritakan bagaimana ia dapat beristri dua kepada seorang tyo yang masih ting-ting itu. Tapi Tyo bukanlah tyo, kalau dia tidak selesai pada satu titik pengakuan bahwa sebenarnya ia sangat pemilih dan terlalu berencana.

* * *

"Saya merasa tidak punya waktu untuk mengenal lebih dalam lagi, tyo..", kubuka pembicaraan, seolah ini waktu saya untuk memberi pencerahan kepada si bujang yang hampir lapuk ini. "Betul kata wawan, rasakan deg-degannya, mana yang lebih kuat. Itu yang dipilih. kamu harus fokus pada satu wanita. Seperti ketika saya merasakan betapa galaunya saya saat wanita yang saya suka mengambil keputusan untuk pulang ke Jakarta dan tak balik lagi ke Malang. Saat itu saya ambil keputusan untuk menelponnya dan melamar dia." saya sempat mengatur nafas sebentar. "mau kah kamu menjadi istri saya. Yup istri, tyo. Saya tidak punya waktu untuk penjajagan atau pacaran. gile, saat itu usia saya sudah 29 tahun. hampir kepala 3. Saya harus cepat." kualirkan semua kepada tyo. Apa iya dia masih bisa menjawab. Wawan sempat menimpali masalah deg-degan itu tadi. Memang benar, kadang itu menjadi sebuah tanda, sebenarnya bagaimana hati kita terhadap wanita tersebut, tentu berbeda dengan perasaan yang biasa saja, so flat.

* * *

"Waktu di Jepang, saya pernah menjalin hubungan dengan cewek Jepang." Tyo mulai membuat mukadimah untuk sebuah pledoi dari yang ia rasakan kenapa ia belum juga menikah. "Setiap kamis dan jum'at, dia libur sehingga di hari itu aku memiliki kerjaan menjemputnya di stasiun, karena kita tinggal di kota yang berbeda. Ya begitulah gaya hidup di Jepang, apartemennya juga begitu, pun dengan hubungan kita. Hingga kita sampai pada suatu titik kita hampir melakukannya. ML...
"Awakmu ML opo gak sido?" tanya wawan mulai terbawa alur.
"Saya bisa berhenti dan tidak mau melakukan ML. Pikiran saya hanya satu. Lha lek dek e meteng trus yok opo? (lha kalau trus dia hamil gimana coba?)"

* * *

"Waaahhhh... aku ra iso mbayangno.. tyo, wes munggah sampe utek dadakno ra sido... byuuhhhh... ( wah saya tidak dapat membayangkan, sudah naik sapai otak kok gak jadi, byuh)", Fari mulai angkat bicara. Cewek yang pernah sekelas denganku kala masih memakai celana pendek biru ini menghisap rokok surya-nya dalam-dalam. Setengah gelas Pepsi Blue-nya pun tandas sudah. Beberapa tato menghiasi tangan, kaki dan tengkuknya. 
"Buhhh.. tak guwak lek lananganku ngono... mana tahan.. wes sampe utek kok ra sido ML.. ayolah tyo, don't be silly rubber your willy.."
Suasana semakin riuh oleh tawaku yang meledak, pun begitu dengan wawan dan tyo. "Ape lo kate, rubber your willy? huahahahaha...!!!"

* * *
"Saya tahu, kalian semua care kepada saya. Terima kasih buat itu semua. Tapi seperti juga kalian, saya tentu juga ingin menikah, dan itu pula yang membuat saya masih terus berusaha. Tapi tentunya kan lain caranya antara saya, Wawan, maupun Agus. Saya punya cara sendiri, baik itu diperkenalkan oleh keluarga, teman, dan taaruf."
Berikutnya saya sudah tidak konsen lagi dengan ucapan tyo, sebab beberapa kali Fari selalu memutus dan menimpali omongan tyo yang ia rasa tidak sesuai dengan jalan pikirannya. She is so liberal.

* * *

Awalnya, ruangan kantor kontainer ini dingin sampai-sampai saya harus memakai kembali jaket polar saya. Tapi dengan berjalannya diskusi yang alot dan ramai (walau kami hanya 3 lelaki dan seorang perempuan) namun justru diskusi itu membuat suasana kembali menghangat. Meskipun saya dan fari harus bolak balik ke kamar mandi karena beser. Dua botol besar Pepsi Blue hampir tak bersisa isinya. Puntung-puntung rokok nampak pasrah bermandikan abu di sebuah asbak yang sudah terlalu penuh sesak olehnya.

Udara diluar sudah terang ketika jam di tangan saya lirik menunjukkan pukul sepuluh malam. Wawan nampak membereskan sisa plastik pembungkus makanan kecil yang telah kami pindahkan ke dalam perut. Tyo dan Fari yang kompak bercelana pendek datang jauh-jauh dari Malang, pun tampak membereskan beberapa barang yang tercecer. Sedangkan saya masih asyik menghisap Djarum 76 milik Tyo yang tersisa. Banyak hal yang tidak bisa diungkapkan, dan banyak hal pula yang tercurah. Semoga malam ini bukan malam terakhir kami bertemu, walau beberapa hari lagi Fari harus kembali ke pelukan lelaki bulenya di Finlandia.
Kami tinggalkan kantor wawan yang berada paling ujung dari pergudangan ini. Licin dan gelap menghiasi jalan di antara tumpukan kontainer. Satu hal yang kami lupa malam itu adalah ... kami lupa makan malam. Dan saya terus menerobos dinginnya malam bersama blue scooter, dan masih melekat dalam pikiran saya  sederet kalimat nakal Fari yang terus terngiang di telinga, tapi apa iya juga terngiang di telinga Tyo, "saiki jek joko wes gak jaman ..!!".

