Thursday, December 27, 2012

Setahun Daffa, Putra Keduaku

Kila, Ummi, dan Daffa

Tangal 21 Desember 2012, tahun ini, daffa genap setahun. Alhamdulillah. Meskipun saya tidak dapat hadir merayakannya, tapi do'a saya selalu saya curahkan untuknya. Karena di waktu yang sama saya sedang melaksanakan tugas dari kantor berangkat ke Gunung Ijen. Tapi tak apa, yang penting banyak saudara dan keluarga yang hadir malam itu.

Monday, December 17, 2012

Daffa ku

Berbicara tentang Daffa, putraku yang kedua, adalah sebuah cerita panjang dan berliku. Banyak kisah di balik Daffa, kisah yang meneteskan air mata sedih dan kebahagiaan. Bukan membandingkan dengan kakaknya, Kila. Tetapi Daffa meiliki kisah yang mendalam bagi saya. Saya harus berjauhan dengan keluarga ketika Daffa masih dalam kandungan, hingga ia berumur beberapa bulan barulah kami dapat berkumpul, dapat bertemu setiap hari, dan dapat mendekapnya di setiap malam bergulir.

Daffa adalah senyum kebahagiaan kami, senyum kebahagian saya, istri, dan Kila. Untuk itu pula mungkin Alloh SWT. menurunkan Daffa di tengah-tengah keluarga kami. Ia penuh senyum, hampir jarang kami menjumpainya tanpa senyum. Bahkan saya ingat, ketika pertama kali ummi-nya, istri saya, dapat menjenguk di kamar perawatannya ketika baru lahir, ia tersenyum, sepertinya ia dapat merasakan bahwa ummi-nya hadir disisinya untuk ikut menderikan dukungan baginya. Seakan-akan ia mendengar suara kami, " ayo Daffa, cepat sembuh, kami selalu disisimu".

Hahhh.. jika mengingatnya, air mata serasa tak mau berhenti untuk mengalir.

Friday, December 14, 2012

Re-make Up Toraja Craft


Udara dingin mulai menyelimuti Malang siang itu. Saya terburu-buru melajukan Hondra Supra ini menuju Sawojajar. Langit gelap pun nampak menggelayut di atas. Semakin cepat pula saya membelah jalanan Malang menuju arah timur. Dan saya dapati rumah Pak Edy Tondok dengan pintu pagar masih tertutup, tapi saya dapat melihat aktifitas dibelakang pintu itu.

Monday, December 10, 2012

Berapa Lama Sampah Terurai Di Gunung?


Berapa Lama Sampah Terurai Di Gunung? Sebuah pertanyaan logis yang jarang kita dengar atau kita ingin ketahui. Banyak pendaki gunung yang meninggalkan sampahnya di lereng dan di puncak gunung. Perlakuan yang tidak adil bagi alam. Bahkan apabila lebih dalam, pembuangan sampah di tengah alam bebas adalah sebuah kejahatan. Itulah yang membedakan, mana pendaki konservatif, dan mana  pecinta alam gadungan!

Thursday, November 29, 2012

'Dosa’ Seorang Pendaki Gunung


1. Andil Mencemari Lingkungan Gunung
Melakukan berbagai bentuk pencemaran di gunung selama pendakian seperti membuang/menimbun sampah (tidak membawa turun sampah yang dibawanya), mengotori sumber mata air, dan atau membawa barang/zat yang mencemarkan bumi, air, dan udara dalam jangka lama.

Tuesday, November 27, 2012

Berdagang Karbon Hutan

Sumber Gambar : Wikipedia

Proyek-proyek kehutanan dapat membantu dalam mengurangi emisi gas rumah keaca yang tersebar di atmosfir. Hal ini dikarenakan : 

Pertama, mencegah lepasnya pasokan karbon di tegakan hutan ke atmosfir. hal ini dapat dilakukan dengan mengurangi deforestasi dan kebakaran hutan, atau dengan meningkatkan kualitas pembalakan kayu, misalnya dengan cara mengurangi dampak logging (low impact logging) yang dapat mengurangi kerusakan flora dan fauna di sekitarnya.

Monday, November 26, 2012

Melewati Garis Nyaman (kembali)


Ketika kita berada dalam situasi dimana kita sudah nyaman pada situasi tersebut, rasanya malas untuk beranjak dari situasi tersebut, kalaupun beranjak sebisa mungkin tidak sampai melewati batas kenyamanan, batas itu yang saya sebut garis nyaman.

Friday, November 23, 2012

Satwa Liar dan Dunia Farmasi

http://www.savesumatra.org

Beberapa hal yang menyedihkan telah menimpa satwa yang sering disebut "kucing besar" atau "raja hutan" ini. Di seluruh dunia terdapat delapan jenis satwa ini, yaitu Harimau Bali (punah tahun 1940-an), Harimau Kaspia (punah tahun 1970-an), Harimau Jawa (punah tahun 1980-an), Harimau Sumatera (tinggal 650 ekor), Harimau Bengal (3350-4700 ekor), Harimau Cina (100-1700 ekor, Harimau Cina Selatan (30-80 ekor), serta Harimau Siberia (150-200 ekor).

Wednesday, November 21, 2012

5 Tahun Usia Kila


Alhamdulillah, Kila genap berusia 5 tahun. Kalau inget, Kila kadang protes, "kok 5 seh? Adek udah 10". kami geli mendengarnya, tinggal dijelasin kalau Kila itu 5 Tahun dan adek 10 Bulan, itu berbeda. hihihihihi.

* * *

Tuesday, November 20, 2012

Konservasi di Jaman Majapahit


Salah satu dokumen penting yang berkaitan dengan kebijakan konservasi alam adalah Prasasti Malang tahun 1395 dari jaman Kerajaan Majapahit. Dalam prasasti tersebut tertulis :

"Pemberitahuan kepada seluruh satuan tata negara si parasama di sebelah timur Gunung Kawi, baik di timur atau di barat batang air (Berantas; diberitahukan kepada sekalian Wedana, Juru, Bujut, terutama kepada Pacatanda di Turen. Bahwa telah kita perkuat perintah Seri Paduka Batara Pratama Iswara, yang ditanam di Wisnu-bawana dan begitu pula perintah seri paduka yang ditanam di Kertabuana, berhubungan dengan kedudukan satuan tata negara si parasame Katiden yang meliputi sebelas desa.

Monday, November 19, 2012

Sejarah Hutan Alam di Pulau Jawa

Gradasi Penutupan Lahan Hutan di Jawa tahun 1891, 1963, dan 1987

Sejarah hutan di Jawa tidak dapat dipisahkan dari kisah pembabatan hutan tropis untuk menciptakan pusat-pusat kehidupan baru. Sejarah kerajaan besar Majapahit dan Mataram melibatkan pembabatan hutan secara berkesinambungan untuk pembangunan pusat-pusat pemerintahan.

