Monday, February 28, 2011

Kalimat Penenang Saat Bertengkar


Bertengkar dengan pasangan tidak harus selalu berakhir buruk. Banyak cara yang bisa Anda lakukan agar hubungan kembali hangat setelah pertengkaran terjadi.
Pertengkaran merupakan hal wajar bagi tiap pasangan. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana Anda dan pasangan melewati proses tersebut dan kembali menjalani hubungan.
Berikut 22 kalimat yang bisa Anda ungkapkan, untuk menenangkan emosi, seperti dilansir dari Shine. Katakan saja salah satu dari kalimat berikut saat bertengkar dengan pasangan untuk menenangkan situasi dan menghangatkan hubungan kembali.
1. Cobalah mengerti sudut pandangku
2. Tunggu, bisa aku tarik lagi ?
3. Kamu tidak harus menyelesaikannya, cukup bagiku untuk berbicara denganmu.
4. Ini sangat penting untukku, tolong dengarkan.
5. Maaf, aku bereaksi berlebihan.
6. Aku melihatmu dalam posisi yang sulit.
7. Aku bisa melihat bagianku dalam hal ini.
8. Aku tidak berpikir seperti itu sebelumnya.
9. Aku bisa saja salah.
10. Kita bisa setuju atau tidak setuju dalam hal ini.
11. Ini bukan hanya masalah kamu, tapi masalah kita.
12. Aku merasa tidak dihargai.
13. Kita sudah keluar dari masalah utama.
14. Kamu telah meyakinkanku.
15. Tolong, tetaplah berbicara denganku.
16. Aku sadar ini bukan kesalahanmu.
17. Semuanya terkadang terlihat salah.
18. Aku juga membuat masalah makin besar.
19. Sebenarnya apa yang kita perdebatkan ?
20. Bagaimana caranya agar aku bisa membuat keadaan jadi lebih baik?
21. Maafkan aku.
22. Aku sayang kamu.

By Mutia Nugraheni- VIVAnews

Thursday, February 24, 2011

PERBURUAN BIOTA DI INDONESIA

Paus Di Timor


Lamalera, di atas pantai pulau Lembata, NTT adalah salah satu dari beberapa desa penangkapan ikan paus di Indonesia. Desa lainnya yang dikenal adalah Lamalera di Solor, Kampung Lewotoli di flores (keduanya di Provinsi NTT) dan kepulauan Kei di Maluku. Tetapi Lamalera telah dikenal sebagai desa/daerah ikan paus beberapa ratus tahun yang lalu. Pada tahun 1863, seorang petualang berkebangsaan Perancis pernah mencoba menghitung hasil penangkapan tradisionla ikan paus di Lamalera, kemudian diikuti oleh Engbers dan Max Weber di awal tahun 1900. Ikan-ikan paus datang untuk makan kira-kira di daerah laut Sunda dan Kepulauan Aru, yang merupakan salah satu daerah dengan biota laut yang terkaya di dunia. Sepanjang ujung pulau Flores merupakan dua jalur utama migrasi yang digunakan ikan paus ketika mereka menyeberang antara Laut Cina dan Lautan India. Selama migrasi tradisional ini berlangsung, para penduduk Lamalera khususnya laki-laki, pergi berlayar untuk berburu ikan paus sperma (sperm whale) yang dikenal dengan nama setempat yaitu Kotaklema. Ikan paus (seguni) dan ikan lumba-lumba (temu bela), bersama dengan ikan besar lainnya diburu/dibunuh. Nelayan tradisional dengan membawa peledang pergi berburu menggunakan sampa (kano tradisional) untuk menangkap ikan selama musim kemarau antara bulan Mei sampai Oktober. Peledang adalah perahu kayu yang tipis dengan layar yang dibuat dari anyaman keset dan daun. Penggunaan besi bagi mereka merupakan hal yang tabu sampai sekarang. Peledang hanya dilengkapi dengan seruit tangan yang sederhana kemudian mereka berburu ikan paus besar persis yang dilakukan nenek moyangnya dulu.
Agar dapat membunuh, penyeruit melompat dari perahunya ke punggung ikan paus besar selanjutnya menancapkan seruit tersebut ke dalam lapisan lemaknya. Kemudian yang lainnya (di perahu) memainkan ikan tersebut sampai mati. Kadang-kadang perahu itu terbalik setelah dihantam oleh ikan paus. Si peledang mungkin meninggal atau keadaannya kritis pada kejadian ini. Sementara yang lainnya kemudian pulang, lalu melakukan upacara untuk menghalau kejadian yang tidak menguntungkan tersebut. Sesudah berhasil dibunuh, ikan paus dibagikan menurut hak-hak tradisional. Bagian kepala misalnya diberikan kepada kepala suku, sementara pemilik perahu dan awaknya menerima bagian dagingnya yang banyak, sama dengan layaknya penangkapan ikan-ikan lainnya. Tidak sedikitpun bagian ikan paus yang terbuang, daging dan usus dikeringkan di bawah sinar matahari dan lemaknya untuk bahan bakar lampu minyak.