Tuesday, November 15, 2011

LegiPait

Suasana remang tapi terkesan klasik
Beberapa bulan belakangan ini, jika saya melalui perempatan Pattimura, rumah pojok itu selalu ramai. Awalnya saya hanya mengernyitkan dahi. "ada apa seh, kok rame tuh rumah". Tapi, kelamaan saya sedikit penasaran. Pasalnya, saya paham benar rumah pojok itu. Sebuah rumah yang tidak kotak simetris, maksudnya untuk mendapatkan tambahan sedikit tempat tambahan di teras, maklum rumah ini di pojokan dan mepet sekali dengan jalan. Dulu terakhir saya masuk ke rumah pojok ini masih berupa tempat pangkas rambut. Sedikit tidak terawat. Kemudian beberapa waktu berubah menjadi tempat jualan rujak atau sejenisnya. itupun tak lama.
Tapi kali ini, rumah pojok itu, selalu ramai untuk ukuran rumah yang tidak besar. Sepeda motor berbagai jenis berjajar parkir rapi. Saya semakin penasaran saja. Hingga suatu ketika saya dengan awim (seorang calon polisi kehutanan di kantorku yang berperawakan kurus dan memiliki wajah sangat oriental alias cina) memutuskan untuk mencoba mampir di rumah pojok itu. Ternyata bernama Legipait Kesan pertama adaalah sempit dan ramai. Tapi jika diperhatikan secara seksama, perabotan meja kursinya modelnya jadul alias sedikit kuno. Cobalah tengok kursi meja yang disediakan di luar, saya teringat kursi dan meja belajar sekolahan. Kecil dan kokoh. Hanya nyaman diduduki berdua, kalau dipaksa duduk bertiga pastilah mepet banget. Tulisan Legipait cafe yang terpampang di dinding cukup menarik perhatian, terbuat dari kayu dan ada yang ditulis dengan aksara jawa (honocoroko). Belum tulisan dipapan kayu yang digantung dekat pintu, so sweet, klasik. Padahal kalau diperhatikan berbahan dasar kayu telenan untuk motong ikan atau sayuran di dapur. Masuk ke ruang tamu, ada sofa jadul kecil yang hanya satu dan sebuah meja didepannya. dua buah sofa tunggal beserta meja didempetkan ke arah jendela kotak besar. Benar-benar memanfaatkan ruang yang ada.
Untuk memesan minum dan makanan, kami harus masuk ke sebuah ruangan yang aslinya adalah ruang kamar yang disulap menjadi ruang semi bar sekaligus dapur kedua, karena dapur besarnya terdapat di dekat ruang pertama tadi. Tulisan menu dipaksakan penuh di sebuah papan tulis hitam dengan bahan tulisan dari kapur tulis yang full colour. awsome - lah. Coba perhatikan deretan menu tersebut, sangat padat. untuk ukuran orang yang pertama kali berkunjung, akan cukup kesulitan untuk menetukan menu, karena belum mengetahui menu apa yang menjadi favorit di Legipait ini. It's oke - lah karena dapat ditutupi oleh keramahan pemilik Legipait yang selalu menebar senyum dan joke. sangat ramah.
Akhirnya saya memutuskan mencicipi kopi tubruk arabika, susu coklat, dan pancake. Saya dan awim selalu mengambil tempat duduk di depan, karena lebih santai. Di Legipait ini, meja kosong tidaklah bertahan lama, selalu saja penuh. Jika ramai, maka akan ada kursi tambahan "dadakan" yang entah diambil dari mana.
Pengunjung..? Jangan tanya. Mayoritas berumur disekitar 20-an. Umur anak kuliahan lah. Saya dan awim nampak tua di Legipait, ya tentunya selain pemiliknya itu. hihihihi. Cowok cewek di Legipait sepertinya jumlahnya berimbang, riuh suasananya. Asyik buat suasana kongkow, walau kita datang sendirian, karena tempat ini cukup ramai, dan cukup baik buat melamun.
Saya rasa, pancake, adalah menu yang menjadi andalan di Legipait ini selain kopinya yang enak. Boleh sekali menjadi referensi bagi teman-teman yang berkunjung ke Malang dan berada di sekotar bundaran Tugu, bisa menghabiskan waktu di Legipait ini. untuk jam buka, dari papan tulis yang berada di bagian depan cafe adalah jam 3 sore hingga jam 1 malam.

Monday, November 14, 2011

Hari Ini Ulang Tahun Kila ke 4

Surabaya, 14 November 2011 ...
Aku bahagia, anakku, jagoanku hari ini berulangtahun yang keempat. awsome. Rasanya... tiba-tiba saja aku sudah memiliki seorang lelaki yang berumur 4 tahun. how miracle...
Tapi.. saya juga sedih, di hari ini, saya tidak berada disisinya. Di sisi kila, di hari bahagianya. Tidak dapat mengucapkan selamat, tidak dapat memandang binar-binar di matanya, dan.. tidak dapat memeluknya. sedih ... Karena Kila saat ini di rumah unti di depok, sedangkan abi harus tetap di Malang untuk bekerja. Dalam doa - doa abi, agar kita dapat berkumpul kembali di Malang lagi dengan ummi dan calon adikkmu.

Gimanapun, selamat ulang tahun ya Key ...
Abi mau bilang, betapa bangganya abi dengan dirimu. Semoga kamu menjadi anak yang sholeh, diberikan kesehatan dan umur yang panjang oleh Alloh SWT, serta kelak kamu dapat berguna bagi agama, bangsa dan tentu kedua orang tua.

I Love you Key ...

Friday, November 4, 2011

Berfoto Dengan Kerbau

"Abi, fotonya kurang dekat.."
Pagi ini, hampir pertengahan oktober 2011, nampaklah Kila ingin menghabiskan waktu pagi harinya dengan saya, abinya. Yup, karena siang nanti Kila ikut umminya ke Jakarta, ke rumah uti. Walaupun Kila sebenarnya belum mengerti apa yang terjadi, tapi bagi Kila di hari Kerja seperti ini, abi ada di rumah tentu merupakan hal menyenangkan.
Belum mandi tapi sudah sarapan, cukup buat Kila untuk berkeliling komplek perumahan dan kampung Balearjosari ini. Satu tujuannya yang merupakan areal favoritnya, beberapa petak sawah di depan SMKN Balearjosari. Penghujan belum datang sehingga hanya sedikit petak sawah yang dapat ditanami dengan sedikit air yang mengalirinya.

Tuesday, October 25, 2011

Penegakan Hukum Lemah, Orangutan Semakin Punah

Liputan6.com, Jakarta: Pusat Perlindungan Orangutan atau Centre for Orangutan Protection (COP) menyebutkan, penegakan terhadap orangutan di Indonesia masih lemah. Meski kini hampir semua aturan telah dikeluarkan pemerintah. Tak heran jika keberadaan orangutan di Indonesia dikawatirkan akan punah.
"Komitmen dan dukungan masyarakat internasional juga terus mengalir melalui beragam proyek konservasi, dari riset di alam hingga rehabilitasi atau reintroduksi. Berbagai rencana aksi juga telah disusun. Kurang apa Hanya satu yang kurang dan itu adalah domain Kementerian Kehutanan, yakni penegakan hukum," ujar juru kampanye COP Hardi Baktiantoro kepada Liputan6.com, Rabu (28/9).
Menurut Hardi, masyarakat Indonesia harusnya berani melihat kenyataan, kita tidak membuat kemajuan apapun. "Ini bukan konflik antara manusia dan orangutan, tetapi genocide. Di atas kertas hitam putih, tidak ada alasan bahwa orangutan tak terlindungi. Aturan hukumnya sudah jelas."
Hardi menegaskan, tanpa penegakan hukum yang pasti, pembantaian terhadap orangutan di Indonesia akan terus terjadi. Menurut dia, langkah yang tepat saat ini adalah tindakan nyata, bukan agenda-agenda wacana.
"Dokumen-dokumen rencana aksi tidak akan menolong orangutan, upaya evakuasi hanya upaya sementara untuk menghindarkan orangutan dari pembunuhan, bukan solusi permanen. Orangutan yang akan dilepasliarkan hanya akan dibantai pemburu atau terpaksa dievakuasi lagi jika penegakan hukum tidak berjalan," tandas Hardi.
Dalam keterangan persnya secara tertulis, Hardi menyatakan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA Kaltim) dan Centre for Orangutan Protection (COP) telah mengevakuasi sedikitnya empat orangutan dari Muara Kaman, di sekitaran kawasan konsesi PT. Khaleda, anak perusahaan Metro Kajang Holdings Berhad Malaysia dan PT. Anugerah Urea Sakti.
Hingga hari ini tak ada yang dipenjara meski para pemburu bayaran itu mengaku membunuhi induk orangutan. Padahal para pekerja mengaku menyebarkan pisang yang sudah disemprot Furadan untuk meracuni orangutan.
Situasi yang sama juga terjadi di Muara Wahau. Pada 26 Juli 2011, BKSDA dan COP terpaksa mengevakuasi dua orangutan. Satu induk orangutan diidentifikasikan dibunuh para pekerja sawit Makin Group. Kuburannya dibongkar untuk mengetahui penyebab kematiannya. Mayat orangutan tersebut babak belur seperti terkena pukulan yang berulangkali, kedua pergelangan tangan luka dan jarinya putus.
Sementara di Kalimantan Tengah, COP mengidentifikasi satu tengkorak orangutan di sekitaran areal konsesi PT TASK dan mengevakuasi tiga anak orangutan yang ditangkap masyarakat. COP juga menemukan empat tengkorak orangutan di areal konsesi Wilmar Group pada tanggal 20 Agustus 2011.(AIS)

