Friday, October 29, 2010

Bukan Banjir dan Jakarta Berkumis

"Kalau Mau Jakarta Lebih Baik Serahkan pada Ahlinya". Ini bunyi sebuah spanduk saat berlangsungnya pemilihan gubernur DKI Jakarta. Sang pemilik jargon, Fauzi Bowo yang akrab disapa Foke, akhirnya terpilih menjadi gubernur. Kini usia kepimpinan "Sang Ahli" sudah berusia tiga tahun.

Foke memang sosok yang akrab dengan ibukota. Pria berumur 62 tahun ini, lahir dan besar di Jakarta. Pendidikannya juga mantap. Dia jebolan arsitektur bidang Perencanaan Kota dan Wilayah dari Technische Universitat Braunschweig Jerman. Program doktornya diambil dari Universitas Kaiserlautern, Jerman.

Jangan tanya perkara pengalaman. Foke berkarier di lingkungan Pemerintah Daerah DKI Jakarta sejak 1977. Di antaranya dia pernah menjadi Kepala Biro Protokol dan Hubungan Internasional, serta Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Bahkan, sepuluh tahun menjabat Wakil Gubernur di masa dua periode kepemimpinan Sutiyoso (1997-2007).

Bahwa Jakarta memiliki sejumlah persoalan yang akut, salah satunya adalah banjir, tentu Foke juga sudah paham. Apalagi riwayat banjir ini memang sudah muncul sejak Jan Pieterszoon Coen membangun Jakarta dengan nama Batavia pada 1619. Waktu itu Coen sudah membuat desain waterfront city (kota air).

Kompeni gagal menerapkan kota air ini. Karena itu, Jakarta dilanda banjir besar pada 1621, 1654, dan 1918. Rupanya kegagalan ini berlanjut terus hingga Indonesia merdeka. Banjir besar terjadi lagi pada 1976, dan 1996. Kemudian pada 1997 banjir menjadi tragedi nasional, sebab terjadi di seluruh kota Jakarta, ribuan orang mengungsi.

Bahkan ketika Foke menjabat Wakil Gubernur, pernah terjadi dua kali banjir besar, yaitu pada 2002 dan 2007. Peristiwa ini lebih buruk dibandingkan dengan tahun 1997. Banjir sudah sampai menewaskan orang dan puluhan ribu orang mengungsi.

Jadi Foke memang seharusnya sudah mengantongi solusi banjir di ibukota. Rasanya, kalau sampai pakar yang turun tangan ibarat mengajari ikan berenang.

Begitu menjadi orang nomor satu di DKI, Foke menyatakan langsung bekerja keras mengendalikan banjir. Bak bertepuk dada, ketika dia mengatakan berhasil membangun Kanal Banjir Timur ke laut di Teluk Jakarta.

Kanal ini panjangnya 23,57 kilometer, dengan lebar 100 -200 meter dan kedalaman 3,7 meter. Bahkan untuk 2010, Pemerintah DKI mengalokasi dana Rp1,677 Triliun untuk membiayai program pengendalian banjir.

Tetapi apa yang terjadi, Jakarta tetap saja banjir. Bahkan ketika hujan turun deras pada 25 Oktober 2010, hampir seluruh penjuru Jakarta banjir. Tentu saja ini membuat warga jengkel. Banyak pemilik jejaring sosial mengecam kepemimpinan Foke.

Di antara mereka ada yang membuat istilah satir "Jakarta Berkumis". Maklumlah, Foke adalah satu-satunya Gubernur DKI Jakarta yang berkumis, sedangkan sebelas gubernur pendahulunya tak satu pun yang memelihara bulu tebal di atas bibirnya.

Foke menanggapi enteng saja kejengkelan warga. Dia bermain dengan kata-kata. Suatu kali dia bilang tak ada banjir di Jakarta. "Itu hanya genangan air. Harus dibedakan antara banjir dan genangan," kata Foke kepada wartawan. "Kalau banjir itu, satu dua hari air di situ. Sedangkan genangan air, itu hanya lewat saja."

Foke benar, memang harus dibedakan antara banjir dan genangan. Menurut Kamus Bahasa Besar Indonesia, banjir itu adalah berair banyak dan deras. Selain itu untuk peristiwa terbenamnya daratan (yang biasanya kering) karena volume air yang meningkat, dalam kamus juga disebut banjir.

Sedangkan genangan, ini dari kata dasar genang yang maknanya terhenti mengalir. Biasanya kata ini untuk hal-hal yang kecil, misalnya "bergenang air matanya mendengar cerita sedih itu." Kalau yang lebih luas, misalnya "tanaman padi menjadi busuk karena tergenang air berhari-hari.

Kendati dalam program kerjanya juga disebutnya banjir, terserah saja kata apa yang hendak digunakan Foke untuk menjawab pertanyaan masyarakat. Tak penting bersilat lidah, sebab warga Jakarta ingin pemimpinnya menyelesaikan persoalan yang sudah akut ini.

