Friday, April 24, 2009

Vespa Brotherhood

Bisa dibayangin. Waktu jam didinding kantor pukul 15.40 WIB, saya sudah tancap gas menuju terminal Bungurasih untuk pulang ke Malang. Hari itu, cuaca di Surabaya agak bersahabat, maksudnya pagi mendung dan sempat turun hujan, dan menyisakan udara yang cukup segar. Sayapun menikmati perjalanan itu dengan menaiki vespa saya. Yap, saya memang memiliki vespa, bagi yang belum tau ceritanya silahkan deh baca mengenai vespa saya ditulisan sebelumnya atau klik disini. Dan, vespa saya amatlah terkenal, gimana enggak, jangankan untuk seisi kantor, bahkan sekomplek perkantoran tempatku bekerja, hanya saya yang menaiki vespa. Ya bangga-bangga gimana ya, habis belum bisa beli yang lainnya sih, selain itu, saya sejak SMA memang sudah terbiasa ber-vespa ria, dan lagi tentu kenangannya. Ya udahlah, yang jelas sore itu, cuaca sangat mengasikkan untuk ber-vespa ria menuju terminal sambil bernyanyi-nyanyi..”..oh galih..oh ratna .. cintamu abadi..” Tapi apa dinyana, begitu melewati jomplangan perlintasan kereta api di Aloha Sidoarjo, “blep..blep..blep..”, vespa saya mati. Waduh kenapa neh, perasaan kemarin bensin baru saya penuhi, wah gawat banget neh, mana dijalan yang lagi rame-ramenya, pikirku rada panik. Tapi pelan-pelan saya tenangkan diri. Vespa saya pinggirkan, dan mulailah langkah biasa yang dilakukan jika punya vespa. Periksa busi. Nah loh, businya kok gak ada listrik ya. Wadaw cekak deh. Gak sengaja, saya lihat kabel dibelakang mesin putus, wah...jangan-jangan ini penyebabnya. Mulailah saya kuliti kabel itu dengan tang, dan saya sambung kembali. Tanpa saya sadari, tiba-tiba hadir seseorang pengendara vespa berwarna hijau dengan helm berwarna hijau juga dan bermodel helm pilot. Wah unik juga pikir saya. “ Kenapa pak?” tanyanya. Kemudian saya terlibat diskusi singkat mengenai penyebab vespa saya mati hingga menyambung ke knalpot dan bengkel khusus vespa diseputaran Sidoarjo. Setelah dia yakin vespa saya kembali hidup, diapun kembali meneruskan perjalanannya, tidak lupa saya ucapkan terima kasih atas bantuannya. Saya cukup terkesan dengan perhatian teman-teman pengendara vespa. Sering saya jumpai ketika ada vespa mogok ditengah jalan, jika ada pengendara vespa lainnya lewat, biasanya mereka berhenti untuk memberikan bantuan. Atau, jika kita dalam perjalanan antar kota atau plat nomor vespa kita berbeda dengan kota/tempat dimana vespa kita lewat, dan kemudian berjumpa dengan pengendara vespa lainnya, biasanya mereka memberi salam dan lambaian tangan, meskipun mereka tidak saling kenal. Saya sampai berpikir, apa itu juga bagian dari kode etik para pengguna vespa yang ikut dalam klub-klub pengendara vespa yang bertebaran di Indonesia. Wah-wah, sampai-sampai ketika saya di bis memikirkan kata apa yang tepat bagi bentuk perhatian dan kekompakan mereka ya, akhirnya saya temukan di dalam tumpukan berkas-berkas kata dalam otakku, brotherhood. Ya semacam persaudaraan begitu. Mungkin itu yang hendak ditunjukkan para pengendara vespa terhadap pengendara vespa lainnya.

