Wednesday, August 8, 2012

Harimau Jawa Punah?

Pertanyaan diatas sering terlontar sebagai akibat dari jawaban yang belum pasti dari khalayak masyaraka, baik pemburu, peneliti, ilmuwan, konservasionis, pecinta alam maupun aktivis lingkungan, terhadap eksistensi Harimau Jawa. secara logika si Raja Penguasa Rimba ini harusnya sudah lama dihapus dalam status perlindungannya. Dalam peraturan perundang-undangan baik yang lama maupun yang terbaru, satwa ini telah dinyatakan punah sekitar tahun 1980-an. Nampaknya para ahli dan pengambil kebijakan belum seratus persen menyetujui ini semua, apalagi masyarakat pedalaman yang hidupnya selalu berbaur di sekitar hutan, kadang masih ada cerita atau mitos tentang keberadaannya.

Tuesday, August 7, 2012

Telur Penyu Mengandung Logam Berat


PONTIANAK, KOMPAS.com — Mitos bahwa telur penyu baik untuk kesehatan ternyata keliru. Telur penyu justru tidak baik dikonsumsi oleh manusia karena mengandung logam berat.

Demikian diungkapkan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Djohan Utama Perbatasari, Senin (6/8/2012), di Pontianak, Kalimantan Barat. Djohan merujuk pada sebuah publikasi dari jurnal ilmiah.

Friday, August 3, 2012

Mendengar Pada Suami Membawa Berkah

Pagi menjelang siang, saya masih termangu di depan laptop saya. Sejak pagi saya disibukkan untuk menyiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mendaftarkan askes anak saya yang kedua, Daffa. Setelah usai, terdamparlah saya di meja kerja saya di lantai dua, dekat jendela. Akhirnya saya putuskan untuk membuka email saya yang sudah lama jarang dibuka, kalah dengan facebook yang begitu menggoda. Ahh.. ada surel dari Anne Ahira. Ceritanya sangat inspiratif. Dan inilah isi surel tersebut.

Wednesday, August 1, 2012

Hipotermia

Awal tahun 2012, kita dikejutkan dengan berita meninggalnya pendaki di Suaka Margasatwa Datar Tinggi Yang atau yang lebih dikenal dengan Gunung Argopuro. Dari keterangan yang dihimpun, korban meninggal setelah rombongannya terserang badai dan kemungkinan besar terserang hipotermia. Untuk itu saya mencoba menghimpun kembali apa itu hipotermia dan bagaimana cara penanggulangannya.

Hipotermia adalah suatu kondisi dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin.  Tubuh kehilangan panas tubuhnya disebabkan ketika setiapkali bernafas kita mengeluarkan udara panas. Kemudian penguapan keringat dari kulit dan paru-paru merupakan penyumbang terbesar dari hilangnya panas badan. Jumlah penguapan itu bisa dikendalikan dengan menggunakan pakaian yang tidak menyerap air tetapi dapat ‘bernafas” (uap air masihdapat keluar). Panas tubuh juga dapat hilang sebagai akibat konduksi, misalnya kehujanan. Seseorang yang kebasahan akan menyebabkan sejumlah panas badan hilang dengan cepat. Baju yang basah menghilangkan nilai insulasi (isolasi panas tubuh) sampai 90 persen. Panas tubuh juga dapat hilang melalui bagian-bagian badan yang tidak tertutup, terutama kepala, leher, dan tangan.

SUHU BADAN
(Celcius)
TANDA-TANDA KHUSUS


37
Suhu normal
36 – 35
Menggigil sampai bulu roma berdiri, tetap masih terkendali. Gerak langkah menjadi lamban. Koordinasi tubuh mulai terganggu.
35
Apabila mencapai titik gawat, menggigil tidak terkendali lagi
35 – 33
Pengambilan keputusan dan koordinasitubuh kabur. Langkah kaki sering tersandung. Berbicara kasar.
33
Semakin menggigil, denyut nadi dan tekanan darah mulai menurun.
32 – 29
Menggigil berhenti, kebingungan meningkat, meracau, ingatan hilang, gerakan tersentak-sentak, pupil (bagian gelap mata) mulai membesar.
29 – 28
Otot menjadi kaku, pupil membesar, denyut nadi melemah atau tidak teratur, tarikan nafas melemah, warna kulit kebiru-biruan, tingkah laku kacau, menuju ke arah tidak sadar.
27
Pingsan, pupil tidak lagi menjawab gerakan cahaya, kehilangan gerakan-gerakan spontan. Penderita kelihatan sudah meninggal.
26
Koma, gawat, suhu tubuh mulai menurun cepat sekali.
20
Denyut jantung berhenti.
18
Pada suhu ini korban masih dapat ditolong denan penanganan segera dan intensif.

Cara penanggulangan sementara penderita hipotermia
  1. Mula-mula pakaian korban/penderita yang basah diganti dengan yang kering. Kemudian hindarkan penderita dari hembusan angin, misalnya dengan mendirikan tenda atau bivak yang baik. 
  2. Baringkan penderita dengan alas yang hangat dan berikanlah minuman yang hangat dan manis.
  3. Bantulah penderita untuk menghangatkan tubuhnya  sendiri. Masukkan dia ke dalam kantung tidur yang telah dihangatkan dengan ditiduri terlebih dahulu dengan orang lain yang masih sehat. Memasukkan penderita hipotermia ke dalam kantung tidur yang dingin tidak akan menghasilkan apa-apa karena badannya tidak mampu lagi menghangatkan badannya sendiri.
  4. Jika kantung tidur cukup luas, sebaiknya seseorang yang masih sehat menemani penderita di dalam kantung tidur. Panas badan orang yang sehat akan membantu penderita memanaskan badannya. Keduanya harus dalam keadaan telanjang, karena kontak langsung dari kulit ke kulit akan cepat menghangatkan si penderita. Jika memungkinkan dua orang yang sehat masuk ke dalam kantung tidur dan mengapit si penderita di tengahnya.
  5. Meletak botol air penuh air hangat (bukan panas!) ke dalam kantung tidur akan membantu.
  6. Jika memungkinkan membuat api unggun di sisi penderita.
  7. Kalau penderita sudah sedikit sadar dan dapat makan, berikanlah gula-gula atau makan yang manis. Hidrat arang merupakan bahan bakar yang cepat sekali menghasilkan panas dan tenaga.
  8. Evakuasi baru bisa dilakukan setelah penanggulangan sementara ini.

Sumber : 
• wikipedia
• Buku “Norman Edwin Catatan Sahabat Sang Alam”

 

Copyright 2010 halaman agus.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.