Friday, November 9, 2012

Padat



Saya menarik nafas dalam-dalam. Kemudian menghelanya dengan tidak kalah dalamnya. Efek bolak balik ke kantor depan dengan menembus panasnya jum'at pagi ini. Meskipun jam di tangan baru menunjukkan Pukul 10, tetapi matahari terasa hanya beberapa ratus meter saja di atas kepala saya. Udara AC di ruang ini masih belum memulihkan suhu tubuh yang tiba-tiba memanas akibat suhu tinggi pagi setengah siang ini.

* * *

Monday, October 22, 2012

Genre Baru


Bagi saya pribadi, sebuah pertunjukan teater, operet, pantomim dan sejenisnya bukanlah barang baru. Karena sejak SMA saya sudah berkecimpung di dalamnya. Begitupula ketika masa kuliah, saya senang melihat pertunjukan teater-teater yang jumlahnya banyak di kampus Unmuh. Bayangkan saja, hampir setiap fakultas memiliki teater sendiri-sendiri.

Wednesday, October 17, 2012

29 Tahun DIMPA

Ableh, demikian sapaan akrabnya, masih asyik di depan kaca sambil membenarkan kancing-kancing bajunya. Baju PDH organisasi berwarna coklat tanah itu sudah dikenakan sedari tadi, tapi belum benar ia kancingkan. Rokok Gudang Garam Surya masih menyempil mesra di bibirnya, asap yang dihisap diperkosanya habis di rongga mulut. Sedangkan segelas kopi hitam tergolek pasrah di kusen jendela kamar. Waktu sudah beranjak dari Maghrib, jam di dindingnya terus berdetak seolah memberitahunya bahwa ia harus mengejar waktu. Scraf keanggotaan berwarna merah dengan logo organisasi berwarna kuning sudah ia masukkan di saku celana belakang sebelah kiri. Ahhh... malam ini ia ingin secepatnya hadir di sekretariat untuk berkumpul bersama saudara-saudara di DIMPA, untuk merayakan Dies organisasi kepecintaalaman tersebut. 

Thursday, October 11, 2012

Ke Kawah Ijen (lagi)

Dari sekian banyak kawasan hutan dalam pengelolaan kantor saya, inilah salah satu lokasi favorit saya. Taman Wisata Alam Kawah Ijen, bukan karena banyak pengunjung manca negaranya, juga bukan sekedar puncaknya yang bisa dicapai dengan satu jam perjalanan penuh tanjakan, tapi juga karena suasana dan iklim di sana. hmmmm. 

Dan keinginan tersebut rupanya bersambut, meski sedikit mendadak. Yup, mendampingi kru production house yang akan membuatkan film / video promosi pariwisata kawah ijen bagi kantor tempat saya bekerja. Gak tanggung-tanggung, sang pembuatnya adalah sang maestro pembuat video dokumenter, Sarwoko, alias mas koko, kameramen jebolan Metro TV sekaligus pembuat acara expedition nun terkenal itu.

* * *
Pos Pal Tuding

Friday, September 21, 2012

Sabar


Surabaya, jum'at siang ini begitu panas. Saking panasnya saya lebih memilih pulang kantor nanti sore saja. Selain memastikan kondisi titik panas di wilayah Jawa Timur, juga, suasana kantor menjelang akhir pekan sangat mendukung untuk nge-blog.

* * *

Beberapa hari belakangan, saya dihinggapi perasaan menyesal yang sangat mendalam. Amat. Saya tidak tahu mengapa saya terjebak kembali dengan lingkaran setan amarah yang kadang sulit saya kendalikan ataupun tiba-tiba muncul tanpa saya bisa mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Akhirnya, penyesalanpun bertubi-tubi mendekap saya. 

Wednesday, August 8, 2012

Harimau Jawa Punah?

Pertanyaan diatas sering terlontar sebagai akibat dari jawaban yang belum pasti dari khalayak masyaraka, baik pemburu, peneliti, ilmuwan, konservasionis, pecinta alam maupun aktivis lingkungan, terhadap eksistensi Harimau Jawa. secara logika si Raja Penguasa Rimba ini harusnya sudah lama dihapus dalam status perlindungannya. Dalam peraturan perundang-undangan baik yang lama maupun yang terbaru, satwa ini telah dinyatakan punah sekitar tahun 1980-an. Nampaknya para ahli dan pengambil kebijakan belum seratus persen menyetujui ini semua, apalagi masyarakat pedalaman yang hidupnya selalu berbaur di sekitar hutan, kadang masih ada cerita atau mitos tentang keberadaannya.

Tuesday, August 7, 2012

Telur Penyu Mengandung Logam Berat


PONTIANAK, KOMPAS.com — Mitos bahwa telur penyu baik untuk kesehatan ternyata keliru. Telur penyu justru tidak baik dikonsumsi oleh manusia karena mengandung logam berat.

Demikian diungkapkan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Djohan Utama Perbatasari, Senin (6/8/2012), di Pontianak, Kalimantan Barat. Djohan merujuk pada sebuah publikasi dari jurnal ilmiah.

Friday, August 3, 2012

Mendengar Pada Suami Membawa Berkah

Pagi menjelang siang, saya masih termangu di depan laptop saya. Sejak pagi saya disibukkan untuk menyiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mendaftarkan askes anak saya yang kedua, Daffa. Setelah usai, terdamparlah saya di meja kerja saya di lantai dua, dekat jendela. Akhirnya saya putuskan untuk membuka email saya yang sudah lama jarang dibuka, kalah dengan facebook yang begitu menggoda. Ahh.. ada surel dari Anne Ahira. Ceritanya sangat inspiratif. Dan inilah isi surel tersebut.

Wednesday, August 1, 2012

Hipotermia

Awal tahun 2012, kita dikejutkan dengan berita meninggalnya pendaki di Suaka Margasatwa Datar Tinggi Yang atau yang lebih dikenal dengan Gunung Argopuro. Dari keterangan yang dihimpun, korban meninggal setelah rombongannya terserang badai dan kemungkinan besar terserang hipotermia. Untuk itu saya mencoba menghimpun kembali apa itu hipotermia dan bagaimana cara penanggulangannya.

Hipotermia adalah suatu kondisi dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin.  Tubuh kehilangan panas tubuhnya disebabkan ketika setiapkali bernafas kita mengeluarkan udara panas. Kemudian penguapan keringat dari kulit dan paru-paru merupakan penyumbang terbesar dari hilangnya panas badan. Jumlah penguapan itu bisa dikendalikan dengan menggunakan pakaian yang tidak menyerap air tetapi dapat ‘bernafas” (uap air masihdapat keluar). Panas tubuh juga dapat hilang sebagai akibat konduksi, misalnya kehujanan. Seseorang yang kebasahan akan menyebabkan sejumlah panas badan hilang dengan cepat. Baju yang basah menghilangkan nilai insulasi (isolasi panas tubuh) sampai 90 persen. Panas tubuh juga dapat hilang melalui bagian-bagian badan yang tidak tertutup, terutama kepala, leher, dan tangan.

