Sepi

by - February 01, 2012

Saya pernah bertanya kepada seorang teman yang secara kebetulan masih belum hidup berumah tangga. Ia seorang wanita. Sebenarnya pertanyaan yang sama ingin pula terlontarkan kepada teman yang juga belum berumah tangga, ia seorang lelaki.



"Apakah kamu pernah mengalami kesepian ?"
Sebuah kesepian yang benar-benar sepi, sehingga kadang dirimu merasa hidup sendirian. Tidak ada teman, saudara, kerabat. Benar-benar sepi. Sepi ditengah keramaian. Senyap, dingin, dan mungkin bisa di perjelas lagi, sunyi dan hampa ..

Pernahkah kamu.

"Hampir setiap waktu", ujarnya.
"kenapa?"

Itu yang sering kurasakan akhir-akhir ini. 
Tidak saja akhir-akhir ini. Tetapi beberapa minggu ini. Bukan. Tepatnya beberapa bulan ini. Sangat sepi. Sekali.
Semua terasa hambar, tidak ada kehangatan yang menyelimuti. Dingin seringkali membekap. Tak terkira sepi ini. Kadang terasa menggigit hingga ketakutan sering melanda, apakah akan terbunuh oleh sepi.

Sujud-sujud ku kepada - Nya, Sang Pemilik Hidup, sering beruraikan air mata yang sering tak sanggup dibendung lagi. Mengalir deras membasahi setiap pori-pori pipi. Meruntuhkan semua keangkuhan seorang lelaki. Luntur, hanyut bersamanya. Dengan penuh tanya terbisik, kapankah ini semua akan berakhir, berganti kehangatan yang dulu pernah ada. Keceriaan yang dulu selalu menghiasi setiap tarik nafas. Dan senyum yang selalu tersungging setiap mata ini menatap. Ruang hidup penuh dengan degup jantung dan lari-lari kecil semangat yang senantiasa menghiasi seisi rumah. Kamar, ruang tivi, halaman, dan jalanan depan rumah.

Kapan Yaa Rabb...

You May Also Like

0 komentar