Cukilan dari buku Biologi Konservasi oleh Primack,R.B. dkk.

Wednesday, February 16, 2011

127 hours

14 Pebruari 2011, malam, udara mulai dingin, ba’da maghrib Kota Malang tiba-tiba diguyur hujan yang sangat deras. Menjatuhkan seluruh air ke bumi, mengisi setiap pori tanah, membasahi setiap daun dadap merah yang tumbuh di halaman.


Sebenarnya ini sebuah film saja, sebuah film yang dibawa ke rumah oleh umi (istri saya). Yang menarik awalnya adalah, bahwa film ini merupakan kejadian nyata dari petualangan seorang pendaki gunung bernama Aaron Ralston. Saya yakin, umi membelinya karena alasan yang sama, selain tentunya ada sisi petualangan, ya, mengingat sedikit memori-nya ketika masih aktif memanjat tebing bersama organisasi pencinta alam yang kami geluti dulu semasa kuliah.
Film ini benar-benar mengekspos keindahan sebuah canyon di Utah, Amerika Serikat. Gersang, tandus, ukiran warna pada setiap tebing yang terhampar, dan langit biru yang menghiasi setiap atap canyon itu. Sebagai rumah kedua bagi Aaron, tentu ia sangat hafal daerah yang ia jelajahi, letak tebing, rekahan, satwa, dan jarak tempuh yang biasa ia habiskan untuk menjelajahi jalur yang ia lewati. Mulai bersepeda dari titik akhir mobil diparkir, berjalan kaki, hiking, menyusuri rekahan yang membelah dalam tanah, hingga rapelling menuruni tebing. Tapi, tampaknya hari sabtu itu merupakan hari naas-nya, Aaron tergelincir ketika menuruni rekahan dan tangan kanannya terjepit oleh sebuah batu besar yang ikut terjatuh bersama tubuhnya. Berbagai cara ia coba untuk menggeser letak batu tersebut, mengikis dengan pisau lipat, mengangkatnya dengan tali, dan lain sebagainya.
Hal yang menarik, ia sangat tenang, saat terjebak, ia menghitung seluruh peralatan dan perbekalan di dalam tasnya. Seberapa banyak biskuit dan air minum yang tersisa. Dan ia menghitung berapa hari akan bertahan hidup dengan keadaan yang ada. Bahkan untuk berjaga-jaga hal terburuk, setiap air seninya ia tampung dikantung air minumnya. Bukan main.
Pada film ini juga diperlihatkan sisi kemanusiaan seorang Aaron Ralston, walau ia terlatih, tetapi ia juga seorang manusia yang dihinggapi halusinasi dan keputusasaan. Dan akhirnya, air seni yang ditampung itupun ia minum ketika kondisinya semakin kritis di hari keempat. Ia sadar, waktunya semakin sempit, darahnya mulai mengental yang berakibat detak jantungnya sudah tidak normal. Pada hari kelima disaat halusinasi semakin mendera dan keputusasaan yang menghinggap juga, ia putuskan untuk mematahkan tangan kanannya yang terjepit, dan memotong bagian tangan yang patah tadi dengan pisau lipatnya. Ini bukan adegan yang bisa dilihat dengan tenang, seukuran saya dan istri, bagian ini kami putuskan untuk dicepatkan saja. Dengan tali dan karabiner diikatlah lengan kanannya sekuat mungkin untuk memperlambat darah keluar, dan membungkus bagian tangan yang terpotong dengan tas plastik yang diikat dengan webbing kemudian dibungkus kembali dengan tas kecil dan ditalikan ke leher dengan diletakkan di depan dadanya.