Thursday, April 23, 2009

Akar Kekuatan Gigi

Setelah bertahun-tahun digunakan untuk menggigit dan mengunyah, bagaimana gigi manusia tetap utuh dan berfungsi baik? Rahasianya terletak pada email, jaringan terluar gigi. Sebuah tim ilmuwan dari George Washington University, Amerika Serikat, menyatakan keberadaan email berperan pada daya tahan gigi manusia.
Email gigi manusia sangat rapuh. Seperti kaca, email mudah pecah. Namun, berbeda dengan kaca, email mampu menahan retakan dan tetap utuh hampir seumur hidup pemilik gigi itu. Tim periset itu menemukan bahwa alasan utama mengapa gigi tidak pecah berantakan adalah karena adanya tuft, cacat mirip retakan halus yang ditemukan dalam email. Tuft muncul pada masa pertumbuhan gigi, dan semua gigi manusia memiliki sejumlah tuft sebelum gigi itu muncul ke permukaan gusi di dalam mulut.
Banyak retakan pada gigi tidak berasal dari permukaan terluar gigi. Sebaliknya, retakan itu muncul dari tuft yang terletak jauh di dalam email. Dari sana, retakan itu tumbuh ke arah permukaan gigi terluar. Begitu mencapai permukaan, retakan ini berpotensi sebagai lokasi pembusukan gigi. Tuft menekan pertumbuhan retakan-retakan itu dengan mendistribusikan tekanan di antara mereka.
"Ini pertama kalinya fitur perkembangan yang tidak diketahui, semisal tuft pada email, diperlihatkan memiliki peran yang signifikan dalam fungsi gigi," kata Paul Constantino, ilmuwan dari universitas itu. "Pertumbuhan retakan juga dihambat oleh jalinan struktur mikro email, dan oleh proses penyembuhan mandiri ketika material organik mengisi retakan yang memanjang dari tuft, yang juga direkatkan oleh materi organik. Jenis pengisian ini mengikat dinding retakan yang berhadapan, meningkatkan jumlah kekuatan yang diperlukan untuk memperlebar retakan di kemudian hari."
Riset hasil kolaborasi antara antropolog dari George Washington University serta ahli fisika dari National Institute of Standards and Technology di Gaithersburg ini dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences. Selain email gigi manusia, tim tersebut mempelajari gigi linsang laut yang amat mirip dengan gigi-geligi manusia. SCIENCEDAILY

Monday, April 20, 2009

Hasrat

Usai adzan Subuh dan sholat subuh, aku lekas berangkat ke terminal Arjosari Malang. Udara masih mengigit, dingin. Tidak heran, semalaman hujan menguyur habis seantero kota Malang. Menyiram dosa-dosa warganya diakhir pekan, menghanyutkan jauh ke dasar alam mimpi.
Anjelie kunaiki juga. Badannya sudah tidak indah lagi, apalagi dengan bau bokongnya itu. Tetapi dibalik itu semua, ia tetap tegar, gagah, melayani semua lelaki di subuh ini. Mengantarnya dengan buaian angin dingin.
Sebal sekali, hasratku bergejolak di subuh ini, disaat sedang asyiknya kunaiki Anjelie. Memberontak dari bawah pusar hingga ke naik ke otak dan kemudian turun kembali ke dengkul. Asem tenan, makiku. Benar-benar tidak pada tempatnya. Kulawan hasrat ini, aku malu pada Anjelie. Kubuat tidur saja dalam buaian Anjelie. Ahh ... dapat juga kutidur dalam buaiannya.
Tapi tak lama, baru setengah jam aku terbuai, hasrat itu kembali datang. Mendobrak-dobrak, membuat aku memicingkan mata menahannya. Mengapa .. mengapa ..? Mengapa hasrat itu datang ketika aku sedang menikmati Anjelie di pagi ini. Tidak malukah kau hai hasrat pada mentari yang telah bersinar.
Segera setelah tiba, kuberlari meninggalkan Anjelie. Kupercepat, kumasuki ruangan itu, bersih, dan cukup sempit. Tak apalah pikirku, yang penting hasratku terpenuhi. Dan ... ahhhh, akhirnya lega juga setelah limbah cair itu kuhempaskan keluar, membanjiri selokan kecil dalam toilet umum ini. Kubersyukur tidak ngompol di dalam bis Restu Anjelie tadi.
Kuresletingkan kembali celanaku, dan kulangkahkan kakiku keluar dengan penuh kemenangan, tidak lupa menyetorkan uang seribuan ke penjaga toilet. Hmmm ... pagi ini Terminal Bungurasih ramai sekali, maklum Senin pagi, para pekerja seperti halnya aku mulai kembali ke Kota Pahlawan ini.

