Friday, August 3, 2012

Mendengar Pada Suami Membawa Berkah

Pagi menjelang siang, saya masih termangu di depan laptop saya. Sejak pagi saya disibukkan untuk menyiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mendaftarkan askes anak saya yang kedua, Daffa. Setelah usai, terdamparlah saya di meja kerja saya di lantai dua, dekat jendela. Akhirnya saya putuskan untuk membuka email saya yang sudah lama jarang dibuka, kalah dengan facebook yang begitu menggoda. Ahh.. ada surel dari Anne Ahira. Ceritanya sangat inspiratif. Dan inilah isi surel tersebut.


Dear Agus , 

Ijinkan saya berbagi cerita hari ini untuk Agus.

Saat saya menulis ini, saya sedang berada di Mega Kuningan Jakarta, tepatnya di apartment Oakwood yang memiliki lantai 46. Saya sendiri tinggal di lantai 12 bersama suami tercinta. Saya di sini hanya sementara, 1 bulan saja, karena sedang menyelesaikan sebuah projek di Jakarta.

Kemarin malam, saya meng`jak suami untuk pulang ke Bandung pagi-pagi setelah sahur, saya bilang ingin melakukan 'spa' di Bandung di tempat langganan saya. Seperti biasanya kalau untuk kenyamanan isterinya, suami tercinta pasti mengatakan 'iya'.
So, malam harinya saya pun siap-siap, mempersiapkan segalanya untuk pulang ke Bandung pagi-pagi. 

Tapi, tadi pagi suami tiba-tiba bilang "My love I am sorry, I feel lazy to drive this morning, I don't know why!", dia bilang tiba-tiba malas nyetir dan tidak tahu kenapa. Selama pernikahan dia tidak pernah bilang 'malas nyetir' untuk saya, apalagi dia tahu saya sudah siap-siap. Bayangkan saya sudah gaya-gaya, pakai sepatu, ambil tas, dll. Tiba-tiba dia malas pergi. 

Saya punya 2 pilihan, mau ngomel atau nurut saja? Akhirnya saya pilih nurut saja. Saya bilang "That's okay honey, we'll do it some other time".

Tahukah teman, 2 jam kemudian apa yang terjadi? Ada seorang office boy yang sedang bersih-bersih kaca dari lantai 40-an, JATUH dan berhenti tepat di depan kaca jendela apartment saya. Dia menggelantung memegang tali pakai tangan kanannya dan mengetuk jendela pakai tangan kirinya.

Saya dan suami kagetnya setengah mati, melihat orang menggelantung dengan satu tangan persis di depan kamar kami. Duk..duk...duk...duk... keras sekali dia mengetuk saking ketakutannya. Dengan ketakutan dia bilang "Tolong buka, saya mau jatuh". 

Suami saya langsung nelpon ke front office, karena jendela pintu dikunci dan kita tidak diberi kuncinya. Kaca cukup tebal untuk dipecahkan. Petugas Oakwood berlarian ke kamar kami. Perlu 7 orang untuk menarik office boy itu ke dalam ruangan kamar kami.

Subhanallah, Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Maha pembuat skenario untuk keselamatan seseorang. Bayangkan, jika saya memilih untuk ngomel, mungkin suami akan pergi juga ke Bandung bersama saya. Tapi saya memilih mendengar dan diam. 

Dan kini saya paham, Allah memberi 'kemalasan' pada suami agar bisa menyelamatkan sebuah nyawa hari ini. 

Jika orang tua dulu selalu bilang: "Dengarkanlah suamimu, dan engkau akan masuk surga". 

Nah, hari ini yang terjadi: "Dengarkanlah suami, agar ia bisa menyelamatkan office boy". :-)

Bagi saya hari ini, mendengarkan suami benar-benar membawa berkah, bahkan terjadi keajaiban berikutnya. 

Just sharing...

Temanmu,
Anne Ahira

2 comments:

Anonymous said...

Subhanallah,,,insyaallah dan mudah2an aq selalu menjadi istri yang mendengarkan dan di dengarkan suami,n selalu sayang n di sayang suami,nely h

Agus Irwanto said...

aamiin

 

Copyright 2010 halaman agus.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.