Friday, October 20, 2017

Citra Rasa Bebek Goreng Dari Sebuah Gudang


Tempatnya tidak seperti rumah makan kebanyakan. Seperti dua buah gudang besar yang bersatu dengan tanpa dinding pembatas. Tak akan dijumpai pendingin ruangan, yang ada hanyalah kipas angin, itupun pada beberapa titik saja. Puluhan Meja-meja panjang berjajar rapat serta  enam kursi disetiap mejanya.

Itulah Rumah Makan Nasi Bebek Sinjay, sebuah destinasi kuliner yang berada di Bangkalan, Madura. Berlokasi di jalan utama yang menuju ke arah kota Bangkalan. Untuk menemukannya cukuplah mudah, dengan melihat suasana ramai parkir mobil dan sepeda motor di kanan kiri jalan. Meski sebenarnya tersedia tempat parkir yang cukup luas di belakang.

Menunya hanya satu, nasi bebek spesial kremes dengan sambal pencit atau mangga muda. Tak ada menu lainnya, yang ada hanyalah ati rempelo dengan piring terpisah sebagai pendamping menu utama. Untuk minum bisa memilih air mineral, teh botol, atau teh panas dengan gelas yang super besar. Jika berkenan bisa pesan lagi kelapa muda.


Terdapat empat loket dengan ukuran jendela yang besar. Untuk memesan menu sekaligus membayar di loket kasir, lalu dapat mengambil makanan dan minumannya pada loket yang berbeda dengan menunjukkan tanda bukti pembayaran. Sedangkan loket yang paling ujung diperuntukkan mengambil pesanan yang dibungkus dan dibawa pulang.

Tempat cuci tangan dapat dijumpai di tengah-tengah ruangan dengan bentuk yang memanjang mirip tempat wudhu. Setiap tempat cuci terdapat 10 kran air di sisi kanan dan kirinya. Pihak pengelola menyediakan sabun cair untuk membilas tangan pada setiap tempat cuci tangan.


Kebersihannya? Untuk meja makan cukup bersih namun masih terasa lengket sisa minyak dari bebek goreng yang tertinggal. Pada beberapa tempat terdapat tumpukan botol plastik sisa air minum kemasan, inilah pemandangan yang cukup bikin risih. Petugas kebersihan tampak ada beberapa orang, tugasnya mengambil piring dan gelas bekas makan pengunjung, serta mebersihkan meja makan. Lucunya, merekalah yang menumpuk botol-botol bekas minum tersebut.


Inilah rumah makan yang tidak memiliki konsep atau tema mengenai tata ruangnya. Sabar menjadi satu-satunya tema yang tampak saat memasuki gedung utama. Karena antrian yang cukup panjang tampak pada setiap loketnya.

Meski demikian rumah makan ini tetap ramai dikunjungi pemburu kuliner dari berbagai kota di dalam maupun luar Jawa Timur. Selain untuk memenuhi rasa penasaran terhadap ketenaran bebek sinjay, juga untuk mengganjal perut usai berkeliling di Pulau Madura.

No comments:

 

Copyright 2010 halaman agus.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.