Monday, June 23, 2008

ANAK JALANAN MALAS KARENA UANG ANDA

Banyak pihak dan yayasan yang telah mencoba menolong mereka dengan memberikan sekolah gratis, makanan gratis dan rumah singgah bagi mereka. Namun mereka tetap kembali kejalan. Mengapa? Karena Uang Anda ! Karena setiap hari mereka memperoleh "uang gampang", paling sedikit Rp. 25.000,- itu berarti dalam sebulan mereka bisa memperoleh Rp. 750.000,-. Jumlah yang cukup besar, tidak heran mereka memilih untuk tetap di jalan. 

Tapi jika dibiarkan, 10-20 tahun lagi mereka akan tetap berada dijalanan dan bisa jadi menjadi preman yang tinggal di jalan dan melahirkan anak-anak kurang mampu dan yang tidak Berpendidikan. Ini akan menjadi lingkaran setan di negara kita. Mereka bukannya tidak punya pilihan lain, apa yang bisa kita lakukan agar mereka tidak berada di jalanan lagi ? 

BERHENTI MEMBERIKAN UANG KEPADA MEREKA!!! Dengan begitu kita menolong mereka dari resiko-resiko berbahaya serta memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyambut uluran tangan yayasan dan melakukan hal-hal yang berguna untuk masa depannya kelak. Lewat tindakan kita dan kesempatan yang kita berikan, kita secara tidak langsung sedang memulihkan hak-hak asasi anak menurut Konvensi hak anak PBB (diratifikasi Keppres RI No. 36/1990) : • Hak untuk hidup • Hak untuk tumbuh dan berkembang • Hak untuk memperoleh perlindungan • Hak untuk berpartisipasi.

Dengan kita berhenti memberikan "uang gampang" berarti kita telah menjadi sukarelawan pasif dalam usaha pemulihan hak asasi anak. Disatu sisi kita kasihan melihat mereka namun jika kita memberi uang maka mereka akan tetap seperti itu dan tidak mau menyambut uluran tangan dari yayasan2 yang berniat membantu mereka. Di sisi lain dengan tidak memberikan uang maka kita berharap masa depan mereka akan lebih baik dari sekarang ini.

Monday, June 16, 2008

Hal Merokok



Saya punya sejarah cukup panjang mengenai merokok. Pertamakali merokok saya lakukan ketika duduk di bangku SMP kelas 3. Ya, walaupun saya merokok ketika itu hanya seminggu sekali. Karena saya merokok ketika malam mingguan keluar bersama teman saya Johan Wongkar, membelah dinginnya kota Malang. Dengan patungan kita beli satu pak rokok dan kita habiskan malam itu juga sambil jalan-jalan menyusuri jalanan kota Malang. Saya masih ingat rokok kami ketika itu adalah Sampoerna Exclusive dan Bentoel Biru. Untuk ukuran saku pelajar seusia saat itu kalau ditanggung berdua menjadi tidak terlalu mahal. Kebiasaan merokok saya walapun tidak "ngebes" berlanjut ke SMA, banyaknya sih beli ngecer dan itupun tidak setiap hari saya beli, selain nanti akan cukup menguras uang saku saya, juga takut setengah mati kalau ketahuan Bapak saya. Tapi ketika kelas 3 SMA saya sempat berhenti merokok.

Dan kebiasaan merokok kembali kambuh ketika semester 2 saya kuliah di Malang. Merokok menjadi hal yang mengasyikkan, apalagi kalau kita sedang sendiri dan perjalanan jauh. Cukup ditemani secangkir kopi atau permen, jadi dahh. Hal ini terus berlanjut hingga saya bekerja. Bahkan walau sempat berhenti sekian lama, lagi-lagi saya kembali merokok. Biasanya godaan datang kalau sehabis makan atau ngopi.

Tapi sudah dua bulan ini saya berhenti merokok, dan kali ini alasan untuk berhenti sangatlah kuat. Dan saya berusaha sekuat tenaga untuk tidak merokok kembali. Hal terberat ketika berhenti merokok adalah beberapa minggu awal saya mengalami hal yang bernama detoksinasi. Sebuah proses dimana tubuh mengeluarkan racun-racun yang ditimbulkan oleh merokok dari tubuh kita. Keadaan ini yang menurut saya cukup menyiksa, karena sering mengalami "ampek" pada dada kita. Seolah-olah semalaman kita habis merokok satu slop rokok saja. Hampir setiap pagi saya selalu merasakan hal ini dengan kadar yang semakin lama semakin berkurang. Hingga kini saya kadang masih mengalaminya, terutama ketika bangun tidur.