Wednesday, April 15, 2009

Populasi Baru Orangutan Ditemukan di Kalimantan

Jakarta - Para ahli konservasi menemukan populasi baru orangutan di salah satu pegunungan Kalimantan Timur. Lokasinya berada di tengah hutan, dekat tebing gunung kapur. Mereka memperkirakan jumlah hewan yang terancam punah ini sekitar 2000 ekor. "Yang bisa kami hitung ada 219 orangutan," kata Erik Meijaard, ahli ekologi dari The Nature Conservancy.
Erik dan timnya tidak dapat menghitung semua mengingat medan yang sulit. Namun, dia menduga di lokasi itu terdapat 1.000 atau bahkan 2.000 orangutan. Mereka juga menjumpai orangutan jantan dewasa yang marah ketika ilmuwan mencoba memotret anak dan ibu orangutan.
Saat ini sekitar 50 ribu-60 ribu orangutan hidup di hutan hujan Pulau Kalimantan. Sebagian besar atau 90 persen berada di wilayah Indonesia dan sisanya di Malaysia. Sayangnya, habitat mereka banyak yang hilang untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit. Kedua negara ini memang produsen kelapa sawit, yang menjadi bahan untuk makanan, kosmetik, dan bahan bakar di AS dan Eropa.
Menurut Meijaard, topografi yang curam dan deretan gunung kapur menjadi tameng alami sehingga habitat di Kalimantan Timur tersebut tetap terjaga hingga saat ini, termasuk pepohonan yang kayunya bernilai tinggi.
Birute Mary Galdikas, ilmuwan Kanada yang selama empat dekade mengamati hewan tersebut, terkejut karena orangutan yang ditemukan termasuk spesies langka, yakni orangutan Borneo hitam atau Pongo pygmaeus morio. Namun, dia khawatir karena populasinya sedikit dan terpencar-pencar.
Pada 1990-an, kebakaran memusnahkan hutan seluas 2.500 kilometer persegi. Para pelaku adalah pemilik perkebunan dan perorangan. Kondisi itu diperparah oleh El Nino yang melanda Indonesia pada dasawarsa tersebut.
Nardiyono, yang memimpin tim survei The Nature Conservancy pada Desember tahun lalu, mengakui sulitnya menemukan populasi baru orangutan. Sebelum ekspedisi, hewan ini mungkin terlihat lima tahun sekali. "Mungkin setelah kebakaran, sejumlah populasi orangutan menuju daerah pedalaman," katanya.
Tim peneliti berencana mengajak pemerintah daerah melindungi orangutan di habitat tersebut. Noviar Andayani, Ketua Indonesian Primate Association and Orangutan Forum, mengatakan penemuan baru ini jadi pekerjaan rumah untuk membuat kajian secara cermat guna mengetahui tingkat kerentanan populasinya. "Ada beberapa daerah yang masih belum disurvei," katanya.
Menurut Noviar, ada 18 lembaga swadaya masyarakat yang melakukan sensus dengan cara wawancara tatap muka dengan orang-orang yang tinggal di hutan. Responden adalah penduduk desa dan pekerja perkebunan di perusahaan yang mendapat konsesi penebangan kayu. "Kami berharap ini membantu mengisi beberapa kesenjangan," katanya.
Survey awal dilakukan di daerah-daerah yang populasi orangutannya sudah diketahui. Mereka mengakui informasi dan data orangutan belum lengkap. Sejumlah ahli mengatakan butuh waktu dua dekade untuk memulihkan habitat orangutan yang rusak. (Koran Tempo, 14/04/09)

Monday, April 6, 2009

Apakah kamu sedang jatuh cinta

Ketika kamu sedang bersama dia, kau berlagak mengacuhkannya. Tapi ketika dia tidak ada, kamu berusaha mencarinya. Pada saat itu, kamu sedang jatuh cinta.
Walaupun ada orang lain yg selalu membuatmu tertawa, mata dan perhatianmu hanya tertuju pada si dia. Maka, kamu sedang jatuh cinta.
Walaupun seharusnya dia sudah meneleponmu untuk memberitahu kabarnya, tapi teleponmu tak berdering. Dan kau terus menunggu telepon itu. Pada saat itu, kamu sedang jatuh cinta.
Jika kamu lebih tertarik dengan e-mail pendek darinya daripada e-mail yg panjang dari orang lain, kamu sedang jatuh cinta.
Jika kamu tak bisa menghapus smua sms dlm hpmu karena ada 1 sms dari dia, maka kamu sedang jatuh cinta
Ketika kamu mendapat sepasang tiket gratis menonton film, kamu tidak akan pusing2 untuk langsung mengajak dia. Pada saat itu kamu sedang jatuh cinta
Jika kamu sedang membaca post ini dan seseorang muncul dalam pikiranmu, maka kamu sedang jatuh cinta pada orang itu.
apakah semua itu yg sedang kamu rasakan saat ini?