SUHU BADAN
(Celcius)
TANDA-TANDA KHUSUS


37
Suhu normal
36 – 35
Menggigil sampai bulu roma berdiri, tetap masih terkendali. Gerak langkah menjadi lamban. Koordinasi tubuh mulai terganggu.
35
Apabila mencapai titik gawat, menggigil tidak terkendali lagi
35 – 33
Pengambilan keputusan dan koordinasitubuh kabur. Langkah kaki sering tersandung. Berbicara kasar.
33
Semakin menggigil, denyut nadi dan tekanan darah mulai menurun.
32 – 29
Menggigil berhenti, kebingungan meningkat, meracau, ingatan hilang, gerakan tersentak-sentak, pupil (bagian gelap mata) mulai membesar.
29 – 28
Otot menjadi kaku, pupil membesar, denyut nadi melemah atau tidak teratur, tarikan nafas melemah, warna kulit kebiru-biruan, tingkah laku kacau, menuju ke arah tidak sadar.
27
Pingsan, pupil tidak lagi menjawab gerakan cahaya, kehilangan gerakan-gerakan spontan. Penderita kelihatan sudah meninggal.
26
Koma, gawat, suhu tubuh mulai menurun cepat sekali.
20
Denyut jantung berhenti.
18
Pada suhu ini korban masih dapat ditolong denan penanganan segera dan intensif.

Cara penanggulangan sementara penderita hipotermia
  1. Mula-mula pakaian korban/penderita yang basah diganti dengan yang kering. Kemudian hindarkan penderita dari hembusan angin, misalnya dengan mendirikan tenda atau bivak yang baik. 
  2. Baringkan penderita dengan alas yang hangat dan berikanlah minuman yang hangat dan manis.
  3. Bantulah penderita untuk menghangatkan tubuhnya  sendiri. Masukkan dia ke dalam kantung tidur yang telah dihangatkan dengan ditiduri terlebih dahulu dengan orang lain yang masih sehat. Memasukkan penderita hipotermia ke dalam kantung tidur yang dingin tidak akan menghasilkan apa-apa karena badannya tidak mampu lagi menghangatkan badannya sendiri.
  4. Jika kantung tidur cukup luas, sebaiknya seseorang yang masih sehat menemani penderita di dalam kantung tidur. Panas badan orang yang sehat akan membantu penderita memanaskan badannya. Keduanya harus dalam keadaan telanjang, karena kontak langsung dari kulit ke kulit akan cepat menghangatkan si penderita. Jika memungkinkan dua orang yang sehat masuk ke dalam kantung tidur dan mengapit si penderita di tengahnya.
  5. Meletak botol air penuh air hangat (bukan panas!) ke dalam kantung tidur akan membantu.
  6. Jika memungkinkan membuat api unggun di sisi penderita.
  7. Kalau penderita sudah sedikit sadar dan dapat makan, berikanlah gula-gula atau makan yang manis. Hidrat arang merupakan bahan bakar yang cepat sekali menghasilkan panas dan tenaga.
  8. Evakuasi baru bisa dilakukan setelah penanggulangan sementara ini.

Sumber : 
• wikipedia
• Buku “Norman Edwin Catatan Sahabat Sang Alam”

Wednesday, July 25, 2012

Saya Dan DIMPA, Chapter Three

"Selalu Ada Pahlawan pada Waktu yang Tepat"

Badan saya serasa melayang ketika berusaha menembus udara subuh pagi ini. Udara yang menggigit seolah berusaha untuk meruntuhkan iman saya untuk jihad melaksanakan tugas saya selaku pegawai negara. Beruntung tak berapa lama menunggu di halte, bis Restu Panda bertuliskan Imelda melihat keberadaan saya dan mengangkut saya ke terminal. Tak lama saya sudah terlelap kembali di bangku sebelah kiri dengan mendekap hangat tas punggung saya. Saking terlelapnya kondektur tak mampu membangunkan saya, akhirnya saya bayar belakangan.

Wednesday, July 18, 2012

SAYA DAN DIMPA, Chapter Two

"Memiliki Kegentingan Masing-Masing"

Pika, masih menunjukkan wajah melasnya di depan meja depan sekretariat. Alasan-alasan ia utarakan sejelas-jelas mungkin dihadapan saya, logat acehnya terasa kental di setiap kata yang meluncur dari mulutnya. Tak jauh dari kondisi kuliahnya yang amburadul. Itu alasan yang sangat khas untuk anak DIMPA, tapi tak cukup mumpuni untuk masuk ke telinga saya. Di sebelah saya duduk sejawatnya dalam pengurus harian inti yang masa jabatannya segera usai. Godhil. Saya lupa nama aslinya. Putera Rawamangun Jaktim itu, terdiam juga. Tak banyak kata yang ingin ia luncurkan, sebagai pembelaan untuk Pika ataupun untuk menjatuhkan Pika. Wajahnya tenang, berbeda dengan Pika yang menunjukkan kegentingan dirautnya. Apakah kehadiran saya siang itu di sekretariat, mendadak membuat mereka sedikit "tidak enak", tapi itu bukan maksud saya datang ke sekret siang itu. Wiwid, yang arek malang tulen itu, hanya duduk di barisan belakang bangku tempat duduk Pika. Ia merasa aman sekali, selain ia menginjak semester 9, pembawaannya yang arema itu turut mempengaruhi juga karena saya sendiri juga berasal dari Malang.

Wednesday, June 20, 2012

Sawah Itu Masih Tetap Sama

Kunjungan terakhirnya 7 bulan yang lalu. Yup, kala itu Kila akan ke Jakarta bersama ummi-nya. Dan pagi itu Kila menyempatkan diri untuk bermain sejenak di tempat itu. Tempat itu berupa sawah, beberapa petak sawah yang letaknya berhadapan dengan sebuah lapangan sepakbola dan sekolah kejuruan negeri. Dari rumah Kila tidak-lah jauh, tidak sampai 500 m. Dan siang yang merangkak sore itu, Kila teringat untuk ke sawah itu lagi. Kila sehabis bermain di rumah nenek, dan ingin mampir di sawah itu. sawah tempat Kila mengenal padi, kerbau, capung, dan tentunya lumpur.

