Monday, January 5, 2009

Dapur Nenek



Foto diatas diambil ketika saya masih duduk di kelas 1 SD di Tamanan Kabupaten Trenggalek. Kami seperti biasa berkumpul di dapur, untuk sekedar kumpul dan memasak. Dapur, merupakan tempat yang asyik untuk berkumpul, apalagi dapurnya berukuran besar, ada amben tempat duduk dan tiduran / bale yang terbuat dari bambu, meja kayu, kursi panjang, lumbung padi, dan ... kompor dari tanah liat dengan bahan baku kayu bakar. Kebiasaan kami ketika dulu tinggal di rumah nenek, sering berkumpul di dapur, walaupun tidak untuk makan. Dan dapur inilah yang sering saya kangenin. Ketika saya sudah tinggal di Malang setelah pindah dari Trenggalek, kami sempat pindah ke Bandung, Jakarta, Tasikmalaya, Cikajang-Garut, dan akhirnya berlabuh di Malang, saya sering menghabiskan liburan sekolah di kampung nenek. Hal yang sering saya kangenin adalah duduk berlama-lama di depan perapian sambil mengatur kayu-kayu bakar, dan nenek sibuk memasakkan sayur favorit saya, sayur lodeh terong dan tempe trenggalek, mmm... yummy.

Yang ada dalam foto tersebut, yang tertua adalah nenek saya paling kanan, ibu saya memakai kaos pink, paklik Juri dengan training merah, adik saya Rini berbaju warna kuning, Bude Tijem yang baju putih persis di samping ibu saya, dan tentu saya sendiri yang paling depan sedang mlongo.

Note : Tulisan berwarna hijau adalah keterangan dan penjelasan dari saya.

No comments:

 

Copyright 2010 halaman agus.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.