Monday, March 29, 2010

Membuat Otak Anda Berpikir Lebih Cepat

Otak manusia pada dasarnya merupakan komputer biologis. Ia membutuhkan makanan, oksigen, dan ia juga butuh latihan. Anda dapat melakukan beberapa hal untuk meningkatkan kekuatan otak dengan melatihnya, memodifikasi, atau bahkan memanipulasinya. Anda mungkin tidak akan menjadi seperti Einstein, namun hal ini juga bukan alasan untuk tidak membuatnya menjadi lebih baik. Hal-hal di bawah ini akan membuat otak Anda bekerja lebih baik.

1. Ambillah dosis EPA secukupnya
EPA adalah bahan kimia dalam minyak ikan yang merupakan makanan bagi otak, setiap orang pasti sudah mengetahuinya, jadi mengapa tidak memberikannya kapsul minyak ikan setiap hari untuk meningkatkan kekuatannya. Riset menunjukan bahwa minyak ikan dapat memfasilitasi peningkatan aktivitas pada otak, memperlancar peredaran darah, meningkatkan memori dan konsentrasi.

2. Seks secara teratur
Berhubungan seks dapat melepaskan senyawa kimia yang dapat meningkatkan kekuatan otak, menurut buku terkini “Teach yourself. Training your brain” yang ditulis oleh pengajar senior dan seorang ahli biologi. Seks adalah bentuk sempurna dari latihan, yang juga meningkatkan peredaran darah ke otak. Ia dapat mengurangi stress dan ketegangan yang menurunkan efisiensi kinerja otak.

3. Kerjakan sebuah teka teki
Teka-teki silang, Sudoku atau yang lainnya dapat membuat otak Anda tetap pada kondisi terbaik. Sama seperti otot, jika Anda tidak berlatih secara reguler, ia akan kehilangan kemampuannya untuk bekerja secara maksimal.

4. Pergi berjalan kaki
Tidak ada yang dapat mengalahkan udara segar yang dapat menyegarkan pikiran yang dapat mengurangi percakapan mental yang mengganggu logika dan pikiran konstruktif. Sebuah perjalanan di pinggiran kota, dekat sungai atau sekedar di taman akan membantu Anda menyingkirkan awan kelabu dan membantu pikiran Anda tetap jernih.

5. Mempelajari bahasa baru
Mempelajari bahasa baru dapat sindrom dementia (kemunduran otak) sampai dengan empat tahun menurut artikel yang dimuat pada New Scientist. Alasan pasti untuk hal ini belum diketahui, namun dipercaya bahwa ia memiliki hubungan erat dengan peningkatan peredaran darah dan koneksi saraf yang baik.

6. Tertawa
Tawa bukan saja merupakan obat terbaik, ia juga dapat meningkatkan fungsi otak dan menstimulasi kedua sisi otak pada saat yang bersamaan. Pastikan Anda tertawa setiap harinya.

7. Menjadi kreatifif
Melukislah atau pelajari alat musik yang baru, bergabunglah dengan kelas kesenian walaupun Anda yakin Anda payah dalam hal tersebut. Menjadi kreatif memungkinkan Anda untuk menemukan solusi baru untuk permasalahan yang sudah lama dan meningkatkan kesadaran pada saat yang bersamaan.

8. Belajar melempar barang
Riset dari Universitas Regensburg di Jerman memindai otak dari seorang juggler (pemain sulap yang melemparkan barang) dan menemukan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan struktur otak. Setelah berlatih selama tiga bulan, otak akan menunjukan peningkatan signifikan pada dua bagian, yaitu bagian mid-portal dan posterior intraprietal sulcus kiri.

9. Berhubungan dengan sifat keanak-anakan Anda
Einstein pernah berkata bahwa imajinasi lebih penting daripada pengetahuan dan ia menggunakannya pada beberapa eksperimen yang akhirnya membuatnya menemukan perhitungan paling terkenal sepanjang masa (E=MC2).