Kerugian warga Jakarta sangat besar akibat banjir itu. Bahkan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia memperkirakan kerugian akibat kemacetan dan banjir di Jakarta mencapai Rp 3 triliun, ini untuk hitungan lima hari saja. Karena itu, para penghusaha muda meminta pemerintah DKI Jakarta serius memecahkan masalah banjir dan kemacetan.

Bagaimana Foke menjawab masalah ini? Foke hanya meminta seluruh masyarakat Jakarta mahfum kondisi ibukota. " Saya mohon masyarakat maklum dan paham dengan kondisi ini," katanya kepada wartawan.

Selain itu, setiap bicara banjir, pemerintah pasti menyodori angka rupiah yang dibutuhkan. Kali ini, untuk mengatasi banjir pemerintah DKI butuh Rp 100 triliun. Bahkan, pemerintah DKI yang dipimpin Foke meminta bantuan pemerintah pusat.

Jika demikian, pantaskah Foke mengklaim diri sebagai ahlinya Jakarta?

Sumber : Nurlis Effendi; Foto Antara/Prasetyo Utomo

Wednesday, October 27, 2010

Merapi

Merapi adalah nama sebuah gunung berapi di provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta, Indonesia yang masih sangat aktif hingga saat ini. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. Letaknya cukup dekat dengan Kota Yogyakarta dan masih terdapat desa-desa di lerengnya sampai ketinggian 1700 m. Bagi masyarakat di tempat tersebut, Merapi membawa berkah material pasir, sedangkan bagi pemerintah daerah, Gunung Merapi menjadi obyek wisata bagi para wisatawan. Kini Merapi termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.

Sejarah geologis
Gunung Merapi adalah yang termuda dalam kumpulan gunung berapi di bagian selatan Pulau Jawa. Gunung ini terletak di zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Letusan di daerah tersebut berlangsung sejak 400.000 tahun lalu, dan sampai 10.000 tahun lalu jenis letusannya adalah efusif. Setelah itu, letusannya menjadi eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah-kubah lava.

Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Kuno harus berpindah ke Jawa Timur. Letusannya di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang.

Letusan pada November 1994 menyebabkan hembusan awan panas ke bawah hingga menjangkau beberapa desa dan memakan korban puluhan jiwa manusia. Letusan 19 Juli 1998 cukup besar namun mengarah ke atas sehingga tidak memakan korban jiwa. Catatan letusan terakhir gunung ini adalah pada tahun 2001-2003 berupa aktivitas tinggi yang berlangsung terus-menerus.

Status terkini
2006
Di bulan April dan Mei 2006, mulai muncul tanda-tanda bahwa Merapi akan meletus kembali, ditandai dengan gempa-gempa dan deformasi. Pemerintah daerah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sudah mempersiapkan upaya-upaya evakuasi. Instruksi juga sudah dikeluarkan oleh kedua pemda tersebut agar penduduk yang tinggal di dekat Merapi segera mengungsi ke tempat-tempat yang telah disediakan.

Pada tanggal 15 Mei 2006 akhirnya Merapi meletus. Lalu pada 4 Juni, dilaporkan bahwa aktivitas Gunung Merapi telah melampaui status awas. Kepala BPPTK Daerah Istimewa Yogyakarta, Ratdomo Purbo menjelaskan bahwa sekitar 2-4 Juni volume lava di kubah Merapi sudah mencapai 4 juta meter kubik - artinya lava telah memenuhi seluruh kapasitas kubah Merapi sehingga tambahan semburan lava terbaru akan langsung keluar dari kubah Merapi.

1 Juni, Hujan abu vulkanik dari luncuran awan panas Gunung Merapi yang lebat, tiga hari belakangan ini terjadi di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Muntilan sekitar 14 kilometer dari Puncak Merapi, paling merasakan hujan abu ini.

8 Juni, Gunung Merapi pada pukul 09:03 WIB meletus dengan semburan awan panas yang membuat ribuan warga di wilayah lereng Gunung Merapi panik dan berusaha melarikan diri ke tempat aman. Hari ini tercatat dua letusan Merapi, letusan kedua terjadi sekitar pukul 09:40 WIB. Semburan awan panas sejauh 5 km lebih mengarah ke hulu Kali Gendol (lereng selatan) dan menghanguskan sebagian kawasan hutan di utara Kaliadem di wilayah Kabupaten Sleman.