Friday, April 3, 2009

Seorang Kenalan dan Seorang Sahabat

Pertama, seorang kenalan adalah seorang yang namanya kau ketahui, yang kau lihat berkali-kali, yang dengannya mungkin kau miliki persamaan, dan yang disekitarnya kau merasa nyaman. Ia adalah orang yang dapat kau undang ke rumahmu dan dengannya kau berbagi. Namun mereka adalah orang yang dengannya tidak akan kau bagi hidupmu, yang tindakan-tindakannya kadang-kadang tidak kau mengerti karena kau tidak cukup tahu tentang mereka.

Sebaliknya, seorang sahabat adalah seseorang yang kau cintai.. Bukan karena kau jatuh cinta padanya, namun kau peduli akan orang itu, dan kau memikirkannya ketika mereka tidak ada.
Sahabat-sahabat adalah orang dimana kau diingatkan ketika kau melihat sesuatu yang mungkin mereka sukai, dan kau tahu itu karena kau mengenal mereka dengan baik.
Mereka adalah orang-orang yang fotonya kau miliki dan wajahnya selalu ada di kepalamu.
Mereka adalah orang-orang yang kau lihat dalam pikiran mu ketika kau mendengar sebuah lagu di radio karena mereka membuat dirimu berdiri untuk menghampiri mereka dan mengajak berdansa dengan mereka atau mungkin kau yang berdansa dengan mereka, mungkin mereka menginjak jari kakimu, atau sekedar menempatkan kepala mereka di
pundakmu.
Mereka adalah orang-orang yang diantaranya kau merasa aman karena kau tahu mereka peduli terhadapmu.
Mereka menelpon hanya untuk mengetahui apa kabarmu, karena sahabat sesungguhnya tidak butuh suatu alasanpun.
Mereka berkata jujur-pertama kali - dan kau melakukan hal yang sama. Kau tahu bahwa jika kau memiliki masalah, mereka akan bersedia mendengar.
Mereka adalah orang-orang yang tidak akan menertawakanmu atau menyakitimu, dan jika mereka benar-benar menyakitimu, dan jika mereka benar-benar menyakitimu, mereka akan berusaha keras untuk memperbaikinya.
Mereka adalah orang-orang yang kau cintai dengan sadar ataupun tidak.
Mereka adalah orang-orang dengan siapa kau menangis ketika kau tidak diterima di perguruan tinggi dan selama lagu terakhir di pesta perpisahan kelas dan saat wisuda.
Mereka adalah orang-orang yang pada saat kau peluk, kau tak akan berpikir berapa lama memeluk dan siapa yang harus lebih dahulu mengakhiri.
Mungkin mereka adalah orang yang memegang cincin pernikahanmu, atau orang yang mengantarkan / mengiringmu pada saat pernikahanmu, atau mungkin adalah orang yang kau nikahi.

Thursday, April 2, 2009

Antara Mayat dan Jeruk Nipis

Berulangkali aku seka keringat yang sedari tadi mengalir di leherku. Bukan main makiku, hari ini benar-benar gerah sekali. Jam di dinding ruang tamu ini baru menunjukkan pukul 11 siang. Untungnya penantian ini tidak sendirian aku. Malah keadaan semakin memanas saja.

Bukan panas karena kegerahan, tapi karena satu kepentingan yang menjebak kami harus menunggu. Disamping saya Slamet duduk berleha-leha, sebelah sana dikit Ola, seorang polisi berpangkat perwira muda. Dari pengakuannya sih asli batak, tapi di pertemuan kali kedua ini saya belum menjumpai kekhasan Bataknya. Dari wajah, gak ada standar-standarnya orang Batak, malah pikirku masih ada keturunan Arab, apalagi janggutnya dihiasi jenggot tipis ala jaman sekarang, bukan ala jaman Rhoma Irama, mungkin karena dia di Reskrim jadi boleh pelihara Jenggot kali. Hidungnya yang mancung makin mengukuhkan seolah-olah dia keturunan Arab. Kosakata bahasa, bah apalagi, tak ada logat Batak sedikitpun. Jauh sekali dengan pak Faisal kenalanku, seorang marinir dengan tubuh tambun dan kumis tebal, logatnya kental sekali batak. Walaupun sudah beristri orang jogja dan mahir berbahasa Jawa, logat bataknya tak bisa hilang. Tapi ini, wah saya hanya dapat percaya bahwa Ola ini orang Batak dari nama belakangnya yang jelas marga orang Batak.


