Friday, February 27, 2009

Pesta Kapurung

Hari Sabtu adalah hari libur bagi orang kantoran lainnya. Tapi sebenarnya tidak juga sih buat aku, karena kalau hari Sabtu ama Minggu, aku harus nagnaterin istriku bekerja, ya maklum kerja di perusahaan swasta yang jenis retail otomatis hari libur adalah hari ramai. Jadinya, ya gitu deh, pukul 8 pagi saya sudah menyalakan Honda Supra x milik istri saya, tidak lama kami sudah meluncur membelah padatnya jalan Ahmad Yani kota Malang. 


Ada sekitar 6 lampu merah yang harus kami lewatin sebelum sampai ke tempat kerja istriku. Setelah mengantar istri saya, kalau tidak ada kegiatan biasanya saya akan mampir ke rumah orang tua saya di sisi lain kota Malang, sekedar mengetahui keadaan beliau berdua dan mencicipi masakan ibu. 

Kebetulan, hari itu ibu saya memasak Kapurung atau apogalu. Sebuah masakan yang berbahan dasar dari sagu untuk menu utamanya. Sagu itu di rebus kemudian dibuat bulat-bulat. Pelengkapnya ada sayur yang bening yang terdiri atas beberapa jenis sayuran yang dimasak dengan bumbu tertentu. Kemudian juga ada ikan yang dimasak dan diambil dagingnya saja lalu ditempatkan dalam sebuah mangkok. Tidak lupa tersaji sambal yang didalamnya ada teri. hmmm... benar membangkitkan selera.


Tapi ketika saya datang itu semua dalam proses pemasakan. "gus, nanti istrimu ajak kesini pulang dari kantor, kan ini sabtu masuk setengah hari sajakan." Ujar ibuku membuyarkan lamunanku akan sedapnya pogalu itu nanti. "tadi ibu sudah telpon dia untuk ke rumah pulang dari kantor", Ujar ibuku untuk lebih mengingatkan aku.


Hari Sabtu dan Minggu memang istriku bekerja setengah hari, karena dia hanya boleh libur dihari lain selain hari Sabtu dan Minggu. Dan biasanya kalau sudah siang hari sekitar jam satu saya akan meluncur kembali ke kantor istriku di sekitar Stadion Gajayana Malang. Jalanan sekitar stadion ini akan saya hindari jika ada pertandingan sepak bola, karena pasti jalan disekitar stadion akan penuh oleh supporter yang berjalan kaki dan tentu menjadi tempat parkiran dadakan.

Jam di hape saya menunjukkan pukul 13.25 WIB, sesaat kemudian istriku berlari-lari kecil mendekati sepeda motor ini. Dengan cepat diraihnya helm yang kusodorkan, kemudian dikenakannya dan langsung nangkring dibelakang ku. "Ayo cepet-cepet ke rumah ibu, ibu masak kapurung neh..", katanya dengan penuh semangat. "Jangan sampai telat entar kalah deh ama rina, dia kan sabtu ya setengah hari juga kerjanya", ujarnya lagi sambil memeluk erat pinggangku. Tidak kalah semangat aku juga memacu sepeda motor ini menuju ke rumah ibu diseputaran rampal.


Uihhh.. benar saja, Rina sudah nangkring di meja makan, " mas, mbak ayo bergabung, ibu masak kapurung nih." Tidak menunggu lama kamipun bergabung dengan Rina, langsung memakan pogalu yang tersedia. Mmmmm... sedap dan segar. Wah jarang-jarang neh masak kapurung seperti ini. Paling agak sering waktu Rina hamil, ngidamnya makan kapurung terus. Idih ngidam apa suka tuh ...

2 comments:

Senoaji said...

kapurung apa je mas? kok kayaknya seger gitu?

wuiihhh followernya dah kepasang tuh? nemplek kesana ahhh, terus kalo read more sebenarnya saya pingin banget menjelasinnya cuman emang kudu tau mas ambil sourcenya dimana to mengacu ke tutorialnya sapa jadi bisa ketemu deh persoalannya apa, coz saya jug amasih nyubi mas soal ginian maaf, tapi saya siap bantu kalo tahu sourcenya darimana? maaf ya mas... kalo saya pake tutorialnya catalog-tutorial.blogspot.com miliknya kang JALOE, dan kebanyakan kelihatan banget hasilnya.

Anonymous said...

mantapp ouuiii...kapurung pas di lidah..

 

Copyright 2010 halaman agus.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.