Cobalah lihat anak-anak, mereka penuh dengan imajinasi, dan mereka belajar lebih banyak pada tahun-tahun awal kehidupan mereka lebih daripada apa yang kita pelajari selama satu dekade. Bebaskan pikiran Anda dari penjara pikiran “seorang dewasa”, Anda akan menemukan cara berpikir yang belum pernah ada sebelumnya, Anda mungkin akan membuat penemuan besar yang berikutnya.

source: http://freenotesite.wordpress.com/2010/02/17/9-cara-membuat-otak-anda-berpikir-lebih-cepat/

Thursday, March 25, 2010

Membuat Kartun

Akhir-akhir ini saya disibukkan dengan urusan penerbitan majalah di kantorku. Maklum deadline sudah semakin dekat. Mulai artikel, tulisan, peristiwa dan lain sebagainya sudah mulai dikumpulkan. Entah kenapa nih otak susah banget diajak untuk menulis, mungkin mood-nya gak dapet-dapet. Lihat aja blog-ku ini, juga jadi sepi dari tulisan, heran.
Eh... tadi pagi pas terbangun dari tidur sesaat di dalam bis menuju Surabaya *hendak pergi ke kantor*, tiba-tiba ada ide di kepalaku. *tuing* Buat rubrik kartun di Majalah itu. Wah jadi inget kerjaan pas jaman masih mahasiswa dulu, aku terlibat di penerbitan Majalah Fakultas sebagai ilustrator alias bagian gambar menggambar. hihihihii.... Wuih bukan main deh... mood-ku langsung nongol, bahkan lengkap dengan alur cerita tuh kartun nantinya.
Ide ini juga sudah saya ungkapkan ketika rapat dewan redaksi *ceile* pagi tadi. Dan semua setuju dengan ide kartun itu, dan yang penting harus berkelanjutan, karena kartun disini mirip kartun Om Pasikom-nya Kompas, ada jalan ceritanya dan sentilannya.
Akhirnya di meja kantor mulailah saya bercorat - coret sana dan sini sesuai ideku tadi. Mulai aku buat tokohnya, penampilannya, gaya rambutnya, model-model mukanya *ih..jatuh-jatuhnya mirip aku* dan nama si kartun itu tadi. Butuh waktu lama untuk membuat skets dan gaya-gayanya. Akhirnya sebelum sholat Dhuhur selesai tuh gambar.
Usai Sholat, saya lanjutkan dengan men-scan hasil gambar untuk dimasukkan ke dalam komputer. Dan mulailah saya mengutak-atik gambar-gambar tadi menjadi sebuah alur cerita dan sentuhan warna disana dan disini. Diberi kata-kata... dan akhirnya di print.... huahahaha.. jadi deh. Gak nyangka pekerjaan ini membuat kepuasan sendiri. Sampai-sampai Agustin teman seruanganku nyletuk ,"sampean pantesnya kerja jadi designer mas, bukannya jadi pegawai negeri", amir deh celetukku dalam hati. Kebanyakan orang juga pengen jadi pegawai negeri, hehehe.
Setelah selesai siap deh dikumpulkan ke Bagian Lay out... beh gak kerasa hari udah sore, siap-siap untuk balik lagi ke Malang.... pulang ke rumah...

