Thursday, November 29, 2012

'Dosa’ Seorang Pendaki Gunung


1. Andil Mencemari Lingkungan Gunung
Melakukan berbagai bentuk pencemaran di gunung selama pendakian seperti membuang/menimbun sampah (tidak membawa turun sampah yang dibawanya), mengotori sumber mata air, dan atau membawa barang/zat yang mencemarkan bumi, air, dan udara dalam jangka lama.



2. Ikut Merusak Keasrian Gunung
Melakukan bermacam pengrusakan seperti mencorat-coret batu, batang pohon, pos shelter (vandalisme), mengambil flora/fauna langka dan khas gunung setempat, bertindak sembrono hingga mengakibatkan kebakaran hutan, savana dll seperti lembuang putung rokok yang masih menyala sembarangan, dan lalai mematikan dengan seksama bekas api unggun atau memasak.


3. Pendakian Tak Ramah Lingkungan
Melakukan ekspedisi seperti membuat jalur pendakian baru tanpa mengindahkan nilai-nilai konservasi. Semata hanya mencari sensasi, prestasi, dan atau keuntungan pribadi. Melakukan pembabat pada tumbuhan, kemudian mengajak pendaki-pendaki lain untuk menggunakan jalur tersebut atau mengkomersialkannya.

4. Menggelar Pendakian Massal yang tidak Konservatif
Membuat pendakian dengan peserta dalam jumlah besar tanpa berkonsep konservatif. Justru hanya memindahkan sampah pribadi dan kelompok ke gunung hingga kian memperparah pencemaran dan pengrusakan ekosistem di gunung.

5. Bersikap Masa Bodoh
Tidak menghargai adat istiadat maupun kearifan lokal, aturan tidak tertulis atau tabu penduduk setempat dalam menjaga keasrian alam gunung. Masa bodoh melihat pendaki melakukan pencemaran dan mendiamkannya.

6. Bersikap Pasif
Berdiam diri, tidak peduli soal pencemaran dan pengrusakan yang dilakukan oleh pendaki. Menganggap masalah tersebut adalah urusan LSM lingkungan, penjaga taman nasional, porter, dan lainnya. Padahal pendaki yang punya andil besar terhadap terjadinya persoalan tersebut.

7. Cari Laba Semata
Hanya mencari keuntungan dari kegiatan mengorganisir pendakian atau hanya sekadar mendapatkan kenikmatan mendaki (mountain climbing just for fun), tanpa melakukan dan atau berperan aktif mensosialisasikan pendakian bernilai konservasi.

8. Tidak Mewarisi Pengetahuan tentang Pendakian Konservatif
Hanya mewarisi semangat mengajak mendaki gunung kepada orang-orang baru dengan berbagi cara, tanpa dibarengi semangat melakukan dan mensosialisasikan pendakian konservatif. Akibatnya lahir generasi pendaki yang antipati lingkungan. Dengan kata lain hanya membentuk mental pendaki senang-senang bukan pendaki konservatif.

Dosa-dosa pendaki di atas mungkin pernah dilakukan oleh kita juga saat mendaki, baik disengaja ataupun tidak. Untuk itu mulai sekarang mari kita tidak melakukan pencemaran dan pengrusakan lagi dan ikut aktif menyuarakan semangat pendakian konservatif di gunung manapun dan kapanpun.

Sumber : http://maliapala.blogspot.com
Sumber Foto : http://hariankeong.blogdetik.com
                     http://nyonyors.wordpress.com

No comments:

 

Copyright 2010 halaman agus.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.