Menyusuri pematang kering
Tapi sore itu, adalah bulan dimana kemarau mulai merambah kota Malang. Sehingga sebagian sawah tanahnya sudah mengeras dan tidak ditanami. Tapi Kila masih menjumpai kerbau-kerbau yang selalu mencari makan di sawah kering itu. Haaaa.. Kila tak sabar untuk segera mendekatinya, melewati pematang, dan menikmati udara segar sore itu. Kerbau-kerbau yang tak pernah ia jumpai selama di rumah Uti-nya di Jakarta. Kali ini dijumpainya anak kerbau yang kecil, mungkin selama Kila di Jakarta, kerbau tersebut lahir. Seperti biasa Kila selalu ingin mendekati kerbau-kerbau tersebut, seperti halnya ia dapat berdekatan dengan rusa-rusa yang ia beri makan di depok. Tapi tentu beda, disini tak ada pagar pengaman, hanya tali kekang kerbau yang diikatkan ke sebuah pasak yang asal menancap. Tentu berbahaya jika kerbau tersebut panik. Jadi, lagi-lagi Kila cukup puas melihat mereka dari jarak yang aman tetapi cukup dekat.

Ketika sore semakin tua, Kila beranjak pulang ke rumah, karena Kila harus mandi dan makan. Semilir angin mengiringi langkah-langkah kecilnya, seakan berkata, "selamat datang kembali kila.."

Melihat dari jarak aman ya key...

Monday, May 21, 2012

Semenjak Abad 16 Narkoba Sudah Ada Dan Dikonsumsi Penduduk Pulau Jawa

Orang Jawa sudah menggunakan opium jauh sebelum kedatangan Belanda. Begitu menurut James R Rush, penulis buku Opium to Java (1990). Maka setelah Belanda mendarat di Pulau Jawa pada awal abad ke-17, mereka bersaing dengan pedagang Inggris untuk merebut pasar opium di Jawa. Pada 1677, Kompeni Hindia Timur Belanda (VOC) memenangkan persaingan ini. Kompeni berhasil memaksa Raja Mataram, Amangkurat II, menandatangani perjanjian yang menentukan. Isi perjanjian itu adalah: Raja Mataram memberikan hak monopoli kepada Kompeni untuk memperdagangkan opium di wilayah kerajaannya. Setahun kemudian, Kerajaan Cirebon juga menyepakati perjanjian serupa. Inilah tonggak awal monopoli opium Belanda di Pulau Jawa. Hanya dalam tempo dua tahun, lalu lintas perdaganfan opium meningkat dua kali lipat. Rata-rata setiap tahun, 56 ton opium mentah masuk ke Jawa secara resmi. Tetapi, opium yang masuk sebagai barang selundupan bisa dua kali lipat dari jumlah impor resmi itu.

Pengguna opium di Jawa Tahun 1875
(Koleksi www.kitlv.nl)
Pada awal 1800, peredaran opium sudah menjamur di seluruh pesisir utara Jawa, dari B`tavia hingga ke Tuban, Gresik, Surabaya di Jawa Timur, bahkan Pulau Madura. Di pedalaman Jawa, opium menyusup sampai ke desa-desa di seantero wilayah Kerajaan Surakarta dan Yogyakarta. Di Yogyakarta saja terdapat 372 tempat penjualan opium. Pada masa itu, mengisap opium seperti menjadi ciri umum kehidupan kota dan desa. Opium dipasarkan bahkan sampai ke tengah masyarakat desa yang tergolong miskin. Pesta panen, misalnya, seringkali dibarengi dengan pesta candu. Bahkan dalam hajatan pernikahan, tak jarang tuan rumah menyediakan candu untuk para tetamu yang dikenal sudah biasa menghirup madat. Para pemimpin desa pun dijamu dengan cara ini.

Hampir di setiap desa ada pondok tempat mengisap opium. Orang Jawa membeli opium dengan duit yang didapat dari memeras keringat sebagai petani, pedagang, buruh, dan kuli perkebunan. Padahal, penghasilan seorang buruh pada 1885 rata-rata hanya 20 sen per hari. Sementara itu, belanja opium rata-rata orang Jawa pada masa itu mencapai 5 sen per hari. Artinya, sekitar seperempat pendapatan dijajakan untuk opium. Diperkirakan, satu dari 20 lelaki Jawa mengisap opium hanya sebagai kenikmatan sesaat, tak sampai terjerat menjadi pecandu. Ibarat kata, kedudukan opium pada masa itu mirip dengan posisi rokok pada masa kini. Di kalangan kaum bangsawan, opium bahkan memberikan corak tertentu pada gaya hidup yang sedang berkembang. Opium dipandang sebagai piranti keramah-tamahan dalam kehidupan bermasyarakat. Di pesta-pesta kalangan atas, para tetamt pria disuguhi opium.

Pengguna opium di Jawa Tahun 1897
(http://bataviadigital.pnri.go.id)
Di kalangan masyarakat Cina masa itu, mengisap opium malah bisa dikatakan sudah menjadi semacam ”kebudayaan”. Baik untuk kalangan yang tinggal di kota besar, maupun di kota kecil dan pedesaan. Para hartawan Cina menikmati opium di rumah mereka, atau di klub-klub opium yang bersifat eksklusif. Sedangkan Cina miskin mengisap opium di pondok-pondok opium umum, bersama penduduk setempat. Para bandar opium yang ditunjuk Belanda pada umumnya juga orang Cina. Mereka diserahi tugas memproduksi dan menjalankan peredaran opium di dearah tertentu. Penunjukan ini dilakukan lewat lelang, yang berlangsung di pendapat kediaman resmi para bupati setempat. Ketika lelang berlangsung, berkumpullah para bupati, pejabat kolonial, dan para pedagang Cina.

Para bandar opium pada masa itu sekaligus merangkap ”opsir” Cina. Pangkat ini tidak ada hubungannya dengan dunia kemiliteran, meskipun pangkat itu mulai dari ”luitenant” (letnan), ”kapitein” (kapten), sampai ”mayoor” (mayor). Para ”opsir” ini hanya ditugasi memimpin komunitas Cina di kota tertentu. Bandar opium terbesar adalah Mayor Oei Tiong Ham dari Semarang yang kemudian menjadi lebih terkenal sebagai “Raja Gula”. Oei Tiong Ham menjadi bandar hingga tahun l910. Mereka mengenakan pakaian kebesaran, lengkap dengan lambang kekuasaan dan pengawalnya. Banyak yang dipertaruhkan di meja lelang. Bagi residen Belanda, penawaran tertinggi berarti sumbangan melimpah akan masuk ke pundi-pundi pemerintah. Hal ini ditafsirkan sebagai sebuah keberhasilan pemerintah. Sebab, pajak opium dijadikan alat ukur bagi kemakmuran wilayah.

Nilai pajak dalam lelang biasanya sangat menakjubkan. Pajak bandar opium di Semarang pada 1881 yang mencapai 26 juta gulden. Pendapatan dari penjualan opium ini telah menyumbang 15% dari total pendapatan pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1920-an yaitu hampir 30 Juta Gulden. Angka ini melebihi pendapatan dari ekspor perkebunan Kina. Pendapatan dari opium ini banyak membantu keuangan pemerintah Kolonial Belanda pada masa resesi ekonomi. Dari pajak yang dikutip dari para bandar opium ini saja, pemerintah kolonial Belanda sudah mampu membayar gaji seluruh pegawainya di Hindia Belanda. Bahkan banyak kantor Belanda, termasuk kantor Gubernur Belanda, yang kini menjadi istana, sebagian dananya diperoleh dari pajak opium.