Disinilah dapat dilihat hebatnya sistem rescue di daerah-daerah wisata di negeri paman sam tersebut. Walau daerah tersebut terisolasi, dengan bantuan pendaki lain yang ia temui ketika berusaha keluar dari areal terisolasi, bantuan datang tidak tanggung-tanggung. Tim ranger dengan helikopternya. Heehhh... kapan negeri kita memiliki sistem rescue yang tertata dengan baik disetiap areal wisatanya seperti itu, utamanya areal wisata yang memiliki resiko tinggi.
Sebuah pelajar diambil, bahkan bagi Aaron itu sendiri. Ia akan selalu memberitahu keluarga atau orang terdekatnya kemanapun ia akan pergi atau keluar rumah, ataupun pergi menyusuri gunung dan tebing lainnya. Sehingga ketika waktu kembali terlampui, keluarga dan orang terdekatnya dapat mencari bantuan untuk mencarinya atau memberikan penyelamatan. Hmm.. bagaimana, apa kita selalu pamit kepada istri, orang tua kita, atau anak kita ketika kita hendak pergi keluar rumah?
127 hours, 127 jam terjebak di dalam rekahan tebing, 127 jam yang berjalan lambat, 127 jam dimana setiap hitungan detiknya sangat berarti.

Udara malam semakin dingin, bertambah dingin karena lingkungan perumahan ini sepi, yang ada hanya jalanan basah, rerumputan yang pesta pora akan air hujan dan asap racun rokok yang keluar dari mulutku.

Monday, February 14, 2011

PETZL bajakan dari China


Pagi ini, begitu bangun check facebook ada caver dari Venezuela yang berbagi tentang adanya produk PETZL bajakan dari China.

Peringatan tentang ini telah dikeluarkan oleh PETZL tanggal 12 Februari 2011 di link ini.

Ada empat produk PETZL yang dibajak yaitu Croll B16, Attache M35SL, Ascension B17 dan Rescue P50.

Dari empat produk yang dibajak, semuanya tidak memenuhi standara keselamatan yang disyaratkan dan sangat berbahaya untuk kegiatana yang beresiko tinggi.

Sebagai contoh, Croll B16 mengalami pembengkokan frame dan terlepasnya tali pada beban 4 kN yang semestinya baru terlepas pada beban 6 kN.


Selain itu, attache M35SL mengalami terlepasnya as utama pada beban 13 kN yang semestinya beban maksimal 20 kN.

Untuk menghindari produk bajakan, belilah produk-produk PETZL dari pengecer yang resmi atau yang telah dikenal kapabilitasnya.

Jangan mudah percaya dengan produk-produk dengan harga MURAH.

SAFE CAVING!! Safety First!!

Sumber : Cahyo Rahmadi

Thursday, February 10, 2011

Sirsak, Buah Berkhasiat Pembunuh Kanker ?

Sirsak/Soursop, buah dari pohon Graviola adalah pembunuh alami sel kanker yang ajaib dengan 10.000 kali lebih kuat dari pada terapi kemo. Tapi kenapa kita tidak tahu?


Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini se-rapat-rapatnya, mereka ingin agar dana riset yang dikeluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih du
lu plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya djual kepasar Dunia.
Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia-sia, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat-rapat rahasia keajaiban pohon Graviola ini.
Pohonnya rendah, di Brazil dinamai “Graviola”, di Spanyol “Guanabana” bahasa Inggrisnya “Soursop”. Di Indonesia, ya buah Sirsak. Buahnya agak besar, kulitnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis2 kecut/asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau dibuat jus.
Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali sistim syaraf yang kurang baik.
Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Sciences Institute bagi orang-orang Amerika adalah Institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini. Fakta yang mencengangkan adalah: Jauh dipedalaman hutan Amazon, tumbuh “pohon ajaib”, yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan hidup. Tidak ada yang bisa menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa-masa yang akan datang.