Thursday, October 6, 2011

Ikut Peduli Terhadap orang Utan

Hari ini saya sedikit kesal, walaupun tetap berusaha enjoy dengan apa yang saya kerjakan. Kekesalan saya berawal dari berita dari Yahoo News dengan judul Kenapa Orang utan Penting? Bukan saya muak dengan tulisan itu, tapi saya sangat muak keadaan saat ini. Bagaimana tidak, dalam sepuluh tahun ini sekitar 10.000 orang utan dibantai demi pembukaan lahan Kelapa sawit. Bukan juga mentang-mentang saya bekerja di instansi pemerintah yang ikut menangani satwa liar, tapi hati nurani saya terasa koyak akan kenyataan ini. Saya tidak punya power untuk menghentikannya, karena, apalah arti seorang agus irwanto, pegawai rendahan. Tapi saya tidak mau berhenti hanya bisa meratapi nasib Orang utan, saya ikut Gerakan Petisi dalam penyelamatan orang utan ini.
Yup, kita harus bertindak, jika kita berjuang sendirian tentu tidak terdengar gaungnya terhadap para pemegang kekuasaan di atas. Tapi kita dapat bersatu untuk memperjuangkan petisi ini sehingga, Bapak Presiden Yang Terhormat mau bertindak. Ini saatnya, kita harus lebih peduli terhadap perlindungan kekayaan bangsa ini, bukan sekedar rupiah kekayaan tersebut. Tetapi juga budaya, alamnya dan tentu kekayaan flora faunanya.
Tidak membuang waktu saya ikut menyebarkan berita gerakan petisi ini ke seluruh teman-teman saya, baik melalui facebook, email, maupun blogs saya ini. Kita harus bertindak..!! Kita harus mulai melangkah lebih berani..!! Jangan sampai kita baru tersadar ketika seluruh orangutan hanya tinggal di poster dan film saja.

Friday, September 30, 2011

Lebaran 2011 kemarin

Jakarta. Itu yang terpikir ketika lebaran hendak tiba. Begitupun tahun ini. Kami sekeluarga sangat semangat menyongsongnya, tak terkecuali Kila. Walaupun kita sempat bingung untuk berangkat ke Jakarta-nya bagaimana dan naik apa. Keadaan keuangan kami tahun ini begitu mepet. Dan pikiran yang logis saat itu adalah, naik bis. Maka jauh haripun kami sudah booking tempat duduk di sebuah bis ke Jakarta, sambil memantau pergerakan naik turunnya harga tiket pesawat Malang - Jakarta. Tak dinyana, menjelang akhir Romadhon, rejeki mengalir, dan tiket pesawatpun anjlok. Kami mendapatkan tiket seharga 340 ribu Rupiah per orang. Tak ambil pikir panjang, kamipun langsung ambil 3 tempat duduk. Tinggal berpikir gimana caranya nanti pulang lagi ke Malang, karena kami berencana liburan panjang selama 2 pekan di Jakarta. hehehehehe.

* * *

Kila menunggu sholat Ied dimulai sambil menahan kantuk, hihihihi

Monday, August 15, 2011

Kila dan sawah

Kila berjalan di depan menyusuri pematang
Jika saya libur kerja, ada jatah waktu yang diminta Kila untuk jalan-jalan bersama dia. Bukan ke mall atau jalan-jalan ke pasar. Tapi ke sawah. Tidak jauh dari rumah, hanya beberapa ratus meter saja. Tepatnya terletak di depan sebuah SMK Negeri dan berseberangan dengan lapangan sepak bola. Tidak juga luas, hanya beberapa petak saja. Tapi kila suka sekali. Karena di sawah kila bisa berjalan-jalan di pematang dan menyaksikan semua perubahan warna pada padi. itu yang membuat ia begitu tertarik, kadang hijau kadang kuning ketika masa panen tiba. 

Atau jika musim kemarau seperti ini, sebagian sawah tidak ditanami karena pengairan yang tidak bagus, maka berubahlah sawah itu menjadi tempat penggembalaan kerbau dan domba. Huaahhh... semakin semangatlah Kila untuk ke sawah. Karena ia dapat mendekati kerbau dan memegang domba yang ada.

Tuesday, August 9, 2011

Hijrah adalah sebuah Jalan

"Um..", ujarku memulai percakapan pagi buta itu. Saat itu saya baru saja menyelesaikan sahur yang telah dipersiapkan oleh istriku. "Ummi berhenti kerja dari perusahaan tempat ummi bekerja kok seperti pembantu berhenti bekerja, begitu saja... tanpa ada pesangon atau hal-hal lain..", lanjutku dengan sedikit hati-hati. " Ummi kan HRD, pegawai tetap lagi, kok perusahaan ummi memperlakukan ummi seperti itu...", tanyaku berturut. Saya cukup lama berpikir untuk menanyakan hal ini, sejak beberapa malam yang lalu, ummi memelukku sambil menangis menceritakan keputusan beratnya untuk resign dari pekerjaannya yang menurutku mengagumkan itu. Saya tidak ingin membuka luka hatinya.

Friday, August 5, 2011

Puasa Berbicara

Marhaban Yaa Ramadhan. Huahhh.... alhamdulillah, dapat bertemu kembali dengan bulan penuh rahmat ini, bulan yang selalu ditunggu-tunggu. Dan Ramadhan tahun ini jatuh tepat di bulan Agustus ... betapa bahagianya dan semangatnya saya menyambut bulan ini. Selain bulannya "saya", 1 Syawal - pun, InsyaAlloh jatuh di akhir bulan Agustus. How perfect month. hahahay..

***

Hari ketiga, ketika langkah kaki ini menaiki tangga menuju ruangan kantorku, saya merasa ada tidak beres dengan tubuh ini. Demam mulai terasa, perut begitu sebah, badan mulai tidak nyaman di rasa. Waduh.. masa iya saya sakit ini.
Menjelang matahari mulai meninggi saya berhasil menculik Nano, pegawai honorer di kantorku, ke ruangan saya untuk melaksanakan ritual "kerok" punggung. Untuk minyak kayu putihnya berhasil saya dapatkan dari Agus Keceng, rekan seruangan saya, tapi koinnya belum dapat. Satu-satunya koin jaman sekarang yang masuk logika untuk ber-kerok ria adalah koin Rp. 1000,- Tapi, peredarannya belum begitu banyak, terpaksalah menggunakan koin Rp. 500,- yang kuning. Tapi baru beberapa kerokan, sakit mulai terasa dipun ggung, Nano pun mengusulkan pakai sendok stainless seperti biasa jika dia mengerok, ahhh...ting..! Saya teringat pisau lipat saya (yang bukan victorinox) itu, bukankah ada sendok dengan garpu, hehehehe... pisau lipat ini selalu ada di tas kecil eiger saya bersama perlatan emergency dan serba guna lainnya yang selali saya taruh di bawah meja kerja.
Tak lamapun saya sudah asyik menikmati kerokan Nano dipunggung saya disaksikan si Agus dan Agis yang silih berganti keluar masuk ruangan (maksudnya apa seh, mau jenguk apa mau memantau keadaan saya sebagai tetua di ruangan ini, hahahaha).