Wednesday, March 17, 2010

Perokok dalam Bis

Gembira sekali saya. Betapa tidak, karena saya sudah mengantongi gaji bulan ini. Dengan keluar dari ruang bendahara saya semangat sekali untuk melanjutkan hari ini. Yup, tanggal satu gitu loh.
Sore hari tak terasa saya sudah asyik bersenandung di atas Vespa Strada-ku menuju terminal Bungurasih. Kembali ke kota Malang yang tercinta. Ya beginilah setiap hari, berangkat kerja usai sholat Subuh, dan pulang ke malang sore hari. Sampai di rumah usai adzan Maghrib berkumandang, dengan catatan jalan ruas porong tidak macet *beberapa tahun terakhir inilah jalan andalan dari surabaya ke arah selatan dan timur setelah jalan tol tertelan lumpur lapindo *
Bis memasuki jalan tol, fuuuhhh ... betapa segar udara menerpa dari jendela, segar. Tak terasa saya-pun sudah terlelap tidur. Saya terbangun ketika bis sudah sampai di daerah Pandaan, dan kulirik orang disebelahku, wah nampaknya sudah ganti, cukup dalem juga tidurku sampai-sampai tidak menyadari pergantian posisi yang duduk disampingku. Seperti biasa saya mengambil tempat duduk favoritku, sebeleh kiri dekat jendela.
Bis mulai meninggalkan terminal Pandaan, dan nyanyian pedagang asonganpun mulai lagi berkumandang. "Tahu-tahu, kacang-kacang, aqua dingin ....", dan bla-bla, kadang ada juga yang berjualan pisau dengan lima kegunaan. * untungnya dia gak juga menerangkan kegunaan pisau yang bikin sadis * Kulirik orang disebelahku membeli dua bungkus tahu goreng, masing-masing bungkus berisikan 4 potong tahu kecil-kecil lengkap dengan cabenya. Tak seberapa lama diapun asyik menikmati tahu-tahunya.
Sedang asyik-asyiknya saya menikmati angin sepoi-sepoi yang masuk lewat jendela diatas kepalaku, tiba-tiba ada suara yang bikin keki. " ssss..ck..ck.. ssssss", bingungkan. tuh suara orang mainin udara lewat sela-sela gigi, biasanya karena ada daging yang terjepit disela-sela gigi * slilit ...slilit... waduh angel e rek ( waduh susahnya) *. Terang aja saya jadi keki, nih orang disebelah saya yang berbuat itu, dengan gaya bak orang abis makan ayam goreng saja, suara mulutnya keras dan tampak menimmati hasil "jarahan" giginya tadi, padahal cuman tahu. Itu belum seberapa, untuk menutup kepuasannya atas dua bungkus tahu tadi, maka disajikanlah hidangan penutupnya, sebatang kretek yang sekarang sudah nangkring di bibirnya. Asem tenan makiku dalam hati, gak liat apa nih bis udah penuh dengan para buruh pabrik Sampoerna yang naik dari Pandaan tadi. Eh.. nih orang asyik aja sedat-sedot tuh rokok. Keki abis, akhirnya dengan pura-pura sms-an aku berusaha mengambil wajah tuh orang. Ya walau gak sempurna, tapi inilah sang perokok dalam bis itu.

Tuesday, March 2, 2010

Kesiangan

Mataku terbelalak begitu bangun dan melihat jam dinding di atas jendela kamar. "what's!", pekikku. Gile waktu sudah pukul 06.00 WIB, wahhhh... kesiangan. Payah banget. Kuliat ponsel-ku yang tergeletak indah di atas tempat tidur, lho ya... alarm-nya belum aku matikan, berarti pulas banget aku tidur sampai alarm tidak terdengar.
***
Pukul 21.00 WIB, aku keluar rumah menuju pos jaga perumahan tempatku. Ini malam jadwalnya Aziz dan Erwin untuk cangkruk di pos jaga nemanin satpam sapai jam 11 malam. Lha, pada belum datang, akhirnya kuputuskan untuk membeli rokok di warung dekat perumahan. Tak lama, saya sudah menikmati rokok mild dalam pos jaga sambil melihat TV, kemudian menyusul Aziz yang USA itu-pun hadir dalam pos sambil membawa cemilan kripik singkong Q-tela. * USA tuh singkatan dari Urang Sunda asli, hihihihi*
Topik gosipan ala bapak-bapak malam itu adalah penggunaan kamera SLR, digital serta kelebihan-kelebihannya. Hihihii emang lebih berbobot dibanding kalau ibu-ibu yang ngumpul dan bergosip. Wah begitu menyala-nyala saya menjelaskannya ke Aziz, sampai - sampai jam 11 malem-pun tiba tanpa terasa dan beberapa puntung rokok nampak berserakan di lantai pos jaga. Karena sudah malem tuh akhirnya kita berdua meninggalkan pos menuju rumah masing-masing, rumah saya sih dekat pos satpam di pojokan depan, nah kalo Aziz di pojokkan agak belakang. Sesampainya di rumah lalu kuhamburkan diri ke kamar dan menarik selimut. tidur...
***
Masih untung aku dapet bis restu panda yang AC tapi tarif ekonomi, hihihihi... adem sampe Surabaya. Walau bersusah payah untuk tidur, tetap aja nih mata sudah jadi senter, menyala-nyala. Kulirik jam di ponselku, 08.15 WIB, wah lumayan cepat sudah sampai Terminal Bungurasih Surabaya. Tak berapa lama, saya sudah asyik membelah jalanan Surabaya dengan vespa strada milikku menuju kawasan Bandara Juanda tempat kantorku berada.
Bagi sebagian orang bangun jam 6 pagi bukanlah kesiangan, tapi buat saya ya... kesiangan. Karena rumah di Malang dan kantor di Surabaya yang jarak antara keduanya adalah 80 km. Belum lagi kalau Porong macet... bisa berabeh...