Riset membuktikan “pohon ajaib” dan buahnya ini bisa :
1. Menyerang sel kanker dengan aman dan effektive secara alami, TANPA rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
2. Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
3. Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan / penyembuhan.
4. Energi meningkat dan penampilan phisik membaik.
Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika. Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya. Hasil Test dari ekstrak (sari) buah ini adalah :
1. Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 type kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara, Prostat, Paru2, dan Pankreas.
2. Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo yang biasa digunakan!
3. Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selective hanya memburu dan membunuh sel2 jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh sel2 sehat!

Riset telah dilakukan secara ekstensive pada pohon “ajaib” ini, selama bertahun-tahun tapi kenapa kita tidak tahu apa-apa mengenai hal ini? Jawabnya adalah : Begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan!
Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh dihutan Amazon ini. Ternyata beberapa bagian dari pohon ini : kulit kayu, akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika Selatan untuk menyembuhkan : sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan rematik. Dengan bukti-bukti ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan Dana dan Sumber Daya Manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker!
Tapi… kisah Graviola hampir berakhir disini.Kenapa?
Dibawah Undang-Undang Federal, sumber bahan alami untuk obat DILARANG / TIDAK BISA dipatentkan.

Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk membuat sinthesa/kloning dari Graviola ini agar bisa dipatentkan sehingga dana yang dikeluarkan untuk Riset dan Aneka Test bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar. Tapi usaha ini tidak berhasil. Graviola tidak bisa di-kloning. Perusaha an gigit jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk Riset dan Aneka Test.
Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan besar ber-angsur-angsur memudar, kegiatan riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk TIDAK mempublikasikan hasil riset ini.
Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari Team Riset tidak tega melihat kekejaman ini terjadi. Dengan mengorbankan karirnya, dia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengumpulkan bahan-bahan alami dari hutan Amazon untuk pembuatan obat. Ketika para pakar riset dari Health Sciences Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang efektif.
The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. Hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel-sel jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak dipublikasikan.

Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang dilakukan oleh 20 Laboratorium Independence yang berbeda. Suatu studi yang dipublikasikan oleh the Journal of Natural Products menyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung di dalam Graviola,mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo!
Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah: Graviola bisa menyeleksi memillih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh/terganggu . Graviola t id ak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel2 reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh Terapi Kemo, sehingga timbul effek negative: rasa mual dan rambut rontok.
Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara effektive, terutama sel kanker: Prostat, Pankreas, dan Paru2.
Setelah selama kurang lebih 7 tahun tidak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari Lembaga2 tsb.diatas.
Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budi dayakan dan dipanen oleh orang2 pribumi Brazil , kini bisa diperoleh di Amerika.

Kisah lengkap tentang Graviola, dimana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat dijumpai dalam Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers, Safe as Mother’s milk, sebagai free special bonus terbitan Health Sciences Institute.
Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis2 kecut menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping apapun.Sebar luaskan kabar baik ini kepada keluarga, saudara, sahabat,dan teman yang anda kasihi.

Karena penasaran dengan validitas informasi, coba-coba googling dan menemukan info serupa di forum sains.
http://www.forumsains.com/kesehatan/sirsak-penjinak-kanker-lebih-ampuh-ketimbang-kemoterapi/

Buah sirsak telah diteliti dan dikembangkan sebagai bahan baku obat kanker, terutama kanker prostat, pankreas, dan paru-paru. Sebuah perusahaan di Amerika rela mengucurkan miliaran dolar demi membuktikan khasiat sirsak sebagai pembunuh sel kanker yang efektif dan jauh lebih aman ketimbang terapi kemo. Sayang, hingga kini obat tersebut masih dirahasiakan. Berita tentang rahasia buah sirsak itu belakangan terkuak dan menyebar luas dengan cepat melalui milis. Informasi tersebut tentu cukup menggembirakan, terutama bagi para penderita kanker dan keluarganya.