Pola pengendalian peredaran narkotika di Indonesia masa kini, kurang lebih sama dengan di zaman Belanda. Bedanya cuma tipis. Di zaman Belanda keterlibatan pejabat pemerintah adalah terang-terangan, karena opium dilegalkan. Sekarang, jejak aparatur negara cuma tidak terang-terangan, tetapi baunya sungguh menyengat. Terima kasih atas partisipasinya merusak bangsa sendiri.

(Priyono B. Sumbogo wartawan Forum Keadilan dan ex Wartawan Majalah TEMPO)

Tuesday, May 1, 2012

PILOT MENCARI PENUMPANG

http://www.mahesajenar.com
"where's passangers? mana penumpangnya? belum ada yang masuk pesawat?" kira-kira seperti itulah ucapan keheranan Pilot Marwan Faikh malam itu. Sebuah malam di hari senin ketika jam di tangan saya sudah terjun bebas melewati pukul 21.15 WIB. Itu berarti sudah lebih dari 30 menit Pesawat Lion Air yang akan saya tumpangi ke Surabaya delay. Dasarnya penumpang mayoritas adalah orang Surabaya yang bicaranya blak-blakan, sontak terkaget dengan kehadiran pilot tersebut. "Lho iki yok opo seh, jarene delay lha kok pilot malah nggoleki penumpange. Yo sik tas saiki ono pilot nggoleki penumpang.", (lho ini gimana seh, katanya delay lha kok pilotnya malah mencari penumpangnya. ya baru kali ini ada pilot mencari penumpangnya) celetuk seorang penumpang berbandan sedikit tambun dengan rambut kuncir model lupus. Jangan-jangan waktu lupus booming dulu dia pas SMA tuh. Tak lama kegaduhan pun muncul, ditengah-tengah rasa kantuk yang menggigit, tawa-tawa kecil yang bermunculan, penumpangpun mulai menyemut di depan meja petugas di Gate A3 Terminal 1A itu. Tak lamapun penumpang sudah mulai berjubel di depan pintu untuk menuju ke pintu 7 tempat pesawat itu berada. itu berarti kami harus berjalan cukup jauh dari gate ini.

* * *

Saya masih terkantuk-kantuk di seat saya dalam kabin pesawat, saat pilot marwan faikh berbicara melalui speaker yang ada seperti halnya ketika penerbangan akan di mulai. Meskipun bahasa Indonesia terdengar sangat janggal dan kental dengan logat arab, tapi dia tetap menyebutkan jika ia orang Indonesia. 
"Penumpang, saya pilot marwan faikh, saya orang Indonesia. Mohon maaf atas keterlambatan ini. karena tadi Jakarta cuaca buruk, juga Banjar masin buruk. Saat ini pukul 22 lebih 15, kita akan sampai surabaya satu jam lagi. Semoga surabaya cuaca tidak buruk. Jika buruk kita landed di denpasar". Kata Denpasar otomatis disambut penumpang dengan tertawa renyah, "huahahahahaha...".
Bahkan ada menyeletuk " kita jalan-jalan sekalian ke Bali pak marwan..", saya tertawa geli sambil mengamini... hahahaha.
Biasanya, pemberitahuan pilot memakai dua bahasa yakni bahasa Indonesia dan bahasaa Inggris, tetapi pilot Marwan memberi bonus dalam bahasa Arab juga. Penumpang lagi-lagi iseng sambil setengah berteriak, "aaaammiiinnn..".

* * *

Penerbangan hari senin malam di ujung bulan April 2012 kamarin itu, merupakan penerbangan yang tidak membuat saya grogi sama sekali. tidak seperti biasanya. karena kejadian delay dan gaya pilot Marwan berbicara membuat suasana menjadi riuh dan asik di dalam kabin pesawat. Walaupun saya tetap mengantuk sekali, apalagi pesawat tiba di Surabaya pukul 23.30 malam. wewww. Tengkyu banget sama dhany sobat saya sekantor yang mau menjemput saya di Bandara Juanda malam itu.

Wednesday, April 25, 2012

Selamatkan Burung Kakatua Sumba

Kehidupan kakatua Sumba (Cacatua sulphurea citrinocristata) makin terancam seiring menurunnya habitat mereka.

DK Limited/CORBIS
Menjaga dan melindungi sebuah pohon di lingkungan sekitar merupakan langkah kecil yang bernilai besar untuk merawat bumi. Pohon merupakan aset dan potensi jangka panjang yang perlu dijaga.

”Pohon juga tidak hanya bermanfaat bagi manusia, tetapi juga sangat berarti bagi kehidupan berbagai jenis burung,” ungkap Dwi Mulyawati, Bird Conservation Officer Burung Indonesia dalam siaran pers tertulis pada peringatan Hari Bumi, Minggu (22/4).

Di sebuah pohon, burung tidak hanya beristirahat, tetapi juga menjadikan pohon tersebut sebagai sumber makanan, bersarang, dan membesarkan keturunan. Salah satunya adalah kakatua Sumba (Cacatua sulphurea citrinocristata) yang hanya dapat ditemui di Pulau Sumba.  

Kakatua Sumba merupakan anak jenis endemik Pulau Sumba. Di Sumba, kakatua pemilik ciri berupa jambul berwarna oranye ini, umumnya hidup di hutan primer dan sekunder. Habitatnya pada ketinggian lebih dari 950 meter di atas permukaan laut.

Satwa ini sangat sulit berkembang biak. Selain kebutuhan khusus akan jenis pohon sarang, kondisi lingkungan yang jauh dari aktivitas manusia juga mempengaruhi keberhasilan perkembangbiakannya.

Menurut Dwi, jenis pohon yang sangat disukai kakatua sumba untuk dijadikan sarang adalah pohon nggoka (Chisocheton sp.) dan marra (Tetrameles nudiflora). Selain kedua jenis pohon ini dapat tumbuh besar dan menjulang, kandungan airnya juga tidak terlalu tinggi. Sehingga, sangat cocok bagi sang betina untuk bersarang (di lubang pohon) dan mengerami telurnya. Salah satu sarang aktifnya yang berhasil diidentifikasi berada di lereng bukit Lakokur, Desa Umamanu, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah.

Namun, berkurangnya pohon sarang di hutan alam telah membuat burung lambang persatuan masyarakat Sumba ini mengalami kendala dalam hal berkembang biak. Jumlah telur yang dihasilkan saat berbiak antara dua hingga tiga butir, sangat bergantung pada cuaca dan pohon sarang karena berkaitan erat dengan kesuksesan penetasannya.

“Selain itu, kakatua sumba juga harus menghadapi persaingan penggunaan pohon sarang dengan jenis paruh bengkok lain seperti nuri bayan (Eclectus roratus) dan betet-kelapa paruh-besar (Tanygnathus megalorynchos),” lanjut Dwi.