***

Akhirnya saya berjalan sedikit terseok dan melayang menelusuri jalan kampung Balearjosari tempat tinggal saya ini. Panas tubuh saya tidak mau kompromi, saya yakin bukan masuk angin. Sesampainya di rumah langsung saya menuju kamar sebelum melempar tas, jaket dan sepatu pada tempat biasanya. Kila, jagoan saya yang berusia 3 tahun 9 bulan, berlari-lari kecil sambil terus berkicau menyambut abi-nya tiba di rumah. Setelah masuk ke dalam selimut dan mengompres kening, saya terangkan kepada Kila jika abi-nya sedang sakit dan hendak istirahat. iapun menatap saya mengerti, ketika saya memejamkan mata, terasa kila mulai memanjat samping tempat tidur dan mengecup pipi kananku, dan berujar,"met tidur abi". What a suprise momment, dan tak terasa air mata hangat mengalir dipipiku. Terima Kasih Ya Allloh.

***

"Puasa berbicara pak, istilahnya. Bukan sekedar puasa ramadhan saja, tapi dibarengi puasa berbicara. Karena Pak Agus tiap hari pulang pergi Malang Surabaya kerjanya, trus banyak ketemu orang di jalan, naik bis, plus udara yang ekstrim seperti ini sekarang, angin kencang, malam dingin, siang panas sekali... itu semua bisa membawa bakteri, kuman masuk dan membuat tonsil-nya bengkak. Dan ini yang dpat mengakibatkan demam, badan sakit semua ", dokter Lisna menerangkan panjang lebar sambil menulis rekam jejak sakit saya di kartu berobat. Ku satroni dokter ini dokter ini setelah saya dan istri melaksanakan buka puasa dan sholat Maghrib. Rumahnya yang berada di perumahan sebelah membuat kami mudah untuk mendapatkan pertolongan pertama jika kami sekeluarga sakit.
Akhirnya kamipun terlibat perbincangan panjang mengenai tonsil alias amandel ini, kategorinya, efeknya, fungsinya, dan juga berbagai pendapat mengenai operasi amandel.

***

Udara malam ini di kota Malang begitu dingin diiringi angin sedikit kencang. Sambil membawa obat dan surat dokter untuk istirahat, saya meninggalkan rumah dokter Lisna dengan masih terngiang anjurannya pada saya, " besok jangan puasa dulu pak Agus... minum obatnya, jika belum ada perubahan segera cek darah ke lab ya..". Hehehe si dokter, saya yakin lusa keadaan saya sudah membaik, dan tentang puasa berbicara itu, saya usahakan .... tengkiu dok...

Tuesday, August 2, 2011

Serangan Kera ? Atasi Dengan Tanam Pohon

Gunung Kidul (ANTARA News) - Kawanan kera menyerang tanpa ampun dan mengobrak-abrik pemukiman karena mereka kekurangan makanan sehingga membuat penduduk cukup resah. Ini terjadi di Gunung Kidul, Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Akan tetapi ternyata Balai Konservasi Sumber Daya Alam Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai cara cukup jitu. Itu adalah rencana pada September 2011 nanti, menanam 500 batang pohon untuk mengatasi serangan kera ekor panjang

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY, Sartana, di Wonosari, Rabu, mengatakan, penanaman 500 batang pohon itu nanti merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi serangan kera ekor panjang yang meluas ke permukiman warga. "Kera ekor panjang menyerang permukiman warga karena kekurangan makanan, sehingga perlu ada penghijauan yang berfungsi menyediakan makanan," katanya. Ia mengatakan BKSDA akan menanam 500 batang pohon di perbukitan Dusun Duwet, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, dalam waktu dekat. "Penanaman pohon secara serentak di Dusun Duwet, pertimbangannya karena wilayah itu menjadi salah satu kawasan yang sering diserang kera," katanya. 

Menurut Sartana, BKSDA menanam pohon pada September mendatang dengan pertimbangan diprakirakan mulai awal musim hujan. "Kami berharap pohon-pohon itu nanti bisa tumbuh dengan cepat agar ketersediaan makanan untuk kera terpenuhi di habitatnya," katanya. Ia mengatakan jenis pohon yang ditanam di antaranya duwet, salam, beringin, dan jambu biji. "Kami mengupayakan penanaman pohon yang tahan hidup di musim kemarau, karena kabupaten ini karakter tanahnya tandus," katanya. 

Sartana mengatakan jika ketersediaan makanan kera tercukupi, maka satwa liar itu tidak akan turun ke permukiman warga. "Kera akan memakan pucuk daun pohon salam dan duwet, sedangkan pohon beringin sebagai rumah hewan tersebut," katanya. Menurut dia, BKSDA akan melibatkan masyarakat Dusun Duwet dalam penanaman pohon pada Sepetember mendatang. "Pelibatan masyarakat sekaligus menjadi sarana kampanye penghijauan," katanya. Ia mengatakan penanaman pohon tersebut sesuai dengan upaya penghijauan di kawasan pantai selatan Gunung Kidul. "Kami akan melakukan pendataan lokasi lain yang membutuhkan penghijauan seperti Dusun Duwet," katanya.

Kera ekor panjang menyerang permukiman warga di Dusun Duwet, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Gunung Kidul, sejak beberapa bulan lalu. Salah seorang warga dusun setempat, Sawikem mengatakan kawanan kera ekor panjang memakanan tanaman kacang di sekitar rumah warga. "Kera tidak hanya menyerang areal pertanian, tetapi juga masuk ke rumah warga dan mengambil hasil panen kacang," katanya. Ia mengatakan warga tidak menangkap hewan ini karena khawatir kera termasuk hewan yang dilindungi. Warga berharap upaya penghijauan akan menyelesaikan masalah serangan kera yang terjadi hampir setiap tahun di daerah itu. 

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gunung Kidul Anik Indarwati mengatakan populasi kera ekor panjang di kabupaten ini berlebih. "Kera berkembangbiak sangat cepat seperti deret ukur di sejumlah kawasan perbukitan dan pantai," katanya. Menurut dia, kera biasa turun ke areal pertanian maupun permukiman warga saat musim panen tanaman pangan tiba. "Serangan kera ekor panjang tidak hanya terjadi saat musim kemarau, tetapi pada masa panen pun kera suka berpindah-pindah ke tempat yang banyak tersedia makanan binatang itu," katanya. Ia mengatakan serangan kera selama ini sering terjadi di wilayah Kecamatan Tepus, Tanjungsari, dan kawasan Pantai Siung, Kabupaten Gunung Kidul.