Sepuluh ribu kali lebih kuat
Bicara soal kehebatan buah sirsak atau graviola, sebenarnya telah lama dilaporkan lembaga-lembaga penelitian di AS. Health Sciences Institute, AS, pada awal tahun 2000 mengungkapkan, buah yang dalam Spanyol disebut graviola itu memiliki kemampuan sebagai pembunuh alami sel kanker, bahkan hingga 10 ribu kali lebih kuat dari kemoterapi yang menggunakan zat kimia. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai antibakteri, antijamur, dan efektif melawan berbagai jenis parasit atau cacing. Sirsak juga efektif menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stres, dan menormalkan kembali sistem saraf yang terganggu.
Penelitian Health Sciences Institute diambil berdasarkan kebiasaan suku Indian yang hidup di hutan Amazon. Beberapa bagian dan pohon ini, seperti kulit kayu, akar, daun, daging buah, dan bijinya, selama berabad-abad dijadikan obat oleh suku bangsa itu. Graviola atau sirsak diyakini masyarakat Amazon sebagai obat sakit jantung, asma, gangguan fungsi lever (hati), dan rematik.
The National Cancer Institute telah melakukan penelitian terhadap graviola sejak tahun 1976. Uji coba itu dilakukan di 20 laboratorium independen yang berbeda di bawah pengawasan The National Cancer Institute.

Memburu hanya sel jahat
Di Asia, penelitian serupa dilakukan di Korea Selatan. Suatu studi yang dipublikasikan dalam the Journal of Natural Products menyatakan, studi yang dilakukan di Catholic University di Korea Selatan menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia bernama annonaceous acetogenin yang terkandung di dalam graviola, mampu memilih, membedakan, dan membunuh sel kanker yang berkembang di usus besar.
Penemuan yang mencolok dari studi tersebut adalah bahwa zat antikanker itu juga mampu menyeleksi dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh. Bandingkan dengan kemoterapi, yang selama ini digunakan untuk mengobati penderita kanker yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat. Sel-sel reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis dalam kemoterapi. Dampaknya, timbul efek negatif berupa rasa mual, rambut rontok, dan penurunan berat badan secara drastis.
Selain itu, keampuhan buah sirsak adalah melindungi sistem kekebalan tubuh dan mencegah infeksi yang mematikan. Dampaknya bagi penderita kanker adalah energi mereka semakin meningkat dan penampilan fisik semakin membaik.

Daun direbus
Di Indonesia, sirsak sebagai obat alami juga sudah lama dikenal. Dosis yang pernah dicoba para terapis herbal untuk mengatasi pertumbuhan sel kanker adalah 10 helai daun sirsak yang telah hijau tua direbus dengan 3 gelas air (600 cc), dan dibiarkan hingga tersisa satu gelas air (200 cc). Setelah dingin, lalu disaring dan airnya diminum setiap pagi (ada beberapa pasien yang minum pagi-sore).
Efek dari konsumsi rebusan daun sirsak adalah perut terasa hangat atau panas, lalu badan akan berkeringat deras. Perlu dipahami bahwa penggunaan ramuan herbal tidak berkhasiat langsung atau cespleng alias sembuh seketika seperti efek yang ditawarkan obat kimia. Artinya, butuh kedisiplinan untuk minum ramuan selama 3-4 minggu.
Setelah itu, efeknya baru bisa dirasakan dan itu pun belum bisa diuji secara ilmiah, lebih mengandalkan testimoni atau pengakuan empiris.
Hampir semua bagian dari pohon sirsak, mulai kulit kayu, akar, daun, daging buah, hingga bijinya, selama berabad-abad dijadikan obat oleh suku Indian di Amerika Selatan. Beberapa gangguan kesehatan di antaranya sakit jantung, asma, masalah lever (hati), dan rematik diatasi dengan sirsak.

Sumber :
www.pojok-rehat.blogspot.com
http://irmayaninurlatifah.wordpress.com

Wednesday, February 9, 2011

Primitif

Udara Surabaya pada 29 juli 2009 panas, seperti biasa ...
Peluh mengalir, membasahi setiap jengkal tubuh ini, menambah semakin lembah kondisi tubuh yang terbungkus seragam dan jaket hitam....
Kamera poket digital saya rusak, blank dah gambarnya. Sayapun tidak habis pikir, berbagai cara saya coba, apakah hanya layarnya saja yang gelap, jeparet sini jepret sana, tetap gelap hasilnya.
Akhirnya saya bawa ke tempat toko dimana saya membelinya beberapa tahun dulu. Sebuah toko kamera ternama yang berada di pusat kota Surabayadan menjadi pustaka bagi yang ingin membeli kamera dan handycam.
"Wah mereknya Pentax ya mas, langsung aja ke Service Centre-nya, deket, di jalan Pasar besar wetan". Langsung lah saya meluncur kesana, memang dari toko tadi hanya beberapa ratus meter saja.