Rupanya, menunggu bersama-sama seperti ini menjadikan kami gayeng sekali bercerita ngalor ngidul macam ibu-ibu PKK yang nggosipin Syeh Puji ngawinin anak ingusan. Cekakak cekikik menghiasi setiap obrolan, kadang ketawa lepas tidak sungkan-sungka dilepaskan.
"Semalem saya ikut otopsi, karena ada perampok ditembak waktu mau ditangkap..", ujar Ola untuk memulai inisiatif ikut berbagi cerita karena sedari tadi dia cuman nyumbang hahahihi saja. "Satu mati ketembak, satu lagi kabur. Nah yang ketembak ini di otopsi, saya diminta mengikuti jalannya otopsi. Eh, yang bagian otopsi iseng banget, pake telunjuknya dimasukin ke lubang tembak yang berada di dada tuh perampok, wah dalem juga katanya, iseng banget..", tambah Ola.


"Eh, saya dengar, kalau mau uji nyali hanya bermodal jeruk nipis saja", lanjutnya. "Jeruk nipis?" tanyaku dan Slamet hampir bersamaan. Kang Arif yang sedari tadi jadi pendengar pasif di pojokan kursi L mulai menegakkan duduknya. Pikirnya rada seru neh ceritanya, sambil disedotnya wismilak yang sedari tadi nongkrong dibibirnya.
"Iya, jeruk nipis", yakin Ola melanjutkan. "Iya kata orang-orang".
Beh ampir aja saya lempar asbak dia, kata orang katanya.
"Eh denger dulu", lanjutnya. "Kalian tahukan, kalau kita luka trus ditetesin jeruk nipis, fuuhh... rasa perihnya bukan main deh. Nah, kali ini, tuh jeruk nipis kita teteskan pada luka yang ada ditubuh mayat.Ya, entah itu luka bekas tusuk atau tembak", tambahnya sambil mengelus-elus jenggotnya yang terkesan dipaksa untuk dielus.
"Apa mayatnya bakal gerak-gerak keperihan?" tanya slamet.
"He ini orang emang filem, mana ada mayat gerak-gerak karena jeruk nipis." celetukku sekenanya.


"Bukan." kata Ola dikalem-kalemin (ati-ati kalau mbaca jangan kepleset). "Tidak terjadi apa-apa pada mayat itu. Hanya saja, tunggu malamnya setelah mayat diberi jeruk nipis. Yang netesin jeruk nipis pada luka itu bakal didatangi arwah si mayat." Ujar Ola dengan sedikit melotot. Ah sial, bikin saya grogi aja.


"Ih serius, bener, saya baru kemarin membuktikannya. Kemarin, setelah otopsi, saya penasaran dengan cerita itu, akhirnya aku tetesin luka si mayat dengan jeruk nipis. Dan semalem, waktu aku habis cuci muka, lalu saya keringkan wajah dengan handuk. Dan ketika handuk saya lepas dari wajah... drueeng... di depan saya ada si mayat itu..! wah hampir loncat saya, saya coba baca-baca do'a, huh.. akhirnya hilang juga. Tapi baru mau tidur, eh dia nongol lagi, begitu juga pas memejamkan mata, eh dia hadir juga di mimpi. Wah akhirnya semaleman gak bisa tidur saya. wah.."
Ola menggaruk-garuk kepalanya yang semi habis rambutnya.


Saya, Slamet, Kang Arif, tertawa ndengerin ceritanya yang meyakinkan dan berakibat sial itu. Aku ketawa-ketiwi, apalagi pas aksi "drueng"-nya itu, persis pilem-pilem horor kita. Tapi asli, aku gak bakal iseng kayak gitu. Heh, orang ikut otopsi aja mikir ratusan kali dulu ...
 

Copyright 2010 halaman agus.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.