Monday, April 26, 2010

Bakso Lapangan Tembak Senayan

Setelah semua mandi, Kila, Saya, dan Umi segera bergegas. Mengapa Kila saya taruh diurutan pertama, ya... anak kami yang berusia 2,5 tahun inilah yang pertama mandi hari ini dan dialah yang paling antusias acara jalan-jalan. Walaupun sekedar lihat bis, itu merupakan hal yang menyenangkan baginya, bisa betah ia teriak-teriak "bis" jika kami berpapasan.
Yup, hari ini hari minggu, biasanya kami berkeliling dengan sepeda motor bertiga. Tidak ada tujuan pasti seh, tujuan utama seh ke pom bensin di Terminal Arjosari. Isi bensin sekaligus memuaskan Kila untuk melihat bis. Dia senang sekali melihat bis apalagi dalam jumlah banyak, pikirnya mungkin, wah mobil sebesar ini kok bisa banyak. *hihihihihi* Setelah isi bensin dan keliling dalam terminal kami segera menuju ke Riverside, sebuah kawasan perumahan mewah dengan tatanan lanskap yang bagus. Gara-gara udara segar dan sejuk inilah kepikiran pingin makan bakso, istri saya langsung nyeletuk, " abi, di Carrefour ada bakso baru di buka, namanya Bakso Lapangan Tembak Senayan. Jadi penasaran apa betul asli dari Jakarta, kalo emang iya kan wah... sedep banget tuh", ujar istri saya yang emang asli sono.
Sayapun menjawab : "ayo deh, di Indonesia ini cuman bakso Malang yang enak,um.."
Istriku gak kalah sengit : "ayo bi dicoba dulu, kalo asli emang cabang dari senayan, umi jamine deh enak"
Kamipun segera meluncur ke Carrefour Market di sekitar Sabilillah Blimbing. Dan benar saja, ruang besar yang direnovasi tersebut ternyata menjelma menjadi sebuat tempat besar dengan judul "Bakso Lapangan Tembak Senayan". Beh luas juga. Ada tempat bermain anaknya juga, gak sia-siakan waktu saya mengajak Kila bermain bola disana, sedangkan umi memesan bakso. Kami mengambil meja yang didekat arena bermain selain enak juga mudah mengawasi Kila yang bermain.
Gak sangka, ternyata ada bakso diluar bakso malang dan bakso solo yang rasanya punya karakter. Enak. Walo tampilannya amat minimalis bagi saya yang penggemar bakso. Gimana enggak, hanya bakso dengan bihun dan mie. Gak rame macam bakso Malang, ada gorengan, bakwan, tahu dan lain-lain. seru dah. Tapi neh bakso walo penampilan minimalis, rasanya sangat berkarakter. Punya selera sendiri. Dan bagi saya belum lengkap jika sambalnya juga punya rasa tersendiri, tidak sekedar sambal biasa. Dan wah... puedes abiss. Makin nikmat aja.
Istri saya tampak puas banget melihat saya menikmati bakso tersebut, walau cara makannya tetap ala Malang, dicocol. *ada lepek kecil sebagai tempat campuran antara saos tomat dan sambal, kemudian bakso kita cocol ke sambal tersebut, baru dimakan, sedaaap* Dan istriku agak geli melihatnya, " ih abi, makan bakso Jakarta kok tetep kayak makan bakso Malang".
Puas dengan makan baksonya, kemudian kita tutup dengan menikmati es campur ala Bakso Lapangan Tembak Senayan. Sebetulnya, menu disini bukan hanya bakso dan es campur aja. Masih banyak yang lain dan itupun dengan harga yang lumrah... tidak terlalu murah juga tidak terlalu mahal. Boleh nih satu lagi jujugan nge-bakso deket rumah.

2 comments:

ajeng sekar tanjung said...

aku tetep penasaran cari bakso bandung mas...

Agus Irwanto said...

hahaha... udah dikasih tau, bandung tuh bukan penghasil bakso tapi distro.... huahahaha

 

Copyright 2010 halaman agus.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.