Tak lama berselang saya sudah sibuk mencari toko yang bertuliskan PENTAX, nah tu dia pikir saya. Saya ragu juga sih, tidak meyakinkan untuk sebuah tempat yang bernama Sevice Centre, tapi saya tidak punya pilihan banyak.

Saya langsung berbicara pada penjaga toko yang ada pada pokoknya jika saya ingin servis kamera digital ini, tapi yang bikin saya bengong adalah pernyataan penjaga tokonya. Sambil tangannya bermain dengan tali kamera saya, dia berujar, " mas kamera ini akan dikirim ke Jakarta ya. Kita di sini cuman bagian ngirim aja".
What's? hampir loncat mata saya, "semua merek juga begitu mas, dikirim ke Jakarta dengan...", bla bla deh rincian biayanya.

Saya masih belum terima, selanjutnya saya kembali ke toko tempat saya beli tadi, pramuniaganyapun menjelaskan hal yang sama, saya belum terima juga, pergi ke toko saingannya yang sama-sama berlabel "bahagia" yang berada diseberang jalan. Pun sama.

Helllooooo....., ini Surabaya, yang notabene kota terbesar kedua di Indonesia, masa iya urusan membetulkan kamera digital poket saja harus dikirim ke Jakarta? Apa tidak ada yang sanggup menservis kamera digital di kota ini?
Saking keselnya saya berujar ke pramuniaga, "wah kita primitif banget ya, nyervis kamera aja harus ke Jakarta". Akhirnya, saya pasrah. “Ya sudah gus, bawa pulang saja, ntar kalo punya duit lagi beli yang baru, amin”, ujar saya dalam hati.

Udara panas surabaya mengiringiku membelah jalan darmo dan ahmad yani menuju selatan Surabaya.

Monday, February 7, 2011

Bakso Sumsum Singosari


Saya masih asyik selonjoran di kursi kepik yang berwarna warni ini. Samping saya ada Ashar yang lagi asyik menikmati sebatang Dji sam soe, diseberang depan saya tengah asyik duduk Ibnu sambil ngoceh tentang serunya memancing, sampingnya kepik duduk pasrah diatas karpet dengan diapit kursi dan meja. Dua mahluk tambahan juga asyik menikmati rokok masing-masing, Harun yang anteng (atau sok anteng) juga berleseh diatas karpet bersama indra gepeng disisi kanannya. Pembicaraan siang hingga sore ini benar-benar menjadi bola liar, tidak menetap temanya. Dan tema panas sore ini telah berubah menjadi “serunya memancing” dengan pembicara utama Ibu dan Gepeng yang memang hobi memancing. Sesekali harun menimpali malas, yang malah bikin geli.
Selonjoran pasrah saya jadi tidak pasrah kala suara sms berbunyi dari hape saya yang genit itu. Berbalut warna depan biru yang sudah bingkai tidak orijinal sedang belakang berwarna hitam yang tetap mempertahankan sisi orijinalnya. Saya sedikit mengernyitkan dahi saat tahu pengirim sms itu. Istri saya. “pengen makan bakso. Bakso sumsum di singosari”, bunyi isi sms itu. Saya sempet geli mengingatnya, karena beberapa minggu yang lalu kami pernah datang ke warung itu, sekitar pukul 10 pagi. Dengan percaya diri kami masuk, duduk, dan menulis catatan yang hendak kami pesan. Tak berapa lama, tergopoh-gopoh sang pemilik datang dengan memakai celana pendek. “ada perlu apa pak?” tanyanya, belum sempat saya menjawan dia sudah nyahut lagi, “ooo..ngambil pesanan ya, yang telpon tadi pagi ya..”, kami tambah bingung saja. “bukan pak, saya ya mau pesan bakso, sekarang”, terang saya. “ oooo...belum buka mas, bukanya jam 4 sore nanti, ini masih masak”. Oalah ternyata warung buka itu tadi dikarenakan mereka sedang memasukkan bahan bahakr berupa kayu.
Tak berapa lama saya sudah membelah ramainya jalan Danau Toba untuk keluar dari kawasan Sawojajar, tempat kepik tinggal. Masuk jalan sawojajar kampung tembus mendit, blimbing, araya, raden intan, dan sampailah di balearjosari. Bersama istri dan Kila, anak kami, segera kami meluncur ke kawasan candi Singosari lokasi Bakso Sumsum berada, karena hari sudah semakin petang. Cukup ramai, untuk ukuran penjual bakso di dalam gang. Sesampainya, saya mencari meja kosong bersama Kila, sedangkan istri saya memesan bakso.
Tak berapa lama, saya, umi dan Kila sudah asyik dengan menu yang ada di hadapan kami. Kuahnya memiliki citra rasa sendiri walau tidak mencolok kenikmatannya. Begitu pula bakso kasar dan halusnya, standar bakso Malang-lah, maksudnya ya standar enaknya. Kelebihannya mungkin terletak pada bakso sumsumnya yang terdiri atas hati, sayang sekali bakso jenis ini terlalu tajam rasa hati-nya sehingga menutupi rasa baksonya. Istri saya yang dasar tidak suka hati, akhirnya dengan pasrah memindahkan beberapa butir bakso tersebut ke mangkok saya. Dengan senyum sumringah saya menerimanya. Hehehehe. Buat penikmat bakso, kata “bolehlah” sepertinya cukup mewakili untuk merasakan bakso sumsum ini. Tapi bersiap kecewa saja saat hendak memesan ataupun membayar, karena pelayanan yang kurang bagus sehingga membuat kita harus menunggu sedikit lama, hal ini bisa jadi karena wajah kita tidak dikenal oleh penjual yang lebih mendahulukan yang mereka kenal.