Sekitar tahun 70-an, kakatua sumba masih mudah dijumpai. Kini, jumlah populasi burung ini diperkirakan hanya sekitar 563 ekor. ”Jumlahnya terus menurun seiring semakin sedikitnya pohon sarang serta akibat penangkapan dan perdagangan untuk dijual ke pasar dalam maupun luar negeri,” ujar Dwi.

Menjaga Bumi butuh tindakan nyata. Dengan menjaga lingkungan sekitar, meski hanya dengan merawat sebuah pohon, kita telah meringankan beban Bumi dari permasalahan lingkungan serta menjaga ekosistem kehidupan makhluk lain di dalamnya.

(Olivia Lewi Pramesti. Sumber: Burung Indonesia)

Perusahaan Sawit Desak Habitat Orangutan Rawa Tripa

Hingga pekan terakhir Maret 2012, terjadi 90 kebakaran yang diperkirakan menewaskan 100 orangutan di Rawa Tripa.

Orangutan Sumatra (Pongo abelii). (Anup Shah/Corbis)
Orangutan, satu dari 25 primata utama paling terancam punah di dunia, kembali mendapat tantangan. Namun, sama seperti tantangan sebelumnya, orangutan Sumatra (Pongo abelii) terdesak habitatnya karena kegiatan perkebunan kelapa sawit.

Salah satu habitat orangutan yang paling terancam adalah Rawa Tripa di pesisir barat Aceh. Lokasi ini adalah satu tiga hutan rawa gambut kaya karbon di pantai barat Aceh. Selain Tripa, terdapat pula Kluet dan Singkil. Letaknya pun tak jauh dari Taman Nasional Gunung Leuser.

Rawa gambut Tripa memiliki luas sekitar 62.000 hektare. Tapi 75 persen di antaranya dikonversi oleh tujuh perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) yang beroperasi dengan luas lahan antara 3.000-13.000 hektare. Lahan seluas itu dijadikan perkebunan kelapa sawit dengan pembakaran hutan sebagai cara membuka lahan.

Dari data yang dilampirkan oleh Tim Koalisi Penyelamat Rawa Tripa (TKPRT) dan Pusat Riset Perubahan Iklim Universitas Indonesia, pembukaan lahan terbesar terjadi pada Maret 2012. Hingga pekan terakhir, terjadi 90 kebakaran yang membuat Rawa Tripa kehilangan 800 hektare lahan. Diperkirakan oleh Sumatran Orangutan Conservation Program (SOCP), terdapat 100 orangutan yang mati dalam kebakaran itu.

"Dengan kecepatan pembukaan lahan hutan gambut seperti ini, orangutan tidak akan ada lagi di Rawa Tripa pada Desember 2012," kata Ian Singleton, Direktur Konservasi SOCP dalam acara diskusi Rawa Tripa di UI, Depok, Selasa (24/4).

Ditambahkan Singleton, jumlah orangutan di Sumatra saat ini hanya tinggal 6.600 individu. Sedangkan di Rawa Tripa, hanya tersisa 200 individu orangutan. "Jumlah ini sendiri menjadikan Rawa Tripa sebagai wilayah dengan kerapatan tertinggi populasi orangutan," ujar Singleton.

Menurut Riswan dari Yayasan Ekosistem Lestari, perusakan Rawa Tripa baru terjadi secara masif di tahun 2000-an. Awalnya di tahun 1990-an, lokasi ini merupakan rawa gambut subur dengan luas 63.835 hektare dan masuk sebagai habitat utama harimau (Panthera tigris sumatrae) serta orangutan Sumatra. Ketika izin penggunaan lahan diberikan di tahun 1995, lahan hijau mulai berkurang sedikit demi sedikit.

Vegetasi Rawa Tripa mulai tumbuh lagi saat konflik bersenjata di tahun 2001-2005. Tanpa adanya tangan manusia, vegetasi ini tumbuh subur dan hampir mencapai kondisi semula. Namun, perdamaian di Tanah Rencong dimanfaatkan perusahaan swasta untuk kembali membuka lahan di Rawa Tripa. Diperkirakan hingga April 2012 hanya tersisa 11.000 hektare dari 62.000 hektare luas keseluruhan lokasi ini.

Riswan dan Singleton yang tergabung dalam TKPRT meminta agar ada tindakan hukum atas tindakan ini. Hal terpenting lainnya adalah penghentian pemberian izin Hak Guna Usaha baru. "Kami mendesak ada pengawalan terhadap revisi moratorium yang akan datang," kata Riswan.

(Zika Zakiya)

Monday, April 23, 2012

SAYA DAN DIMPA, Chapter One

"Selalu Ada Perubahan"

Gak ada berubah-berubahnya, ketika disuatu hari yang menjelang siang ketika saya mengunjungi senior saya Cak Dalbo. Beliau senior saya di sebuah organisasi pecinta alam di kampus dulu. Namanya DIMPA, kepanjangan dari Divisi Mahasiswa Pencinta Alam
Dihitung-hitung sudah lama sekali saya tidak bertandang ke rumahnya. Ini juga datang karena sms-nya yang nantang saya untuk datang ke rumahnya karena akan disuguhi makanan selain suguhan originalnya, kopi dan rokok dji sam soe, yang belakangan itu karena beliaunya merokok dji sam soe, saya hanya nebeng. Dan benar saja, siang panas hari itu saya disuguhi tahu telor khas malang yang ternyata super pedas, huaahhh... mana panas lagi. 
Yang gak ada berubahnya, ya itu, gaya ngomongnya kalau sedang berdiskusi dengan istrinya, mbak Linda, yang juga terhitung anggota DIMPA pula. Hedehh.. mirip orang tengkar. Lama kelamaan saya terbiasa dengan gaya komunikasi mereka berdua. Selagi mereka sibuk "berkomunikasi" saya sibuk sms-an dengan anak-anak DIMPA yang berada di sekretariat.

Monday, April 9, 2012

THE RAID, Cita Rasa Indonesia

Ketika film ini diputar serentak di Indonesia, di jaringan bioskop 21 akhir Maret 2012, Saya tidak buru-buru untuk menontonnya. Dugaan penonton film ini akan membludak dan terjadi antrian. Ahhh.. gak banget deh. Saya cukup bersabar menunggu ketika jumlah penonton mulai menyusut, walaupun saya punya teman yang bisa membookingkan tiket bioskop tanpa saya susah-susah antri. Tapi gak asik ah. Entar ujung-ujungnya saya gak boleh bayar. Tambah gak asik.
Akhirnya saya pilih hari Jum'at tanggal 6 April 2012 di Dieng 21, dan saya mendapatkan tempat duduk favorit saya, B-10, tangah, pandangan lurus, cihuyyy.