Wednesday, July 27, 2011

Blackberry

Saya masih merasa geli.
Subuh dingin ini saya sedikit terlambat naik bis, bersama tetangga saya, Ferri, yang sama-sama menjadi manusia urban di Surabaya, akhirnya naik bis Dana Dhasih. Bukan bis biasa yang kami naiki, karena sudah berangkat sepuluh menit yang lalu. Ini sebuah bis PATAS yang memiliki tarif aneh. Yap, seluruh bis Patas yang berangkat subuh dan pagi buta dari Malang pasti memiliki tarif ganda, Jika kita tahu, cukup sodorkan uang sepuluh ribu maka kondektur akan berlalu, tetapi jika anda memberi uang tidak genap sepuluh ribu, maka tarif akan dianggap normal 15 ribu rupiah.
Tapi bukan itu yang membikin saya geli, melainkan seragam supir dan kondektur bis ini. Memakai batik lengkap dengan kopiah / songkok. Saya sempatkan berbisik kepada Ferri yang duduk tepat di depan saya, " kondekturnya arep buwuh ..." (kondekturnya akan pergi ke kondangan), hfffff... Ferri-pun menahan ketawanya. Mana songkok sang kondektur sedikit miring lagi.

***

Tapi ada lagi yang bikin saya geli. Sebuah gadget yang sedang meledak saat ini. Blackberry.
Bukan saya tidak tertarik, sumpah, apalagi kemampuannya, yakin bikin ngiler. Tidak mengherankan jika gadget ini disebut smart phone. Saking pinternya, istri sayapun terkena imbasnya, dan secara resmi ia menasbihkan diri sebagai penggunanya. Dan sebuah model storm-nya menemani setiap aktifitas sehari-hari.
Tapi bagi saya, blackberry tidak menarik perhatian, tidak membius saya untuk ikut-ikutan arus guna memiliki dan menggunakannya. Selain mahal, bagi saya, waktu saya lebih berharga untuk kegiatan lain dibanding ber - BBM atau memantau status FB dan nge-twit di tweeter.
tidak.

Geli. Saya merasa melihat pengguna blackberry terlalu asyik dalam menggunakannya sehingga seperti memiliki dunia tersendiri. bagaimana tidak asyiknya ketika kita berbincang-bincang dalam suatu suasana, ada seorang rekan kita atau kita sendiri asyik dengan dunia blackberry-nya. Dia berbicara tanpa memandang ke arah kita tetapi asyik dengan sinar lampu bleckberry. hahhh. Autis...
Eitss... saya pernah diprotes dengan penggunaan kata "autis" untuk penggambaran pengguna blackberry yang memiliki dunia-nya tersendiri tanpa peduli kita yang berada di dekatnya.

Bagi saya, telepon selular, kembali pada fungsi utamanya, yakni mengirim dan menerima informasi berupa suara atau tulisan dari dan kepada keluarga kita, kerabat dan handai taulan.

Tuesday, June 28, 2011

Seni Mendengar dan Cara Berkomunikasi yg Efektif

"Teman... Mendengarlah dengan sabar, maka kita akan menemukan banyak hikmah dari yang disampaikan orang lain kepada kita"

Banyak orang bisa 'berkata', namun sedikit yang mau 'mendengar'. Padahal jika kita mau kembali ke hukum alam, seharusnya kita harus lebih banyak mendengar daripada bicara. Bukankah Tuhan memberi kita dua  telinga dan hanya satu mulut ? :-) 
Begitupun jika kita saksikan pada bayi yang baru lahir. Indra pendengaran lebih dulu berfungsi daripada yang lainnya. Lalu, mengapa mendengar lebih susah daripada berbicara?

Meski secara kasat mata mendengar adalah hal yang gampang, namun nyatanya banyak orang yang lebih suka didengarkan daripada mendengarkan. Mendengarkan merupakan bagian esensi yang menentukan komunikasi efektif. Tanpa kemampuan mendengar yang bagus, biasanya akan muncul banyak masalah. Yang sering terjadi, kita merasa bahwa kitalah yang paling benar. Kita tidak tertarik untuk mendengarkan opini yang berbeda dan hanya tergantung pada cara kita.

Selalu merasa benar, paling kompeten, dan tidak pernah melakukan kesalahan. Duh... malaikat kali! :-)
Jika kita selalu merasa bahwa diri kita benar, dan cara kitalah yang paling tepat, itu berarti kita tidak pernah mendengarkan.

Ide dan opini kita sangat sukar untuk diubah jika fakta tidak mendukung keyakinan kita. Bahkan kalau ada fakta pun kita mungkin hanya akan sekedar meliriknya saja.  Mungkin saat ini kita nyaman dengan cara kita, tapi untuk jangka waktu yg panjang, orang-orang akan menolak dan membenci kita. 

Jika kita mau mulai mendengarkan orang lain, maka suatu saat kita akan menyadari kesalahan kita. Jawaban untuk mengatasi sifat ini adalah mengasah skill mendengar aktif. Mendengar tidak selalu dengan tutup mulut, tapi juga melibatkan partisipasi aktif kita. Mendengar yang baik bukan berharap datangnya giliran berbicara. Mendengar adalah komitmen untuk memahami pembicaraan dan perasaan lawan bicara kita. Ini juga sebagai bentuk penghargaan bahwa apa yang orang lain bicarakan adalah bermanfaat untuk kita. Pada saat yang sama kita juga bisa mengambil manfaat yang maksimal dari pembicaraan tersebut.

Seni mendengar dapat membangun sebuah relationship. Jika kita melakukannya dengan baik, orang-orang akan tertarik dengan kita dan interaksi kita akan semakin harmonis.

Berikut teknik mudah yang dapat dipraktekkan oleh Agus dengan sangat wajar untuk menjadi seorang pendengar yang baik :
1. Peliharalah kontak mata dengan baik.
   Ini menunjukkan kepada lawan bicara tentang keterbukaan dan kesungguhan
   kita.

2. Condongkan tubuh ke depan.
   Ini menunjukkan ketertarikan kita pada topik pembicaraan. Cara ini juga
   akan mengingatkan kita untuk memiliki sudat pandang yang lain, yaitu tidak
   hanya fokus pada diri kita.

3. Buat pertanyaan ketika ada hal yang butuh klarifikasi atau ada informasi
    baru yang perlu kita selidiki dari lawan bicara kita.

4. Buat selingan pembicaraan yang menarik
    Hal ini bisa membuat percakapan lebih hidup dan tidak monoton.

5. Cuplik atau ulang beberapa kata yang diucapkan oleh lawan bicara 
     kita.
    Ini menunjukkan bahwa kita memang mendengarkan dengan baik hingga
    hapal  beberapa cuplikan kata.

6. Buatlah komitmen untuk memahami apa yang ia katakan, meskipun kita
    tidak suka atau marah. Dari sini kita akan mengetahui nilai-nilai yang
    diterapkan lawan bicara kita, yang mungkin berbeda  dengan nilai yang kita
    terapkan.

Dengan berusaha untuk memahami, bisa jadi kita akan menemukan sudut pandang, wawasan, persepsi atau kesadaran baru, yang tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya. Seorang pendengar yang baik sebenarnya hampir sama menariknya dengan pembicara yang baik. Jika kita selalu pada pola yang benar untuk jangka waktu tertentu, maka suatu saat kita akan merasakan manfaatnya.

Prosesnya mungkin akan terasa lama dan menjemukan, tapi lama-kelamaan akan terasa berharganya upaya yang telah kita lakukan. Kita akan merasa lebih baik atas diri kita, hubungan kita, teman-teman kita, anak-anak kita, maupun pekerjaan.

