Monday, March 5, 2012

Konservasi Ikan Batak

Neolissochilus theinemani
Ikan Batak merupakan jenis ikan yang dimakan pada waktu upacara adat oleh masyarakat suku Batak dari Sumatera Utara. Ikan Batak terdiri atas 4 jenis ikan yaitu Neolissochilus theinemani, N. longipinis, N. sumatranus, dan Tor (Labeobarbus soro). Ikan ini telah lama dipercaya mempunyai nilai khusus, baik sebagai obat berbagai penyakit yang tergolong berat maupun yang sulit disembuhkan. Selai itu ikan batak juga dipercaya dapat membawa keberkahan dalam kehidupan. Oleh karena itu ikan batak digunakan untuk berbagai macam upacara adat, baik untuk perkawinan maupun pesta adat lainnya, bahkan suda menjadi tolok ukur kekayaan atau status ekonomi.
Ikan batak adalah ikan sungai yang sebagian tersebar cukup luas di Sumatera Utara dan sebagian lagi terbatas di beberapa pulau Kalimantan. Ikan ini termasuk kelompok omnivor dan terutama memakan biji-bijian, siput, serangga, dan sebagainya. Ikan mulai dewasa atau mulai siap memijah pada ukuran 20 - 25 cm (Kartamihardja, 1985). Saat ini ikan batak tergolong ikan langka dan dimasukkan dalam daftar merah jenis ikan terancam punah yang diterbitkan oleh IUCN tahun 1990 kecuali Tor soro (Kotelaat dkk. 1990). Ancaman yang sangat serius adalah karena kualitas habitatnya menurun terutama disebabkan oleng penggundulan yang mempertinggi kekeruhan air, pencemaran oleh zat kimia seperti pestisida, awetan kayu, dan perubahan aliran sungai (Handoko & Sihotang. 1991).
Ikan batak jenis N. sumatranus dilindungi oleh masyarakast adat di hulu sungai Aek Sirambe dan daerah hilirnya desa Bonan Dolok, Kecamatan Balige. Pelestarian ikan ini dikelola langsung oleh masyarakat adat khususnya "marga Siagian", sayangnya ikan batak jenis lainnya tidak, karena ikan Neolissochilus theinemani terdapat di danau Toba dan sungai Asahan, Sumatera Utara. Ikan batak lainnya tersebar di seluruh Sumatera Utara, dan T. joro terdistribusi di sungai deras/hulu di Sumatera.

Sumber :
Primack, Richard B, dkk. 1998. Biologi Konservasi. Yayasan Obor. Jakarta.

2 comments:

fai said...

hampir mirip ikan bandeng yah, anyway kenapa ikan ini jadi tolak ukur kekayaan? emang mahalnya selangit?

Agus Irwanto said...

@fai : mitos, dipercaya menyembuhkan penyakit2 berat...

 

Copyright 2010 halaman agus.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.