Monday, March 1, 2010

Hebatnya seorang ibu

Waktu menunjukkan pukul 07.30 WIB, sesaat aku memasuki ruangan kerja dan terduduk di depan komputer. Ruangan ini masih kosong, tadi di lapangan waktu apel pagi juga yang hadir tidak seberapa. Mungkin karena hari ini hari senin.
07.45 WIB, ku tersadar, ingatku umi (istriku) akan berangkat pagi-pagi ke kantor. Segera ku cek ke rumah orang tuaku, dimana Kila nanti akan dititipkan hingga sore, tapi tampaknya dari keterangan ibu, Kila dan umi belum tiba di rumah hamid rusdi tersebut *demikian aku memanggil rumah orang tuaku karena letaknya di Jl. Hamid Rusdi*. Kutekan hape esia-ku ke telepon rumahku dan yang menerima umi sendiri. "Kok belum berangkat um? katanya mau berangkat pagi-pagi?" tanyaku.
"Gimana mau cepet, dari tadi key rewel terus, aku cuci piring, rewel terus. makan cuman sedikit, dimandikan gak mau, ini sekarang aku sedang mbuka bajunya. aku sih dari tadi udah rapi, tinggal key ini loh, rewel terus..", ujarnya dengan nada semakin meninggi dari seberang telepon. "Sabar um, mungkin lagi sakit, key jadi rewel gitu, tapi gak demamkan? ya sudah cepet bawa ke rumah ibu saja, nanti makannya dan minum obatnya biar disana ya...", ujarku dengan membayangkan betapa repotnya istriku pagi ini. " gak sih, gak demam dia, ya udah abi, aku tak beresin terus berangkat..".
***
Ingatanku kembali ke sebuah rumah sakit di dekat rumah orang tuaku dua hari yang lalu. saat itu aku sudah begitu takut dengan keadaan key, karena dari pagi demamnya tidak turun dan sejak siang dia tidak mau makan. Setelah menjemput istriku dari kantornya, kami langsung membawa Kila ke UGD Rumah Sakit tersebut. Istriku lebih tampak tenan dibanding aku. Setelah memarkir sepeda motor segera ku larikan diriku ke ruang UGD tersebut, dan istriku menyambutku untuk segera membawa rekom dari dokter ke bagian informasi dan ke laboratorium. Kila harus cek darah petang itu.
Maka bergegaslah kami bedua ke laboratorium, istriku berjalan sambil menggendong Kila, aku menjajari langkahnya dengan membawa tas kerja istriku dan jaket Kila. Tak terasa air mataku leleh membasahi pipi, melihat Kila dibawa masuk untuk diambil darahnya. Aku tidak berani untuk melihatnya, istriku dengan tenang membawanya masuk. Ya, Alloh, anak sekecil itu harus diambil darahnya. Tidak lama terdengar tangisan Key yang begitu menyayat hatiku, diringi bujukan istriku ke Kila agar tenang. Semakin membanjirlah air mataku. Kucoba menyibukkan jempolku di tuts hape yang kubawa.
***
Ingatan itu benar-benar membawaku ke suasana melow. Dan betapa aku kasihan kepada umi, yang setiap pagi harus susah payah sendiri mempersiapkan key, memasak, membawa key ke playgroupnya dan lalu ke kantor. Demikian berjalan sejak kami memutuskan tidak menggunakan jasa pembantu karena selalu bermasalah. Bukan main, ingatan tersebut semakin membuat aku kecil dibandingkan istriku, bayangkan sejak mengandung anak kami selama 9 bulan, kemudian melahirkannya dengan taruhan nyawa, dan membesarkannya tanpa sedikitpun melupakan kewajibannya terhadap aku suaminya. Betapa hebatnya menjadi seorang istri dan ibu dari anak-anaknya....
 

Copyright 2010 halaman agus.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.