Kesimpulan: Jadilah pendengar yang baik, karena sifat ini bisa menjadi kunci untuk mengembangkan pikiran yang positif, dan merupakan salah satu tangga untuk mencapai kesuksesan! :-)

Anne Ahira

Tuesday, June 14, 2011

Naik Pesawat

Saya sedang asyik menikmati pemandangan dari tempat duduk di samping sopir sebuah taksi dari Bandara Abdul Rahman Saleh menuju rumah saya di Balearjosari Malang. Nikmat sekali melihat jalanan lengang di kota ini, tidak seperti yang saya alami ketika harus membelah jalanan ibukota yang super padat.

***

Liburan panjang ini kami memutuskan untuk ke Jakarta, bukan untuk berlibur, tapi karena adik ipar saya, Febri, akan melangsungkan pernikahannya di hari Sabtu. Untuk itu, istri saya sudah mengatur perjalanan kami melalui udara. yup, naik pesawat terbang.
Ini bukan pertama kali saya melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang, tetapi tetap saja saya merasa sangat grogi, dan jika ada pilihan  yang lebih baik adalah naik bis. Karena, saya memiliki banyak waktu untuk menikmati pemandangan sepanjang jalan yang dilewati bis, saya memiliki banyak waktu untuk melamun, untuk menikmati musik melalui MP3 player, dan saya memiliki banyak waktu untuk tidur.
Tapi, kali ini tidak. Karena kami berpacu dengan waktu, selain itu kami juga mengaja jagoan cilik kami, Kila. Sehingga jika menaiki bis, kami khawatir Kila akan kelelahan dan kami akan kekurangan waktu istirahat di Jakarta.
menunya neh... hmmmm

Kali ini kami naik Garuda Airways dari Bandara Abdul Rahman Saleh Malang. Tentu kami senang, selain mendapatkan tiket promo di tengah liburan yang menjadikan harga tiket mahal, kami juga mendapatkan pelayanan yang "khas" Garuda Airways, yang tentu lebih baik di banding maskapai lain. Mulai dari keramahan pramugarinya (ya..walau masih adalah satu dua orang pramugari yang bertampang tidak ramah), pelayanannya, makanannya yang disajikan dan tentunya bagi anak kecil akan diberi hadiah berupa mainan. Saya sempat tertawa geli ketika melihat menu roti kotak yang diberikan, bukan karena tidak baik, tetapi saya membandingkan dengan maskapai lain yang "hanya" berupa sepotong roti dan sebuah gelas air putih kemasan. Sampai-sampai saya berbisik ke istri saya, "um, rotinya macam kita naik bis malam saja, tapi itu juga masih mending bis malam masih dapat makan malam, hihihihi". Tapi tidak di Garuda, kita dapet sepotong roti, sebungkus coklat wafer kit kat, fruit tea, dan tentu saja menu minuman pilihan, tinggal pesan, mau kopi panas, teh susu, aneka macam jus atau sekedar air putih. Beda banget.
sruupppuutt... Kila-pun menikmati jus-nya

Kila tampak menikmati sekali penerbangan ini, terlihat dari permen yang ia ambil dari pramugari, satu genggam penuh, dan pramugaripun memberikan senyumnya. Sedangkan saya berusaha menyibukkan diri, agar sedikit terlupakan ketegangan yang sedang melanda diri saya. Entah itu dengan membaca koran, membaca majalah, makan kit kat, melihat tontonan komedi di televisi, pokoknya mencoba sesantai mungkin. hahahahaha.
abaikan foto ini.... nyasarrr

***

Yang jelas, naik pesawat itu kita diingatkan terhadap Yang Maha Kuasa. Betapa besar kuasanya terhadap kita yang kecil dan tak berdaya.

enjoy the flight....

Monday, June 6, 2011

Teh Ape Kopi

Suatu sore yang panas, ketika melintasi jalanan ibukota yang super padat, antara tanjung duren menuju Cililitan. Sebuah chanel radio terputar, jika menilik kata-kata penyiarnya, gak salah lagi nih die Bens Radio. Entah itu sebuah iklan atau sebuah "joke" tetapi yang jelas diputar berulang-ulang, sehingga saya juga tertawa terpingkal-pingkal berulang-ulang pula.
Ceritanya tentang seorang ibu muda (SIM) menerima tamu yang tidak diharapkan yakni seorang Debt collector (DC), kita dengerin deh...

SIM : (dalam hati) waduh tuh tukang tagih datang neh..gawat...
DC : selamat malam...
SIM : ye si abang, selamat siang, makanye tuh kacamata dilepas donk...
DC : langsung aje ye...
SIM : masuk dulu deh bang... minum-minum dulu...
DC : hmmm.. bolehlah
SIM : mau panas atau dingin neh..
DC : panas aje..
SIM : teh atau kopi?
DC : Ngopi enak neh, kopi.. kopi deh...
SIM : kopinye dalem negeri atau luar negeri neh?
DC : luar negeri donk...
SIM : luar negerinye amerika atau eropa?
DC : amerika aja deh...
SIM : amerika-nye, amerika latin ape amerika serikat?
DC : amerika latin aja...
SIM : amerika latinnye pake samba ape tango..?
DC : (mulai panas) yaelah mau ngopi ribet banget seh...!
SIM : ya udah kalo gitu, kopinye mau yang manis ape yang pahit?
DC : ya yang manis donk...
SIM : pake gula pasir ape gula jawa...?
DC : gula jawa ! (tambah kesel)
SIM : jawa-nye ape jawa tengah, jawa timur ape jawa barat..?
DC :  buset deh mo minum aja ribet banget..!! udah yang mudah aje. minum aer putih aja...
SIM : oke deh bang... emmm.. aer putihnya yang rebus dulu ape yang isi ulang..??
DC : udah gue cabut aja..selamat siang..!!

Monday, May 30, 2011

Tidur Siang, Cara Alami Singkirkan Sakit Kepala

TAK selamanya meredakan sakit kepala dengan mengandalkan obat. Bila terlalu sering, tubuh akan menjadi resistan sehingga akan membutuhkan obat dengan dosis yang lebih tinggi lagi.



Padahal, menyingkirkan nyeri di kepala dapat dilakukan dengan cara alami. Pencegahannya dengan memperbanyak makan buah dan sayur. Pengobatannya dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:

a. Tidur siang
Cobalah untuk tidur siang sebentar saja untuk mengurangi rasa nyeri yang terasa. Namun, jangan sampai malah kebablasan. Terlalu lama tidur justru akan memperparah sakit kepala Anda. Cobalah tidur siang di sela-sela aktivitas selama 15-30 menit.

b. Latihan pernapasan
Saat sakit kepala muncul, ambil napas dalam-dalam. Tarik dan keluarkan kembali napas secara perlahan. Gerakan sederhana ini bisa membuat tubuh dan kepala merasa lebih nyaman dengan rasa nyeri yang berkurang.

c. Pijat kepala
Pijat memang dikenal ampuh dan efektif menyembuhkan sakit kepala. Pijat kening Anda menggunakan jari dengan gerakan memutar secara perlahan. Juga coba tekan dengan lembut dahi Anda dengan jari-jari.

d. Aromaterapi
Menghirup minyak aromatic tak hanya dapat meredakan sakit kepala, tapi juga bisa memperbaiki suasana hati Anda. Coba hirup minyak atsiri beraroma lavender, kayu cendana, dan vanila yang bermanfaat menyingkirkan stress.