2010
20 September, Status Gunung Merapi dinaikkan dari Normal menjadi Waspada oleh BPPTK Yogyakarta. 21 Oktober, Status berubah menjadi Siaga pada pukul 18.00 WIB. 25 Oktober, BPPTK Yogyakarta meningkatkan status Gunung Merapi menjadi Awas pada pukul 06.00 WIB. 26 Oktober, Gunung Merapi memasuki tahap erupsi. Menurut laporan BPPTKA, letusan terjadi sekitar pukul 17.02 WIB. Sedikitnya terjadi hingga tiga kali letusan. Letusan diiringi keluarnya awan panas setinggi 1,5 meter yang mengarah ke Kaliadem, Kepuharjo. Letusan ini menyemburkan material vulkanik setinggi kurang lebih 1,5 km.

Rute pendakian
Gunung Merapi merupakan obyek pendakian yang populer, karena gunung ini merupakan gunung yang sangat mempesona. Jalur pendakian yang paling umum dan dekat adalah melalui sisi utara dari Sèlo, satu kecamatan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang terletak di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Pendakian melalui Selo memakan waktu rata-rata 5 jam hingga ke puncak.

Jalur populer lain adalah melalui Kaliurang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta di sisi selatan. Jalur ini lebih terjal dan memakan waktu sekitar 6-7 jam hingga ke puncak. Jalur alternatif yang lain adalah melalui sisi barat laut, dimulai dari Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dan melalui sisi tenggara, dari arah Deles, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sumber : Wikipedia

Tuesday, October 26, 2010

Kawasan Cadas itu

Kembali lagi ku disini. Setelah beberapa tahun kutinggalkan. Hamparan karst yang panas. Matahari terasa lebih panas disini. Kulihat karren * ukiran alam batu-batu kapur* tampak jelas menghampar, tak ada yang menutupinya lagi. Tak kujumpai lagi semak belukar yang tinggi. Tak ada lagi goresan duri terasa pedih dikulit ketika kujelajahi setiap jengkal areal ini. Semua sudah terlalu bersih untuk hidup sekelompok semak berduri. Yang menggantikannya kini tinggallah bibit tanaman Jagung. Memanfaatkan setiap jengkal tanah yang tersisa diantara batu-batu kapur.

Langkah-langkahku semakin menggila menjelajahi hektar ke 2 dibelakangnya. Begitu mudah aku mencapainya. Tak ada lagi penghalang langkahku seperti dahulu, dimana bukit-bukit di sekitar menjadi patokan arahku. Ya, karena saat ini, semua terang benderang, gundul sudah "hutan" ini. Bahkan bukit itu yang dulu penuh akan semak dan tanaman berduri, dengan mudah aku naiki tanpa kesulitan apapun. Tampaknya sudah lebih dari seminggu areal ini dibersihkan dan siap dijadikan kebun.

Mataku nanar, hatiku remuk. Cagar alam ini sudah disapuh bersih....

Friday, October 15, 2010

10 Cara Mudah Menjadi Lebih Bahagia

Banyaknya persoalan hidup yang Anda alami seringkali membuat pikiran dan perasaan terasa menyiksa. Akibatnya, Anda menjadi tidak bahagia.
Bila Anda sering mengalami hal itu, jangan langsung merasa putus asa. Sebab, semua masalah bisa dicari jalan keluarnya. Anda pun bisa terlepas dari suasana tidak menyenangkan, dan membangun kembali kebahagiaan dengan cepat.
Sejumlah pakar psikologi Amerika Serikat berusaha mengungkapkan rahasia kebahagiaan manusia. Hasilnya, mereka menemukan 10 cara agar Anda merasa lebih bahagia, seperti yang dimuat dalam jurnal The Science Psychology.
Cara untuk mendapatkan kebahagian juga tidak sulit. Merasa bahagia bisa dimulai dari hal-hal kecil. Menurut penelitian itu, orang-orang yang dapat menikmati kebahagiaan melalui hal-hal sepele, justru bisa lebih mudah mengatasi penyakit. Sehingga, mereka yang bisa menikmati kebahagiaan lewat hal kecil, usianya lebih panjang sekitar tujuh tahun.

Berikut ini sepuluh hal bisa Anda lakukan untuk mencapai kebahagiaan:

1. Senang berbagi pikiran dengan orang lain.
2. Bercerita tentang kenangan menyenangkan
3. Jangan takut memuji diri sendiri.
4. Memfokuskan hati dan pikiran pada sesuatu yang menyenangkan.
5. Pikirkan segala sesuatu dengan positif.
6. Lakukan hal-hal bisa mengubah mood negatif menjadi positif, misalnya melakukan hobi atau kumpul bareng teman.
7. Berani menjadi bahagia, bahkan saat suasana tidak menyenangkan.
8. Rayakan kemajuan-kemajuan yang Anda capai dalam kehidupan.
9. Jangan murung, jangan takut, dan jangan ragu.
10. Katakan ‘terima kasih’ sesering mungkin.

sumber: http://blognyajose.blogspot.com/2010/10/10-cara-mudah-menjadi-lebih-bahagia.html
 

Copyright 2010 halaman agus.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.