Tetapi, menurut www.stopmerokok.com, hal yang berat untuk berhenti merokok adalah ketika merokok itu sudah menjadi kebiasaan. Maksudnya, sehabis makan kita merokok, kemudian ketika minum kopi kita merokok. Nah hal seperti ini yang sudah menjadi semacam tradisi dalam alur hidup kita, sehingga sulit berhenti merokok karena adanya kebiasaan itu tadi. Bahkan ada joke diantara teman-teman saya, "mari mangan gak rokokan koyok digepuk cino ora mbales". (sori neh bukan nyrempet SARA). Dan saya akui berat, bagaimana ketika habis makan kemudian menikmati rasa kenyang dengan merokok, fuuuh... rasanya susye gitu.

Tapi memang, bisa tidaknya kita berhenti merokok adalah dari niat kita, kuat apa tidak. Oleh karena itu saya mempunyai alasan yang sangat kuat untuk berhenti merokok.

Tuesday, June 10, 2008

In Memoriam Zwembad Malang


Zwembad dalam bahasa Belanda-nya, tapi karena lidah jawa maka lebih familier disebut dengan Slembat. Sebuah tempat di Kota Malang yang berupa kolam renang yang terletak di samping Stadion Gajayana. Saya tidak tahu persis kapan Zwembad ini didirikan, tapi yang pasti sebelum Indonesia merdeka, tempat ini sudah lama berdiri. Dan selama ini pengelolaannya berada ditangan Pemerintah Kota Malang.
Saya yakin 100 %, tidak ada warga Kota Malang yang tidak mengetahui Slembat. Karena menurut saya ini merupakan salah satu ikon kota dingin ini. Ketika saya kecilpun hingga bekerja, saya masih mengunjungi tempat ini untuk berenang. Teman-teman sekampus saya juga sering memanfaatkannya untuk berlatih berenang. Memang tujuan orang ke zwembad ini pastilah berenang, karena tempat ini tidak dilengkapi permainan air lainnya seperti luncur atau apalah, hanya 2 buah kolam renang untuk dewasa dan anak-anak.
Tapi saya sedih karena di lokasi ini dibangun Malang Olympic Garden, yang katanya untuk pusat olahraga di Malang tapi ujung-ujungnya juga membangun mall. Dan suatu ketika saya pulang ke kota Malang dan melewati Zwembad, betapa terhenyak saya ketika mendapatkan bangunan ini telah menjadi lapangan parkir dibelakang MOG mall itu. Satu lagi bangunan bersejarah itupun hilang, padahal bangunan tersebut dalam tangan pemerintah yang harapannya dapat melestarikan bangunan-bangunan lama yang bertebaran di kota Malang.
Selamat Jalan Zwembad, semoga pemilihan Walikota esok bulan depan warga kota Malang terbuka matanya, tidak memilih walikota yang suka jual aset negara dan tempat bersejarahnya hanya demi membangun mall di kota Malang ini. amin.

Monday, June 2, 2008

JaHiL

Waktu melihat acara di sebuah stasiun televisi swasta yang mengetengahkan kejahilan acara tersebut terhadap "korban-korban"-nya, saya jadi teringat akan tingkah kejahilan saya di masa kecil. Banyak teman yang menganggap saya jahil. Hal yang paling saya ingat adalah ngerjain teman ketika saya masih duduk kelas 3 SMP, di SMP Negeri 5 Malang. 

Saya ingat sekali di seberang kelas saya ada toilet yang sudah cukup uzur bangunannya. Di situ terdapat 2 buah kamar mandi yang berseberangan, dan seperti kamar mandi jaman dahulu, 2 kamar mandi hanya ada sebuah lampu yang ada di sebuah lubang pada tembok pemisah kedua kamar mandi tersebut. Letaknya memang cukup tinggi, namun cukup tergayung oleh gayung. nah celah inilah yang menjadi bahan kejahilan saya dan teman di kelas 3B SMPN 5. Setiap teman kami ada yang masuk kamar mandi untuk buang air kecil, salah satu dari kami secepatnya masuk ke kamar mandi disebelahnya kemudian mengambil gayung dan air dan menyiramkannya lewat lobang lampu tersebut serta jangan lupa segera lari dan bergabung deengan teman-taman yang lain untuk pura-pura tidak tahu apa yang terjadi.

Saya sudah lupa siapa yang pertama kali "mencetuskan" hal ini. kegiatan ini bahkan tidak saja berlaku ketika istirahat, tapi juga keetika pelajaran berlangsung. jika ada teman yang ijin ke "belakang", selalu ada yang mengikuti dari belakang. bisa dibayangkan ketika "korban" kembali masuk ke dalam klelas dalam kondisi basah (ya walau tidak basah kuyub). Dan gerrr seisi kelas tertawa, tinggal guru yang kebingungan apa yang terjadi.

Tapi saya melakukan kejahilan ini juga melihat siapa korbanya, kalau tidak terlalu akrab dan mengenalnya cukup baik, tentu saya tidak akan melakukan kejahilan ini. Saat ini jika kami berkumpul kembali dengan teman - teman kami kala sekolah, hal - hal seperti inilah yang menjadi kenangan manis dan sering meembuat kami tertawa geli kembali. hihihi ...
 

Copyright 2010 halaman agus.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.