Metro TV News | Metro TV – Sab, 12 Mar 2011

Monday, May 23, 2011

Kila Sudah Mandi


Entah karena bakat jahilnya itu menurun dari saya, atau memang kila itu super cerewet dan jahil pula. Kila kalau bertanya tidak pernah berhenti pada satu pertanyaan itu saja, kadang ada beberapa pertanyaan susulannya, dan kalau sudah terjawab (kita merasa sudah menjawabnya), kila akan bertanya yang bikin kita keki. Contoh ketika suatu sore saya sedang asyik nonton tipi, sedangkan kila asyik bermain mobil-mobilan.

Kila : Abi sudah mandi...?

Saya bepikir sejenak, apa sore itu saya sudah mandi, ternyata belum, tapi toh tadi pagi saya mandinya kesiangan jadi bisa dikata saya sudah mandi...
Saya : sudah.... (dengan penuh percaya diri)

Kila : umi...?

Saya meliriknya, dan mendapatkan wajah polosnya yang menunggu jawaban.
Saya : sudah...

Kila : mbak Ro..?

Saya : sudah ...

Kila : ikan...?

hmmm...mulai deh...

Saya : ya sudah donk, kan ikan berenang di aquarium terus...

Kila : udang..?

Saya meliriknya kembali dan mendapatkan wajahnya penuh senyum jahil...

Tuesday, May 10, 2011

Air Mata Cinta ..

Hari ini..seperti hari Selasa yang lain, tetapi hari ini ada sesuatu yang lain.
Hari ini saya menjumpai dan melihat seorang wanita mengeluarkan air matanya menangis karena cinta. Entah karena pasangannya berbuat sesuatu yang menyakiti hatinya, atau mungkin berbuat selingkuh atau mungkin juga pasangannya berselingkuh dengan seseorang yang ia kenal.
Sakit .. sakit sekali melihatnya..
Sakit .. sakit sekali menahannya, sehingga air matanya tak mampu ia bendung dan ia alirkan begitu saja meluncur bebas membasahi pipinya yang gemuk.
Saya mungkin terlalu muda untuk menilai sebuah cinta atau berkata tentang cinta, tapi itulah cinta, disisi lain kita memburu untuk mendapatkannya tapi disisi lain pula kita terluka dan menangis karenanya.
Cinta itu memang aneh, cinta itu memang indah, tapi kadang cinta itu memang menyakitkan. Tapi cinta membutuhkan pengertian yang luar biasa untuk memahaminya. Seperti halnya penggalan lagu karya NAIF yang suka saya dendangkan...

..... Cinta.... kaulah sayangku...
kau hidupku..dan

kau cinta matiku...
ku selalu milikmu..slamanya dan..

kaulah sayangku...

kau hidupku..dan

kau cinta matiku...

ku selalu milikmu....


udara panas surabaya mengeringkan dan membawa terbang setiap tetes air mata yang tersisa

Tuesday, April 19, 2011

Hargai Apa Yang Kita Miliki

Pagi ini ketika saya membuka email, saya mendapatkan email dari rekan saya (setidaknya berharap mau menjadi rekan saya)Anne Ahira, pemilik AsianBrain.com. Karena tempo hari saya telah bergabung dengan Asian Brain Community, maka Anne mengirimkan tulisan perdananya buat saya yang menurut saya sangat outstanding, top markotop..! Sayang rasanya jika tulisannya tidak saya bagi untuk rekan-rekan semua. Dengan judul tulisan yang sama, berikut isi tulisannya.

Agus,

Pernahkah Agus mendengar kisah Helen Kehler?
Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan dalam kondisi buta dan tuli.

Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa membaca, melihat, dan mendengar. Nah, dalam kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.

Tidak ada seorangpun yang menginginkan lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan memilih untuk lahir dalam keadaan normal.

Namun siapa sangka, dengan segala kekurangannya, dia memiliki semangat hidup yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang legendaris.

Dengan segala keterbatasannya, ia mampu memberikan motivasi dan semangat hidup kepada mereka yang memiliki keterbatasan pula, seperti cacat, buta dan tuli.

Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti dirinya mampu menjalani kehidupan seperti manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit dilakukan.

Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah diucapkan Helen Kehler:

"It would be a blessing if each person
could be blind and deaf for a few days
during his grown-up live. It would make
them see and appreciate their ability to
experience the joy of sound".

Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah bila setiap org yang sudah menginjak dewasa itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja.

Dengan demikian, setiap orang akan lebih menghargai hidupnya, paling tidak saat mendengar suara!

Sekarang, coba Agus bayangkan sejenak....

......Agus menjadi seorang yang buta dan tuli selama dua atau tiga hari saja!

Tutup mata dan telinga selama rentang waktu tersebut. Jangan biarkan diri Agus melihat atau mendengar apapun.

Selama beberapa hari itu Agus tidak bisa melihat indahnya dunia, Agus tidak bisa melihat terangnya matahari, birunya langit, dan bahkan Agus tidak bisa menikmati musik/radio dan acara tv kesayangan!

Bagaimana Agus? Apakah beberapa hari cukup berat? Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?

Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja, bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada dalam diri kita!

Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah keluhan demi keluhan.... Hingga tidak pernah menghargai apa yang sudah kita miliki.

Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati oleh orang lain. Ya! Kemewahan utk orang lain!

Coba Agus renungkan, bagaimana orang yang tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah
kemewahan yang luar biasa baginya.

Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin akan mampu melakukan banyak hal, termasuk membuat sebuah tulisan yang menarik.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan bisa memandang hidup dengan lebih baik.

Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah!
Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif dan menjadi seorang manusia yang lebih baik.

Ditulis oleh: Anne Ahira

Monday, April 18, 2011

Ular Pucuk

Hedehhh... saya sewot sekali kala mbak rety mendatangi saya dengan tergopoh-gopoh kebingungan. Rupanya ada orang meminta surat angkut untuk jenis ular yang ia bawa. Ketika disebutkan jenisnya adalah ular Jenur. wot? Ular Janur? ala makjan selama saya kerja belum pernah mendengar jenis ular tersebut. setelah menghabiskan waktu cukup lama dengan tanya ke mbah gugel, dan browsing kesana-kemari, ternyata ular dimaksud adalah ular daun atau ular Pucuk.

Ular pucuk (Ahaetulla nasuta) adalah nama sekelompok ular berbisa lemah yang tidak berbahaya dari marga Ahaetulla, suku Colubridae. Dinamai demikian karena bentuk ular-ular ini menyerupai pucuk sulur-suluran di hutan: panjang, lampai dan umumnya berwarna hijau. Dalam bahasa Inggris, ular-ular ini disebut dengan nama umum vine snake atau whip snake, yang mengacu kepada bentuk-bentuk yang sama seperti diuraikan di atas. Ular-ular pucuk termasuk berbisa lemah. Artinya, meski bisanya cukup kuat untuk melumpuhkan mangsanya (misalnya kodok, kadal atau burung kecil), namun tidak berbahaya bagi manusia. Tak seperti ular-ular kobra atau bandotan, taring bisanya terletak di bagian belakang rahang atasnya (opisthoglypha).