* * *

Satu kata awal buat film ini adalah bagus. Ini film pertama Indonesia (menurut saya) dimana aksi baku pukulnya yang ciamik. Tokoh-tokohnyapun tidak kebarat-baratan. Indonesia banget pokoknya. Polisi Khususnya ini tidak digambarkan bertubuh besar-besar dan kekar layaknya pasukan SWAT asli Amerika. Sangat manusiawi sekali. Begitu pula dialog-dialognya, menggunakan bahasa sehari-hari. Jakarta punya, lengkap dengan umpatannya. Yang menariknya, digunakan pula logat-logat daerah macam papua lengkap dengan ciri khas bahasa prokem papua yang disingkat-singkat itu. Seperti "kau" menjadi "ko", "punya" mejadi "pu". Yang memakainyapun orang papua asli yang berperan menjadi anggota mafia narkoba tersebut.

Jalan cerita, tidak berbelit-belit, sederhana, dan penonton tidak perlu diajak ikut berpikir siapa penjahat, siapa jagoannya. Penonton hanya sekali diajak menerka-nerka seorang tokoh andik yang merupakan tangan kanan Tama, bos mafia-nya, apakah ia seorang penjahat tulen atau bukan. Saya sempat menerka dia adalah intelejen polisi yang menyamar (standar banget). Ternyata dia adalah kakak dari tokoh utama romi yang seorang polisi.

Setting lokasi, cukup baik, meski pengecatan pintu-pintu apartemen terkesan asal cat, sehingga kesan kumuh kurang terlihat. Penggunaan cahaya yang disetting gelap sangat membantu kesan bekas apartemen tersebut sudah tidak terpelihara lagi. penokohannya juga baik. Utamanya dari penokohan para anggota mafianya. Sangat berkarakter. Utamanya tokoh maddog, salah satu tangan kanan bos mafia. Jago berkelahi, tidak terlalu jenius, dan kaku, berkarakter sekali, karakter penjahat Indonesia. Begitu juga anggota mafia lainnya yang jumlahnya sangat banyak.

* * *

Kata Kedua untuk film ini adalah sadis. Pertunjukan perkelahian dalam melumpuhkan para musuh begitu sadis. Sayatan pisau, tebasan pedang, bantingan, melempar lawan hingga menikan dan menyobek daging dengan menggunakan pisau. Hampir sama sadisnya dengan film the Ninja Assasins yang super sadis itu. Bahkan penggambaran penembakan, larinya peluru hingga tembusnya peluru ke kepala sangat meyakinkan dan terlihat sadis. Wah, beberapa kali saya merinding melihat adegannya, termasuk adegan terbunuhnya anggota mafia yang ditarik ke lantai dan tertusuk sisa-sisa kayu pintu yang hancur berlubang. sadis.
Penggunaan bela diri pencak silat dalam film ini sangat kental, utamanya ketika penggunaan pisau. Baik sekali. Ini membuktikan, penggunaan pencak silat yang praktis guna film bela diri dapat dilakukan. Apalagi Merantau film sudah menggunakannya sejak film pertamanya yakni Merantau.

* * *

Ketiga, saya mau bilang, kalau Hongkong punya Jacky Chan. Indonesia punya Iko Uwais. Dan tentu film The Raid ini benar-benar membuat saya sangat bangga sekali. Seharusnya inilah film Indonesia sebagaimana mestinya. Tidak menjual cerita-cerita horor picisan.

Thursday, April 5, 2012

TELUH

Teluh atau santet atau guna-guna, sudah berlangsung sejak zaman dahulu. Tapi hingga kini misteri itu belum (dan sulit) diungkap. Sejalan dengan kemajuan zaman, santet berkembang jadi lebih canggih. Bahkan seperti dalam era digital, santet pun ada yang diklasifikasi sebagai santet krah putih. Melibatkan kalangan atas dengan cara yang modern dan canggih. Santet atau sihir dalam bahasa Arab dinamakan ainun saqhirah, atau sesuatu yang menyilaukan mata. Lebih jauh, bermakna menakjubkan. Atau sebuah kemampuan luar biasa yang sulit diterima akal sehat. (Wikipedia)

* * *

Tit..tit..tit. Sebuah sms masuk dari adikku yang berdiam di Sampang Madura.Sebuah sms balasan dari sms yang kukirim sebelumnya.
"Kondisi ibu sudah lebih baik. ini sedang maem pisang rebus bny. minum susu. hari ini nanti siang minum telur brg dara sama minyak. Nanti sore santunin anak yatim sama masjid."
Hari ini adalah hari kelima ibu di rawat di rumah adikku di Sampang. Saya masih ingat dan bingung hasil dari diagnosa dokter yang menyatakan kondisi ibu saya sehat dan normal. Pun begitu dengan hasil lab cek darah dan foto rontgen. SEMUA NORMAL. Tapi ibu sakit. Badannya semakin habis. Hampir menjerit kala kulihat ia begitu kurus.

* * *

"Kyai, sebenarnya siapa yang "mengirimi" ibu saya ini?" tanya adik iparku.
"Sudahlah nak, ikhlaskan saja. Biarkan saja, serahkan semua ke Alloh SWT. yang penting saat ini mari kita konsentrasi dengan pengobatan terhadap ibu njenengan. Semoga Alloh me-ridho-i apa yang kita lakukan ini sehingga ibu bisa sembuh."
"Inggih Kyai.."

* * *

Saya tidak dapat mendampingi ibu saya berobat ke Sampang, tempat tinggal adikku yang menikah dengan orang Sampang yang tak lain adalah teman sekelas kuliahnya dulu. Di kota itu ada seorang Kyai yang bersedia dimintai pertolongan terhadap sakit ibu saya. Menurutnya ibu saya harus ke Sampang agar dapat diobati secara langsung, karena ilmu orang yang "ngerjain" ibu itu tinggi. "Ini orang tidak main-main, ini sudah di atasnya santet, tapi teluh, dan tujuannya memang membunuh ibu secara perlahan-lahan", cerita adikku dari seberang telepon sana.

"Perantaranya benda mati, berupa bambu yang dipotong setinggi ibu kemudian di tancapkan di samping kuburan. Itu sebabnya badan ibu lama kelamaan seperti bambu kering yang makin hari makin kering dan rapuh", lanjutnya.

"Tubuh ibu makin habis karena yang diserang perut, sehingga ibu bagai tidak punya perut. tidak merasakan lapar. tidak merasakan kenyang. semua yang masuk hambar dan pahit". Saya makin pedih mendengarnya, orang sebaik ibu kok ada yang mengirim teluh, betapa jahat orang itu. "alhamdulillah sekarang ibu sudah mau makan, semalam ia merasakan lapar untuk pertamakalinya, dan nyamil terus kenyang katanya. gitu mas", ungkap adikku yang logatnya mulai terbajak oleh logat madura.