Wednesday, February 2, 2011

Lima Barang Pengancam Kesehatan


Bahaya yang mengancam kesehatan ternyata ada di dalam rumah Anda sendiri. Apa saja?
Siapa sangka, barang-barang di rumah kita bisa menjadi sumber penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Berikut daftar barang-barang tersebut, seperti yang dikutip dari Genius Beauty.

1. Talenan kayu. Hingga kini, benda ini masih menjadi barang yang selalu ada di dapur. Fungsinya sebagai tatakan saat memotong bahan-bahan mentah untuk di masak. Menurut John Oxford, peneliti dari Universitas London, sebuah talenan kayu dapat menyimpan ribuan bakteri penyebab penyakit. Sisa potongan makanan yang mengendap dapat membuat koloni bakteri baru dan mengendap di kayu. Bakteri tersebut akan menempel di setiap bahan makanan yang kita potong.

2. Talenan plastik. Seringkali digunakan untuk mengganti talenan kayu yang lebih tradisional. Tak semua talenan terbuat dari plastik yang aman. Bahan plastik bisa berbahaya jika tidak sengaja terkonsumsi. Pilihlah produk talenan plastik yang menjamin keamanan plastiknya. Jika Anda tak yakin, saat talenan sudah tergores, lebih baik ganti dengan yang baru.

3. Sikat gigi. Peneliti dari Universitas Manchester mengungkap bahwa sebanyak 10 juta bakteri bisa berkumpul di sikat gigi. Tak hanya itu, virus penyakit dan jamur bisa berkembang biak di sana. Para peneliti menyarankan Anda untuk mengganti sikat gigi 2-3 bulan sekali.

4. Handuk. Kondisinya kurang lebih sama dengan sikat gigi. Dan untuk menghilangkan bakteri yang berkumpul di dalamnya, perlu pemanasan hingga 90 derajat celcius.

5. Bantal. Bakteri yang berkumpul pada bantal bisa menyebabkan gangguan pernapasan, gatal-gatal dan demam. Professor Jean Amberline, dari British Society for Allergy menyarankan untuk mengganti sarung bantal secara teratur, serta mengganti bantal setiap 2 tahun sekali.

Sumber : Yahoo! Indonesia
 

Copyright 2010 halaman agus.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.