Keragaman jenis
Taksonomi ular-ular pucuk belum terdokumentasi dengan baik dan belum pula dilakukan kaji ulang secara menyeluruh. Akan tetapi sejauh ini ada delapan spesies ular yang umumnya diterima sebagai anggota marga Ahaetulla:
- Ular pucuk Günther, Ahaetulla dispar (Günther, 1864)
- Ular pucuk kepala-rintik, Ahaetulla fasciolata (Fischer, 1885)
- Ular pucuk Burma, Ahaetulla fronticincta (Günther, 1858)
- Ular pucuk Malaya, Ahaetulla mycterizans (Linnaeus, 1758)
- Ular pucuk hidung-panjang, Ahaetulla nasuta (La Cépède, 1789)
- Ular pucuk Ghats-barat, Ahaetulla perroteti (Duméril & Bibron, 1854)
- Ular gadung, Ahaetulla prasina (Shaw, 1802)
- Ular pucuk kecoklatan, Ahaetulla pulverulenta (Duméril & Bibron, 1854)

Penyebaran
Jenis-jenis ular pucuk menyebar terutama dari India di sebelah barat, hingga ke Tiongkok di timur, ke selatan melalui sebagian besar wilayah Asia Tenggara, hingga ke Kepulauan Nusantara dan pulau-pulau di Pasifik.

Perdagangan
Ular pucuk termasuk kelompok ular yang kerap diperdagangkan sebagai hewan timangan (pet) dan diekspor ke negara-negara Barat.

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Upaordo : Serpentes
Famili : Colubridae
Upafamili: Colubrinae
Genus : Ahaetulla

Sumber Wikipedia

Thursday, April 14, 2011

Menikmati rasanya menikmati khasiatnya

Kopi sering menjadi pilihan banyak orang untuk mengisi waktu luangnya, baik itu sekedar membunuh waktu, menemani ketika membaca koran, atau menghangatkan suasana bersama teman. Mengonsumsi kopi akan terasa nikmat jika dilakukan saat bersantai atau saat pagi hari. Manfaat kopi yang paling populer adalah membuat rasa kantuk hilang dan semangat kembali datang. Padalah banyak hal lain yang bisa didapatkan saat kita minum kopi.
Sebuah penelitian yang dilakukan psikolog Australia dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa, secangkir kopi juga bisa mengakibatkan perubahan sikap seseorang. Penelitian itu dilakukan dengan cara yang cukup sederhana. Seperti dikutip dari Genius Beauty, para peneliti meminta opini dari sekelompok objek penelitian mengenai suatu hal. Namun setelah itu, para objek penelitian itu dbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama tidak diberi kopi, dan yang kedua diberi kopi.Setelahnya, kedua kelompok tadi diberi pandangan yang berbeda dengan opini mereka. Kelompok yang tidak minum kopi bersikap lebih 'kaku' dan tetap bertahan pada pendapat mereka. Sedangkan sebaliknya, kelompok yang minum kopi lebih mudah diarahkan. Mereka juga bersikap lebih fleksibel dan berusaha mencari titik tengah antara pandangan baru serta opini pribadi mereka.
Para ahli mengambil kesimpulan bahwa kopi juga berpengaruh pada perubahan sikap para objek penelitian tadi. Kopi dapat memperlancar peredaran darah, sehingga mengurangi rasa stress dan tekanan dalam pikiran seseorang. Sehingga membuat mereka lebih fleksibel dan lebih mudah menerima masukan dari orang lain.

Kurangi Risiko Stroke Hingga 25%

Tak hanya nikmat, konsumsi kopi juga bisa mengurangi risiko stroke.Satu penelitian mengungkap, wanita yang mengonsumsi lebih dari secangkir kopi sehari bisa menurunkan risiko stroke hingga 25 persen dibandingkan dengan mereka yang sedikit atau tanpa asupan kopi.
Peneliti Dr Susanna Larsson, dari National Institute of Environmental Medicine di Karolinska Institute di Stockholm, Swedia, mengatakan kopi adalah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi masyarakat di dunia. "Efek kesehatan, meskipun kecil, dari zat yang dalam kopi dapat memiliki konsekuensi yang besar bagi kesehatan masyarakat," katanya.
Walaupun terlalu cepat untuk merekomendasikan kopi sebagai minuman kesehatan, temuan ini bisa meringankan pikiran wanita yang khawatir tentang bahaya mengkonsumsi kopi berlebih, tambah Dr Larsson. "Beberapa wanita menghindari mengkonsumsi kopi karena mereka berpikir itu tidak sehat," katanya.
"Bahkan, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa konsumsi kopi moderat dapat mengurangi risiko beberapa penyakit seperti diabetes, kanker hati, dan kemungkinan stroke." Dari penelitian ini, hampir 35.000 wanita berusia 49-83 mengikuti diet kesehatan dari satu dekade.

Hal ini menunjukkan bahwa mereka yang melaporkan minum kopi setidaknya secangkir sehari, mengalami perbaikan kesehatan risiko stroke dari 22 persen menjadi 25 persen lebih rendah terkena stroke daripada mereka yang minum sedikit.
Para peneliti menyatakan, kumungkinan kopi bisa mengurangi risiko stroke karena kopi mampu mengurangi peradangan dan meningkatkan sensitivitas insulin. Kopi juga mengandung antioksidan yang dikenal mampu mencegah penyakit.Penelitian sebelumnya juga menunjukkan perokok pria yang tidak mengonsumsi kopi berisiko menderita stroke.
Tim ahli dari Swedia mengungkapkan bahwa perempuan yang tidak minum kopi sama sekali sebenarnya bisa meningkatkan risiko mereka terhadap stroke. Namun peneliti menegaskan temuan bersifat sementara. Disarankan jangan sampai menyebabkan perubahan kebiasaan minum kopi.

"Hasil dari penelitian kami pada wanita menunjukkan bahwa konsumsi 1 sampai 5 cangkir kopi per hari dikaitkan dengan penurunan risiko stroke sebesar 22 hingga 25 persen, dibandingkan dengan konsumsi kurang dari 1 cangkir sehari," ungkap Susanna Larsson dari National Institute of Environmental Medicine di Karolinska Institute di Stockholm belum lama ini
Ditambahkan dalam Stroke edisi 10 Maret, "Bahkan minum kopi dalam porsi kecil saja sudah dapat mengurangi risiko strok".
Hubungan antara minum kopi rutin dengan penurunan risiko stroke pada masyarakat umum dilaporkan oleh para peneliti Inggris tahun lalu pada konferensi stroke tahunan American Stroke Association.

Sebuah studi tim dari University of Cambridge yang melibatkan 23.000 pria dan wanita yang dipantau selama rata-rata 12 tahun, menemukan mereka yang melaporkan mengonsumsi kopi memiliki risiko 27 persen lebih rendah terkena stroke daripada mereka yang tidak pernah minum kopi.Selain itu, lebih banyak penelitian tahun lalu yang menunjukkan minum kopi atau teh dalam porsi sedang dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

Namun, beberapa penelitian hubungan antara kopi dan kesehatan telah menghasilkan hasil yang bertentangan.
Beberapa menyarankan dosis tinggi dari kafein dapat meningkatkan tekanan darah. Namun, yang lain menunjukkan kopi mengurangi risiko kanker, usus besar pankreas, otak, mulut, dan tenggorokan.

Sumber Pustaka : Metrotvnews, Yahoo News, VIVAnews
 

Copyright 2010 halaman agus.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.