"Kata Kyai, tubuh ibu kuat dan gigih melawan teluh itu, karena ibu sholat 5 waktunya tidak putus, rajin sholat tahajud dan hajat, ngaji dan baca yassin. itu semua melawan teluh itu ketika malam hari. itu sebabnya tubuh ibu demam ketika malam hari, karena melawan teluh itu", ujarnya tanpa henti.

* * *

Adikku masih bercerita penuh semangat, karena saya ingin mengetahui keadaan ibu lebih lengkap. Tak terima rasanya ibu diperlakukan seperti seorang penjahat kelas atas sehingga harus disantet segala.

" Pas malam ketiga, ibu siangnya sudah memarut kelapa yang diminta Kyai. harus ibu sendiri yang memarutnya. Dan malamnya Kyai yang memasaknya hingga menjadi minyak kelapa. Minyak kelapa itu masih panas dan mendidih serta masih berada di atas kompor. Kyai meminta aku dan suami untuk mengolesinya keseluruh tubuh ibu saat itu juga. minyak itu tentu masih sangat panas."
"Sekarang kyai?"
"Ya.. sekarang"
"Ini tidak panas Kyai?"
"Tidak..."
"Dan kamipun mulai mengolesi ibu dengan minyak itu. Tangan kami malah merasakan minyak kelapa itu dingin, demikianpun ibu merasakan yang sama di tubuhnya, kami terheran-heran, mas"
"tangan kalian tidak apa-apa?" tanya ibu.
"nggak bu, rasanya dingin, gimana dengan ibu?"
" iya rasanya dingin"
alhamdulillah ...

* * *

Kyai itu berkata, " Jangan kita dendam terhadap orang yang mengirim teluh ini. serahkan semua kepada Alloh SWT."
"Kenapa saya kok di teluh Kyai, saya ini tidak punya musuh"
"Jangan salah bu, justru jadi orang baik itu musuhnya banyak. Sudah ibu ikhlas saja. konsentrasi ke pengobatan ini saja ya"

* * *

Semoga Alloh SWT. memberikan kesembuhan kepada ibu kami, memberinya kesehatan serta umur yang panjang. Kepada yang mengirim teluh ini semoga Alloh membukakan jalan baginya dan melapangkan pikirannya sehingga ia sadar bahwa yang ia lakukan itu merupakan hal yang buruk di atas muka bumi ini. aamiin. 

Thursday, March 29, 2012

Ingin Sukses Berhenti Merokok? Ikuti Langkah Ini!

Ghiboo.com - Kebiasaan merokok memang amat merugikan kesehatan. Bahkan, para perokok aktif sudah tahu dan sadar bahwa mereka berisiko terkena kanker paru-paru, emphysema dan serangan jantung di kemudian hari akibat merokok. Tetapi, bila Anda benar ingin berhenti merokok, coba beberapa langkah ini dan semoga bisa membantu Anda untuk terlepas dari kebiasaan tidak sehat.

Langkah 1: Pilih hari untuk memulai berhenti merokok
Ambil kalender dan pilih waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri guna keluar dari kebiasaan merokok. Tak ada salahnya untuk memulai berhenti merokok pada hari yang Anda anggap tingkat stres tidak terlalu tinggi dibandingkan hari lain, seperti hari-hari di akhir pekan. Tandai kalender Anda dan mulai berkomitmenlah untuk melakukannya. Beres-beres setelah berkomitmen ternyata penting. Menyingkirkan asbak, korek api dan rokok merupakan langkah awal demi kesuksesan menghentikan kebiasaan merokok.

Langkah 2: Prediksi situasi pemicu keinginan merokok
Cobalah untuk memprediksi situasi pemicu yang akan muncul pada hari pertama saat berhenti merokok. Ada kalanya situasi tertentu menjadi dorongan yang kuat untuk kembali merokok. Kemudian tulis pada buku catatan khusus yang telah Anda sediakan.
Lalu lihat pada minggu pertama dari keputusan untuk berhenti merokok. Jika Anda dapat lulus ujian pada tujuh hari pertama, akan menjadi tanda baik untuk berhenti merokok selamanya. Jika Anda menemukan pemicu lain dalam tujuh hari pertama Anda berhenti merokok, segera tulis dalam buku tersebut. Sebab, pemicu keinginan untuk kembali merokok pada saat hari biasa dengan hari di akhir pekan biasanya selalu berbeda.
Jika Anda mengalami kesulitan untuk membuat daftar pemicu keinginan merokok, maka Anda perlu 'pengamatan khusus' pada satu minggu sebelum merealisasikan niat untuk berhenti merokok, sehingga Anda bisa mengetahui kapan dan mengapa timbul keinginan merokok.

Langkah 3: Strategi rencana untuk situasi pemicu Anda.
Sekarang pikirkan dari setiap poin pemicu. Apa tujuan utama Anda merokok? Apa itu untuk mengisi waktu? Mengurangi stres? Menjadikan Anda lebih dewasa? Sebagai contoh, katakanlah pemicunya adalah stres di tempat kerja dan rokok membantu menenangkan Anda. Lantas cari solusinya, Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres selain merokok? Anda bisa coba rehat sejenak dari pekerjaan kantor, mengonsumsi air putih, atau mencoba rileks dengan melakukan yoga ringan. Untuk setiap pemicu, tuliskan dua atau tiga strategi. Kemudian berkomitmen untuk menggunakan strategi tersebut saat situasi terjadi.

Langkah 4: Cari dukungan
Berhenti merokok akan terasa lebih mudah ketika orang terdekat Anda turut membantu dalam meluluskan niat Anda itu. Jenis dukungan yang diberikan bisa dalam bentuk tindakan dengan memastikan tidak ada rokok tergeletak di sekitar rumah. Atau memberitahu Anda bahwa keluarga bangga padamu atas semua usaha yang dilakukan.

Setelah Anda berhasil berhenti merokok pada satu hari pertama, coba rasakan perbedaannya.
  1. Setelah 20 menit, tekanan darah dan denyut nadi kembali normal.
  2. Setelah 8 jam, tingkat oksigen dalam darah kembali normal.
  3. Setelah 24 jam, paru-paru mulai membersihkan penumpukkan tar.
  4. Dan setelah 48 jam, bau dan rasa yang baik mulai meningkat.
  5. Setelah 72 jam, bernafas lebih mudah, tabung bronkial lebih rileks dan terjadi peningkatan energi.
  6. Dua hingga 12 minggu, berjalan dan berlari jauh lebih mudah. Setelah tiga sampai sembilan bulan, paru-paru memiliki ruang untuk oksigen hingga 10 persen lebih banyak.
  7. Pada satu tahun, risiko serangan jantung menurun hingga setengahnya. Bahkan setelah 10 tahun, risiko kanker paru-paru juga berkurang hingga 50 persen. Dan dalam 15 tahun, risiko serangan jantung Anda sama seperti mereka yang non-perokok.

 

Copyright 2010 halaman agus.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.