Friday, January 16, 2009

Taman Nasional Kerinci Seblat, habitat primata misteri

Dalam sejarah pembentukannya, Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan penyatuan dari kawasan-kawasan Cagar Alam Inderapura dan Bukit Tapan, Suaka Margasatwa Rawasa Huku Lakitan-Bukit Kayu Embun dan Gedang Seblat, hutan lindung dan hutan produksi terbatas di sekitarnya yang berfungsi hidro-orologis yang sangat vital bagi wilayah sekitarnya. Taman Nasional Kerinci Seblat (hasil tata batas) ditetapkan seluas 1.368.000 ha dengan perincian 353.780 ha (25,86%) terletak di Provinsi Sumatera Barat, 443.699,87 ha (30,86%) terletak di Provinsi Jambi, 310.910 ha (22,73%) terletak di Provinsi Bengkulu, dan 281.120 ha (20,55%) terletak di Provinsi Sumatera Selatan.
Kelompok hutan tersebut merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) utama, yaitu DAS Batanghari, DAS Musi, dan DAS wilayah pesisir bagian barat. DAS tersebut sangat vital peranannya terutama untuk memenuhi kebutuhan air bagi kehidupan jutaan orang yang tinggal di daerah tersebut. Mengingat pentingnya peranan kelompok hutan tersebut, maka pada tanggal 4 Oktober 1982, bertepatan dengan Konggres Taman Nasional Sedunia di Bali, gabungan kawasan tersebut diumumkan sebagai Taman Nasional Kerinci Seblat.
Taman Nasional Kerinci Seblat ditetapkan Menteri Kehutanan dan Perkebunan, dengan SK.No.901/Kpts-II/1999 tanggal 14 Oktober 1999 dengan luas wilayah ± 1.389.509,87 ha. Memiliki karakteristik hutan yang sangat unik dan khas serta terbagi ke dalam delapan tipe ekosistem hutan yaitu hutan dataran rendah (low land forest), hutan bukit (hill forest), hutan sub - montana (sub-montane forest), hutan montana rendah (lower montane forest), hutan montana sedang (mid – montane forest), hutan montana tinggi (sub-alpine thicket), padang rumput sub – alpine, dan lahan basah lain pada wilayah berawa, danau, dan sungai besar.
Hutan Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki 4000 jenis tumbuhan yang didominasi oleh famili Dipterocarpaceae, dengan flora yang langka dan endemik yaitu pinus kerinci (Pinus merkusii strain Kerinci), kayu pacat (Harpulia arborea), bunga rafflesia (Rafflesia arnoldi), dan bunga bangkai (Amorphophallus titanium dan A. decussilvae).
Beberapa jenis tanaman obat antara lain paku gajah, akar tik ulat, akar kepuh, pinang, kunyit, akar sepakis, ubi itam dan lain-lain. Anggrek antara lain Spathoglotis plicata, Pholodita articulata, Calanthe triplicata, C. plava, Coelogyne pandura, C. suiphorea, Dendrobium crumenatum, Dianela ensifolia, Diplocaulobium, Phaleonopsis sp dan renanthera sp.
Sedangkan fauna yang tedapat di Taman Nasional Kerinci Seblat yaitu mamalia dengan jenis mamalia langka dan terancam punah antara lain harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), tapir (Tapirus indicus), gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus), beruang madu (Helarctos malayanus) dan kucing emas (Felis temminckii) yang misterius.
Dari jenis burung antara lain elang alap besar (Accipiter virgatus), elang kelelawar (Macheiramphus alcinus), elang gunung (Spitazatus alboniger), cekakak batu (Lacedo pulchella), belibis kembang
(Dendrocygna arcuata), wallet (Colloalia spp), enggang jambul (Aceros comatus), kangkareng hitam (Anthracoceros malayahus), rangkong papan (Buceros bicornis), peragam gunung (Ducula bargia), poksai mantel (Garrulax palliatus), tiong emas (Gracula religosa), rangkong (Buceros rhinoceros), dan julang (Aceros undulates). Di tempat tertentu sering terdengar suara tawa histeri burung gading (Buceros vigil).
Misteri yang belum terpecahkan di kawasan ini yaitu tentang sejenis primata yang berjalan tegak dan cepat sekali menghilang di antara pohon. Satwa misterius itu oleh masyarakat setempat dinamakan orang pendek.
Pada umumnya topografi Taman Nasional Kerinci Seblat bergelombang, berlereng curam, dan tajam dengan ketinggian antara 200 sampai dengan 3.805 mdpl. Topografi yang relatif datar dengan
ketinggian 800 mdpl terdapat di daerah enclave Kabupaten Kerinci.
Secara umum curah hujan di kawasan ini cukup tinggi dan merata. Rata-rata curah hujan tahunan berkisar antara 3.000 mm. Musim hujan berlangsung dari bulan September - Februari dengan puncak musim hujan pada bulan Desember. Sedangkan musim kemarau berlangsung dari bulan April - Agustus. Suhu udara rata-rata bervariasi yaitu 28° C di dataran rendah, 20° C di Lembah Kerinci dan 9° C di Puncak Gunung Kerinci. Kelembaban 80-100%.
Obyek Wisata Alam dan Fenomena Alam yang ada di Taman Nasional ini di antaranya Gunung Kerinci (3.805 mdpl) yang merupakan gunung tertinggi di Sumatera yang masih aktif, Danau Gunung Tujuh (1.996 mdpl) yang merupakan kawah mati berisi air tawar seluas 1.000 ha (panjang 4,5 km dan lebar 3 km), dikelilingi oleh tujuh gunung dan merupakan danau air tawar tertinggi di Asia. (
Rina, http://www.beritabumi.or.id)

1 comment:

EvaRustam_Qncay said...

BAgus bangat..........
Boleh minta bantuan untuk info tentang kayu pacat???
Kalau boleh tla kirim ke email ku ya "eva
-yr@yahoo.co.id"

 

Copyright 2010 halaman agus.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.